Melodi Kehancuran
oleh

Kala itu saat senja menemaniku Saat dunia mengubah cerita indahku Mencuri bahagia yang terlukis dan sudah ku bawa   Yang berbalik menjadi awan kelabu  Ku [Baca]


 , , , , , , , , , , , ,     0 Comments    326 Views
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...




Kenangan yang Menguar dari Aroma Kertas Tua
oleh

  Tak banyak berubah, rupanya buku-buku bekas dipenuhi kegelisahan  juga aroma kertas tua  yang menguar di benak pustaka  Semuanya, masih sama  seperti lupa pada dunia  [Baca]


 , , , , , , , , , , , , , , , , , ,     0 Comments    282 Views
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...




tips menulis
oleh

Banyak orang hobi membaca.  Terkadang, segunung tisu dan sebuah ember teronggok menemani aktivitas membaca seseorang. Roman yang  not happy ending story  a la Romeo and Juliet, Sampek Engtay, Laila Majnun, Ayat-Ayat Cinta (novel), Ketika Mas Gagah Pergi (cerpan), dan sejenisnya kerap mengundang rinai airmata. Saat Dobby, peri setia Harry Potter, meregang nyawa akibat tertembus belati, berapa banyak pembaca larut dalam duka sewaktu menikmati plot ini. Belum lagi kisah petualangan mmacam The Lord of the Rings, Hobbit, dan sejenisnya disuguhkan. Juga kisah detektif seperti The Cuckoo Calling, Silkworm, novel Agatha Christie, dan sejenisnya hadir. Sama-sama membaca, sama-sama fiksi, tapi efeknya berlainan. Kadang tertawa, menangis, tersenyum, geregetan, marah, dan aneka emosi lain mencuat saat membaca. Bagaimana sebuah karya fiksi mampu menyeret lokomotif emosi dan tabula rasa ke dunia nyata? Sebuah karya yang luar biasa, tentu saja. Semestinya, setiap pembaca adalah penulis yang lebih baik. Ia membaca bukan cuma satu genre karya, tapi bisa tak terbatas. Dan tatkala seorang pembaca mulai menulis… Ada banyak kekacauan tercipta. Padahal, logikanya, seorang pembaca tinggal meramu cerita sesuai stok bacaannya saat menulis. Bukankah mereka bisa berkomentar, “Busyet, trukyet, minibusyet, ini cerita keren abizzz!” Saat ditanya, “So, you can write a new, different story, right? A story to be told and the readers claimed ‘awesome!’” ada kegagapan menyeruak. Sejatinya, menulis adalah menuangkan kembali bacaan ke dalam gaya dan bahasamu sendiri. Maksud saya, anyone can write. Saya, Anda, kamu, engkau, loe, ente, kalian adalah penulis just like Kang Abik, Helvy T. Rosa, Khaled Hosseini, Asma Nadia, J.R.R. Tolkien, J.K. Rowling, Stephanie Meyer, dst. Namun ternyata, menulis tidak sekadar menuangkan rekaman ingatan atau stok pengetahuan semata. Dibutuhkan cinta dan loyalitas. Ada beberapa resep rahasia yang langka dan jarang diperoleh bin diwariskan. Izinkan saya berbagi sedikit ilmu yang telah sampai. Belum ilmu pamungkas. Setidaknya, bisa bermanfaat. Di sela amanah yang mencuat, semoga tips berikut bisa rutin saya muat. Salam santun [Baca]


 ,     8 Comments    1,172 Views
12 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 512 votes, average: 4.17 out of 5 (12 votes, rata-rata: 4.17 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...


  
Powered by Gramedia Pustaka Utama