Ingat saya
Cover



penulis : Ariestanabirah
dibuat : Thursday, 27 November 2014 6:51 pm
diubah : 4 tahun yang lalu
vote cerita :
5 votes, average: 4.00 out of 55 votes, average: 4.00 out of 55 votes, average: 4.00 out of 55 votes, average: 4.00 out of 55 votes, average: 4.00 out of 5 (5 votes, rata-rata: 4.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

The Intonation (One Shoot)

SINOPSIS

Klub detektif yang diketuai oleh Arkan dan anggotanya, Nada, mengundang tiga orang siswa/i sekolah mereka untuk bermain kartu dimana mereka akan mendapat kartu (Bohong/Jujur) dan sebuah pertanyaan untuk setiap orang. Mereka diharuskan menjawab pertanyaan sesuai dengan isi kartu mereka. Untuk setiap sesi, seseorang akan bertugas sebagai penebak siapa yang jujur di antara para pemain. Inti dari permainan ini sebenarnya adalah untuk menemukan siapa pembunuh dibalik kematian seorang gadis sehari sebelumnya yang memiliki hubungan dekat dengan ketiga orang siswa/i tersebut.

Jadi, sekarang juga siapkan ‘kebohonganmu’ dan berusahalah menebak si jujur di antara para pembohong.

 

Note :

Ini hanya one shoot atau sejenis cerpen :)



   11 komentar     |        1,796 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
MrodyTail MrodyTail

Agak bingung dengan hubungan pertanyaan dan pengambilan kesimpulan

February 8, 2015, 7:22 am
    Ariestanabirah Ariestanabirah

    Sejujurnya saya pun juga bingung ??!! (loh)

    Kalau boleh tahu, bagian mana yang membuat anda bingung?

    Btw, terima kasih telah berkunjung ya. Mampir lagi!

    February 8, 2015, 9:15 pm
    MrodyTail MrodyTail

    Bingung di bagian pertanyaan. Apakah harus pertanyaan-pertanyaan begitu untuk menyelesaikan kasusnya?

    Menurutku agak aneh dan malah nggak nyambung. Apa mungkin aku aja ya yang mikirnya gitu?

    Misal tentang kelemahan terbesar, agak aneh dan tiba-tiba ditanya apakah mereka adalah pembunuh.

    Aneh aja.

    Tapi well, karena ini dieksekusi dengan baik jadi tetep dibaca sampe habis meski setelah direnungkan malah muncul pertanyaan, “Kok gitu ya?”

    Ha ha. Maaf kalau kebanyakan komen.

    February 9, 2015, 5:49 am
    Ariestanabirah Ariestanabirah

    Ehm, kalau ditanya gitu penulisnya juga bingung~

    Pertanyaan ngaco itu memang idenya Arkan, entah darimana sampe kepikiran nanya-nanya nggak jelas itu (laugh)

    February 11, 2015, 6:20 pm
Ana1260

Eh ada cerita pendeknya!

Baru kelar baca Intonation dan disuguhi versi lainnya. POV kedua, waduh!

Lanjutin Intonation dong kak!

January 25, 2015, 7:11 pm
    Ariestanabirah Ariestanabirah

    Terima kasih telah membaca. Dukungannya ditampung dulu ya!

    January 26, 2015, 12:00 pm
donut donut

eee, menarik. aku suka (>….<)//
suka banget dengan cerita detektif ya kk?

POV duanya bagus -tapi rada aneh loh klo dibaca ama laki2 karena aku laki2, dan arkam laki2, sehingga rasanya tuh kek maho gitu, wkwk-.

terus pengambilan intro dari pemecahan kasus dulu terus baru nyeritain kasus, -meskipun ada consnya- cukup menarik.

cuman apa ya?
tah ini cuman personal aku aja sih. itu si det aka arkam sok amat y?
klo emang bunuh diri kenapa harus ngadain game jga. bukankah rahasia mesha bunuh diri udh diketahui oleh mereka berempat, terus diungkapin lagi oleh arkam di depan mereka.
what, itu apa ya? kek self-proclaimed 'aku jenius loh' asa kek gitu. (-_-)

tapi overall bagus sih, penulisan, pengambilan sudut pandang dan intronya, kasusnya aja yg buatku gajes buat diungkapin.

keepwrite, ^.^. ini mau dlanjutkan nggak kak?

November 28, 2014, 9:05 pm
    Ariestanabirah Ariestanabirah

    Terima kasih telah membaca dan memberi komentar :).

    Sebenarnya para tokoh yang terlibat di permainan ini memiliki keraguan tentang kematian Messa. Pada nyatanya memang korban bunuh diri di sekolah, tapi efek psikologis menguncang 3 orang yang dekat dengan korban dan berkonflik dengannya. Jadi, ini lebih ke ‘pemuasan psikologis’ untuk 3 orang yang berfikir mereka terlibat secara tidak langsung terhadap kematian Messa.

    Aslinya saya memang menulis novel dengan judul Intonation dengan POV orang ketiga sementara The Intonation hanya tantangan saya untuk menggunakan POV kedua daN cerita ini ‘lepas’ dari plot utama pada Intonation.

    ^_^

    November 30, 2014, 5:50 am
Dimas Joko Dimas Joko

alinea pertama km membingungkan. bs dipecah menjadi tiga empat alinea.
biasakan memisahkan dialog satu dgn dialog lain agar jelas, siapa bicara apa. jgn disatukan spt itu. jd rancu.

napas, bkn nafas. rapiin typo yg lain. biasakan berkiblat pada kbbi, kecuali jk km memakai bahasa slang, macam elu, gue, biarin, tajir dll.

bbrp klmt msh blm efektif, boros kata dan mengulang2 informasi.

POV kedua ini jarang sekali dipakai. Bth teknik tinggi dan ketrampilan menulis tersendiri. Sy melihat, km cukup baik. Sinopsis km jg cukup menarik.

Sdh sy vote. Kunjungi lapak-lapak cerita sy ya. Sambunglah silaturahim yg sdh terbangun ini. Salam kenal

November 27, 2014, 7:21 pm
    Ariestanabirah Ariestanabirah

    Terima kasih kritik dan sarannya. Ini pertama kali saya menggunakan POV kedua > _ <.

    November 27, 2014, 8:09 pm
Dimas Joko Dimas Joko

jgn di copas. lihat, muncul kode-kode aneh.

November 27, 2014, 7:15 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama