Ingat saya
Cover



penulis : Dimas Joko
dibuat : Thursday, 26 February 2015 6:42 pm
diubah : 3 tahun yang lalu
vote cerita :
12 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 5 (12 votes, rata-rata: 4.17 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

tips menulis

SINOPSIS

Banyak orang hobi membaca. 

Terkadang, segunung tisu dan sebuah ember teronggok menemani aktivitas membaca seseorang. Roman yang  not happy ending story  a la Romeo and Juliet, Sampek Engtay, Laila Majnun, Ayat-Ayat Cinta (novel), Ketika Mas Gagah Pergi (cerpan), dan sejenisnya kerap mengundang rinai airmata. Saat Dobby, peri setia Harry Potter, meregang nyawa akibat tertembus belati, berapa banyak pembaca larut dalam duka sewaktu menikmati plot ini. Belum lagi kisah petualangan mmacam The Lord of the Rings, Hobbit, dan sejenisnya disuguhkan. Juga kisah detektif seperti The Cuckoo Calling, Silkworm, novel Agatha Christie, dan sejenisnya hadir.

Sama-sama membaca, sama-sama fiksi, tapi efeknya berlainan. Kadang tertawa, menangis, tersenyum, geregetan, marah, dan aneka emosi lain mencuat saat membaca. Bagaimana sebuah karya fiksi mampu menyeret lokomotif emosi dan tabula rasa ke dunia nyata?

Sebuah karya yang luar biasa, tentu saja.

Semestinya, setiap pembaca adalah penulis yang lebih baik. Ia membaca bukan cuma satu genre karya, tapi bisa tak terbatas. Dan tatkala seorang pembaca mulai menulis…

Ada banyak kekacauan tercipta. Padahal, logikanya, seorang pembaca tinggal meramu cerita sesuai stok bacaannya saat menulis. Bukankah mereka bisa berkomentar, “Busyet, trukyet, minibusyet, ini cerita keren abizzz!”

Saat ditanya, “So, you can write a new, different story, right? A story to be told and the readers claimed ‘awesome!'” ada kegagapan menyeruak.

Sejatinya, menulis adalah menuangkan kembali bacaan ke dalam gaya dan bahasamu sendiri.

Maksud saya, anyone can write.

Saya, Anda, kamu, engkau, loe, ente, kalian adalah penulis just like Kang Abik, Helvy T. Rosa, Khaled Hosseini, Asma Nadia, J.R.R. Tolkien, J.K. Rowling, Stephanie Meyer, dst.

Namun ternyata, menulis tidak sekadar menuangkan rekaman ingatan atau stok pengetahuan semata. Dibutuhkan cinta dan loyalitas. Ada beberapa resep rahasia yang langka dan jarang diperoleh bin diwariskan.

Izinkan saya berbagi sedikit ilmu yang telah sampai. Belum ilmu pamungkas. Setidaknya, bisa bermanfaat. Di sela amanah yang mencuat, semoga tips berikut bisa rutin saya muat.

Salam santun

dj



   8 komentar     |        1,051 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Qisqis11

Gak dilanjutin, Kak?

August 6, 2017, 12:49 am
Deia Choi Deia Choi

Kakak-kakak senior mampir liat naskahnya Deia ya, yang Love Of Bunny.
masih perlu kritik dan saran dari penulis yg sudaj senior. Terimakasih😊

April 18, 2016, 9:36 pm
rachmah wahyu rachmah wahyu

blm dilanjutin nih mas tips nya…

November 22, 2015, 7:46 pm
Khulatul Mubarokah Khulatul Mubarokah

Teori ini hampir hapal, ketika mulai menyentuh keyboard ada saja yang mendadak… Mendadak mikir, mendadak ini,… itu… :)

April 25, 2015, 6:39 pm
Jeni Fitriasha jeni

hmm, bagi saya yang terpenting dari semua itu adalah opening. menemukan kalimat pertama untuk mengembangkan cerita itu adalah penentu. karena jika pada kalimat pertamanya saja tidak menarik, bagaimana bisa menggiring orang untuk membacanya lebih lanjut. dan poin-poin lainnya mengikuti (tentu harusnya sudah lebih dulu tergambar di kepala).

terima kasih tipsnya mas joko :)

February 27, 2015, 10:22 pm
    Dimas Joko Dimas Joko

    Sama-sama, Kak :-)

    Benar sekali, opening sangat penting. Bahkan kritis (saking pentingnya). Bersama judul, konflik, tokoh, dan ending, mereka seolah merupakan saripati sebuah karya.

    Dan untuk novel, opening terletak di bab pertama. Sebagian memakai prolog.

    February 28, 2015, 8:34 pm
Arian Arian

terima kasih mas dimas, inspiratif sekali.

February 26, 2015, 7:16 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama