Ingat saya
Cover



penulis : alekwahyu
dibuat : Saturday, 04 November 2017 12:10 am
diubah : 2 minggu yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 3.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Syair, Ikhlasku Melepasmu

SINOPSIS

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah membiarkan aku untuk mengenalmu, 

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah memberikan senyum indah untukku, 

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah bersedia menanti sebuah pertemuan, 

Terima kasih untuk dirimu, 

sebuah cinta nun tumbuh bersama hijab yang berjarak.

 

Engkau ialah sebab yang tiada berkesudahan,

Tanpa teka-teki, jeda dan peringatan,

Meskipun sekarang aku tiada mengetahuinya,

Namun biarkan harap ini berbaur dengan cinta,

Rindu akan pertemuan nanti,

yang engkau dan aku saling memperkenalkan diri,

Sedikit tatapan dan senyuman, 

tiada sentuhan hingga halal kita dapatkan.

 

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah membiarkan aku untuk mengenalmu, 

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah memberikan senyum indah untukku, 

Terima kasih untuk dirimu, 

yang telah bersedia menanti sebuah pertemuan, 

Terima kasih untuk dirimu, 

sebuah cinta nun tumbuh bersama hijab yang berjarak. 

 

Engkau ialah sebab yang tiada berkesudahan,

Nun didalam fikiran merajai,

setitik debu terusap perih

Luka akan kebahagian masa lalu

antara engkau pun diriku

 

Terima kasih untuk dirimu, 

dalam pelukan malam engkau menyebut namaku, 

Terima kasih untuk dirimu, 

rindu yang tertanam dalam harap atas izin Allah, 

Terima kasih untuk dirimu, 

membuka mata serta memendam hasrat, 

Terima kasih untuk dirimu, 

Makmum yang akan menyempurnakan separuh dari agamaku. 

 

Engkau ialah sebab yang tiada berkesudahan,

Aku senantiasa meraba ingatanku

Membentuk perjalanan, mencari sebuah pemukiman

Yang lembut lagi bersahaja,

Bertaman bunga, menjelang senja,

Di dalam genggaman,

Naungan cinta dari Allah ‘Azza wa Jalla.

 

Terima kasih untuk dirimu, 

Dikala malam datang, tiada lelah yang aku rasakan, 

Terima kasih untuk dirimu

Terang dan berbinar, kelopak mata yang masih saja tetap terangkat

Terima kasih untuk dirimu, 

yang aku pandang di sekitar ruangan, terasa begitu dingin dan hampa,

Terima kasih untuk dirimu, 

Hingga pada waktunya hijrahku membimbingku dalam keadaan yang nyata,

Terima kasih untuk dirimu, 

Meneguhkan hati ini

Guna bersegera menghadap Rabb yang telah menciptakan aku, sujud dalam diam, menengadahkan tangan berucap Do’a. 

 

“Semoga engkau berbahagia dengan takdir yang telah ditetapkan untukmu,

Namun,

Jika itu ialah aku maka bersabarlah,

Karena aku masih berusaha untuk menempuh perjalanan,

Dengan hati yang penuh harap,

Ridho Allah ‘Azza wa Jalla

Naungan cinta hingga pertemuan datang”

 

 

~Alek Wahyu~

 



   0 komentar     |        89 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama