Ingat saya
Cover



penulis : djoana jasmine
dibuat : Friday, 22 December 2017 1:10 am
diubah : 6 bulan yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Trilogi Orange 1 : Teror Rembulan Jingga

SINOPSIS

Trilogi Orange 1

Teror Rembulan Jingga

 

Elisa Asfari menyimpan dendam pada para polisi yang dianggap telah memporakporandakan keluarganya. Saat ia berumur sepuluh tahun, ayahnya ditangkap dan dihukum mati dengan tuduhan terlibat peledakan bom di Hotel Medina. Sejak ayahnya ditangkap hidup keluarga mereka berubah total. Ibunya depresi berat sehingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Naasnya, ibunya mencoba melarikan diri dan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk di depan rumah sakit jiwa.

Kemalangan tak berhenti di situ. Warga yang tersulut kemarahan karena menganggap ayah Elisa benar-benar seorang teroris membakar habis rumah mereka. Tak ada yang tersisa dari keluarga kecil mereka yang semula hidup berlimpah kebahagiaan dalam keluarga yang sederhana. Elisa dan Ata kakaknya menggelandang di jalan. Mengais rezeki dan bersaing dengan puluhan pengamen lain.

Suatu malam, Ata nekat mencuri roti karena seharian itu mereka tak dapat uang dan Elisa kelaparan. Tapi ia tertangkap satpol PP. Seminggu kemudian, para polisi mengantarkan jenazah Ata. Mereka bilang Ata tewas bunuh diri di dalam tahanan. Elisa tak percaya. Ia bertekad akan menuntut balas pada kepolisian suatu hari nanti.

Elisa akhirnya berakhir di sebuah panti asuhan saat areal samping rel kereta api yang selama ini ditinggalinya bersama puluhan anak jalanan yang lain di razia petugas. Elisa dibully habis-habisan di panti asuhan. Disebut anak teroris. Saat umur dua belas tahun seorang wanita Jepang mengadopsinya dan membawanya terbang ke negeri Sakura. Di sana Elisa belajar dengan kerajinan luar biasa.

Tekadnya untuk membalas dendam pada kepolisian makin hari makin membara. Elisa remaja kemudian kabur dari rumah ibu angkatnya dan mengikuti latihan dasar kepengawalan. Di sana ia menjadi salah satu lulusan terbaik dan dikirim untuk pelatihan lebih lanjut ke Rusia. Sekembalinya dari sana ia mendapat tugas mengawal seorang  putra perdana menteri singapura.

Di lain pihak, Rain, seorang anak yang selalu kena bully dan dianggap paling bodoh di sekolah bercita-cita menjadi seorang polisi yang hebat. Ia dan sahabatnya Orion bertekad suatu saat akan jadi salah satu pria keren berseragam yang akan menumpas kejahatan layaknya superhero di televisi. Sayangnya, sahabat Rain kemudian pindah ke Tokyo. Rain kecil berjanji dalam hati, ia akan tetap menggenggam erat mimpinya menjadi seorang polisi yang melindungi kebenaran. Anak bodoh dan lemah itu belajar dengan kerajinan luar biasa untuk meraih mimpinya. Ia berhasil meraih mimpinya. Rain menjadi polisi yang hebat dan dipromosikan ke pangkat Inspektur dalam usia muda.

Takdir mempertemukan mereka saat Elisa yang sudah berganti nama menjadi Jill mendapat tugas mengawal adik tiri Rain. Awalnya Rain penasaran dengan gadis itu karena ada banyak hal yang misterius tentang Jill. Tapi lama-kelamaan rasa penasaran itu berubah menjadi rasa suka. Rain yang selalu dijodoh-jodohkan dengan Jill oleh Luna akhirnya benar-benar menyadari bahwa ia menyukai Jill ketika Jill sekarat terkena racun dari pisau yang sebenarnya ditujukan oleh Luna.

Namun Rain tak pernah tahu, bahwa Jill adalah Rembulan Jingga. Kriminal yang harus ditangkapnya atas kasus pembunuhan terhadap beberapa perwira polisi dan peledakan di Mako Brimob saat peringatan Hari Bhayangkara. Rain terus memburu Rembulan Jingga dan disaat yang sama rasa sukanya terhadap Jill yang tak lain adalah rembulan Jingga tumbuh semakin besar. Meskipun Jill tampak kuat, insting Rain untuk selalu melindunginya tumbuh makin kuat.

Luna yang merawat dan menunggui Jill di rumah sakit tak sengaja menemukan rajahan tato di lengan kiri Jill dan ia terkejut bukan main menatap tato itu. Tato itu bertuliskan rembulan Jingga dalam bahasa jepang. Luna segera menghubungi Rain tapi Rain yang sedang menyiapkan penggerebekan ke markas The Shadow tak mengangkat. Luna pun bermaksud mendatanginya.

Saat itu, Jill sadar. Suster memberitahunya bahwa Luna tergesa-gesa meninggalkan rumah sakit. Jill menatap tato di lengannya dan menyadari bahwa Luna pasti sudah melihatnya. Ia langsung meninggalkan rumah sakit sebelum Luna datang bersama para polisi untuk menangkapnya.

Ia kabur ke markas The Shadow. The Shadow adalah organisasi kriminal yang dibentuk oleh Sofyan Altezza. Anggota organisasi itu disebut phantom. Jill sendiri di sana mendapat julukan orange phantom karena ia memperkenalkan diri dengan nama Rembulan Jingga. The Shadow merekrut anak-anak jalanan atau anak-anak panti yang terlantar dan mendidik mereka menjadi penjahat-penjahat kelas kakap yang dibekali berbagai kemampuan oleh empat serangkai. Pelatih paling handal dalam organisasi itu.

Jill menemukan pesan dari putra Sofyan Altezza bahwa mereka mendapat kisikan dari pihak dalam kepolisian bahwa akan diadakan penggerebekan. Sofyan Altezza memerintahkan semua orang untuk meninggalkan markas. Jill sendirian di tempat itu dalam keadaaan masih lemah akibat pengaruh racun. Tapi ia bertekad tak akan tertangkap. Dengan gahar ia melawan para polisi. Menyandera Rain untuk mengancam polisi-polisi lain. Jill berhasil meninggalkan tempat itu dengan motornya sementara di belakangnya polisi-polisi mengejar dengan beringas.

Jill tertembak di lengan kiri. Di sebuah jembatan, motornya oleng dan dan ia terlempar ke sungai. Satu-satunya kelemahan Jill adalah tidak mahir berenang. Ia trauma terhadap air. Air selalu mengingatkannya pada peristiwa tewasnya Mike. Anak perdana menteri yang harusnya ia kawal. Saat itu, Mike beserta seluruh keluarganya diundang pesta di sebuah kapal pesiar.

Mereka menghadirinya tanpa menyadari bahwa itu adalah sebuah jebakan dari lawan politik ayah Mike. Dia tas kapal itu seluruh anggota keluarga Mike dibantai. Jill berusaha sebisa mungkin melindungi Mike yang bukan hanya dianggapnya sebagai objek yang ia jaga melainkan teman yang berharga. Di luar dugaan, justru Mike yang melindungi Jill. Pemuda itu diam-diam menyukainya. Ia mendorong Jill ke laut tepat sebelum kapal meledak.

Jill megap-megap kehabisan udara ketika terombang-ambing di sungai. Polisi melepaskan tembakan ke arahnya. Tiba-tiba sebuah tangan meraihnya dan dengan gesit membawanya berenang menjauh. Ternyata orang itu Luna. Gadis itu membawa Jill lari dan menyembunyikannya di tempat masa kecil Rain. Luna menganggap Jill teman. Bukan sekedar pengawal. Ia membiarkan Jill pergi.

Rain akhirnya tahu siapa Rembulan Jingga dari Luna. Disaat yang sama ia menemukan koran-koran  lama berisi berita tentang eksekusi mati ayah Jill. Rain dihadapkan pada dilema antara tugas dan hatinya.

Ahirnya ia memilih berpihak pada kebenaran. Ia bertekad mengungkap kebenaran mengenai kasus ayah Jill sepuluh tahun yang lalu. Ia juga meneguhkan hati untuk menangkap Jill jika Jill terbukti bersalah. Rain akhirnya menemukan fakta bahwa dalang dari tuduhan palsu terhadap ayah Jill adalah Sofyan Altezza yang berkomplot dengan  beberapa perwira tinggi Polri.

Jill dan Rain diringkus beberapa phantom ketika mendatangi rumah salah satu polisi yang diduga berkomplot dengan Sofyan Altezza. Keduanya berhasil kabur dan langsung terbang menuju Nusa Kambangan. Sofyan Altezza berniat meledakkan semua rutan disana untuk mengalihkan perhatian guna membebaskan terpidana kasus narkoba yang merupakan sekutunya.

Jill dan Rain berhasil mencegah ledakan pulau Nusa Kambangan.  Tapi dengan mengorbankan nyawa Jill. Ia menurunkan Rain di tengah perairan kemudian membawa pesawat yang berisi Tsar bom buatannya naik beberapa kaki ke angkasa. Pesawat itu kemudian meledak bersama Jill di dalamnya.

Akankah Jill selamat? Bagaimana dengan kasusnya dan hubungannya dengan Rain?

 



   0 komentar     |        168 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama