Ingat saya
Cover



penulis : alfin bach rum
dibuat : Wednesday, 08 November 2017 3:29 pm
diubah : 1 minggu yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

TRAGEDI CINTA BERDARAH

SINOPSIS

Astuti terus berjalan menyusuri semak belukar. Langkahnya gontai dengan wajah yang begitu pucat. Terlihat pisau yang masih menancap di perut.
Ia tak tahu harus kemana, pikirannya begitu limbung. Akhirnya tubuhnya pun ambruk di antara rumput liar.

***

Dua jam sebelumnya.


“Tut, mau kemana?” tanya Ida.
Ida adalah teman sekamar Astuti, mereka berteman sejak diterima bekerja di kantor ekspor import yang berdomisili di bilangan Sudirman Jakarta.
“Aku ada janji sama Erie,” jawab Astuti singkat.
“Lu mau ngapain ketemuan sama Erie?” sambung Ida dengan nada curiga.
“Ngga apa-apa, ada urusan sedikit yang perlu diselesain” langsung saja Astuti menuju motor matiknya dan melaju begitu saja.

***

Di tempat lain, Erie sudah menyiapkan sesuatu dalam tas kulit yang biasa ia bawa. Terlihat kemarahan pada wajahnya, seperti ada dendam yang berapi-api.
Dengan Honda City hitam metalik, Erie menancap gas menuju tempat pertemuan.

***

Lima jam sebelum pertemuan. 
Resto D’amor, di meja nomer enam, Erie dan Rini sedang menikmati makan siang pada jam istirahat kantor.
“Er, hape lu bunyi tuh,” sela Rini menunjuk pada ponsel samsung yang bergetar di atas meja.
“Iya….” Erie melihat layar ponselnya dan seketika wajahnya berubah kesal.
“Siapa Er?” tanya Rini.
Namun Erie tak menjawab, ia beranjak menjauhi meja tempat mereka makan.
Tak lama kemudian Erie menghampiri Rini yang sedang asik menyeruput kopi luwak kesukaannya.
“Rin, gua cabut duluan ya,” sahut Erie lalu mengambil tas dan pergi meninggalkan Rini.

***

Tempat pertemuan.
Proyek Mega Cluster yang belum rampung di tanah lapang dengan ilalang yang tumbuh mengelilingi. 
Astuti sudah datang dahulu, ia menunggu tepat di samping rumah yang sepertinya tak diteruskan pembangunannya. Dari kejauhan Honda City hitam metalik milik Erie sudah tiba.
Astuti beranjak mendekati mobil yang baru saja berhenti.
“Keluar, lu!” nada ketus Astuti menyambut pertemuan mereka.
Pintu mobil terbuka, Erie pun turun. Tanpa basa-basi Eri mengambil pisau yang ia persiapkan di tasnya lalu menodongkan dan menancapkannya. 
Betapa terkejutnya Astuti, tanpa sempat berkelit akhirnya pisau itu bersarang di perutnya. Namun dengan sekuat tenaga Astuti menahan sakitnya lalu ia mengambil pistol yang di selipkan pada pinggang belakang dan menembakannya langsung ke arah Erie.
Dorr …. Dorr.
Dadanya berlubang dan menyemburkan darah, Erie pun jatuh tersungkur. Astuti panik dan melarikan diri, dilemparkannya pistol ke dalam semak-semak. Namun dengan pisau yang masih bersarang di perutnya akhirnya ia pun tumbang.

***

Tower Grand Kuningan, lantai lima belas, kantor PT. Adi Perkasa, perusahaan eksport import. Farhan sangat kaget ketika melihat berita di teve. Erie dan Astuti kekasih Farhan yang terlibat cinta segi tiga ternyata mati. Seketika tubuh Farhan pun lemas.



   0 komentar     |        24 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama