Ingat saya
Cover



penulis : Benni Sinaga
dibuat : Friday, 12 January 2018 3:43 pm
diubah : 5 hari yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Sistem Ekonomi Pangan Yang Tangguh

SINOPSIS

800×600

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

ERA Reformasi berjalan sesudah Orde Baru banyak kemajuan telah kita capai dan tentu masih banyak yang harus kita laksanakan dalam proses mewujudkan Indonesia yang makmur dan bahagia berdasarkan Pancasila. Untukitu yang kita perlukan ialah terus bekerja melakukan perubahan.

Buku yang ditulis Si Anak Jagung ini dan telah di sosialisasikan dalam berbagai media sosial memuat berbagai pandangan kritis mengenai masalah-masalah sosial yang telah dilakukan dan yang lebih penting lagi ialah apa yang perlu dilaksanakan selanjutnya dari program reformasi yang masih belum terwujud atau perubahan-perubahan yang terus-menerus menantang kita. Buku ini berbeda dengan tulisan-tulisan kritis lainnya yang hanya terhenti kepada kritik tanpa solusi atau kerja yang realistis untuk melanjutkan perubahan.  

            Buku ini memuat berbagai hal positif yang dapat dipetikoleh para pembaca.Pertama, buku ini memuat tulisan-tulisan mengenai kehidupan kita sehari-hari. Kedua, buku ini bukan saja berhenti kepada masalah sosial yang muncul serta pemecahannya baik keberhasilan maupun kegagalan tetapi juga menyodorkan langkah-langkah selanjutnya dan tidak hanyut dalam kritik atau omelan.                                          

Ketiga, cara presentasi penulis terhadap masalah sosial bukan secara akademik terlepas dari bidang-bidang lainnya tetapi menyajikan secara inter-disipliner. Keempat, penulis menggunakan sudut pandang yang jelas yaitu sudut pandang seorang Pancasilais yang mendudukan masalah yang diangkatnya dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang multicultural menyatu dalam NKRI. Kelima, cara penyajian penulis dengan gaya bahasa yang mengalir hingga mudah dicerna sehingga bisa diterima oleh dunia ilmiah maupun oleh “Si AnakJagung”.

Buku ini mengupas masalah maslahanya rdewasa ini berkenaan dengan masalah ekonomi seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, masalah pendidikan nasional yang memerlukan penjelasan arah, dan masalah kebangsaan yang dirasakan mulai pudar sehingga memerlukan pemanasan kembali nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat.

Demikianlah nilai buku ini dalam menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia. Buku ini perlu dibaca oleh semua lapisan masyarakat, dari para akademisi serta pemimpin pusat sampai daerah, para pemuda dan masyarakat pada umumnya.

 

Prof. Dr. H.A.R.Tilaar, M.Sc.Ed

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.



   0 komentar     |        24 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama