Ingat saya
Cover



penulis : dewilinggasari
dibuat : Tuesday, 13 June 2017 12:16 pm
diubah : 1 bulan yang lalu
vote cerita :
4 votes, average: 4.25 out of 54 votes, average: 4.25 out of 54 votes, average: 4.25 out of 54 votes, average: 4.25 out of 54 votes, average: 4.25 out of 5 (4 votes, rata-rata: 4.25 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

SCARLET HEART RYEO –Roman di Bawah Monarki Absolut

SINOPSIS

*Asolut Monarki adalah suatu situasi ketika kekuasaan seorang raja bersifat mutlak dalam memerintah negara –Setiap ucapan Sang Raja adalah “kebenaran”,  dengan segala macam cara Sang Raja berusaha melanggengkan kekuasaan, termasuk menikah dan menikahkan Pangeran serta SangPutri dengan orang yang tidak dicintai. “Mencintai berarti kehilangan….”   

Di tengah riuh rendah dunia perfilman ketika adegan seks dan kekerasan menjadi bagian tak terpisahkan yang berakibat mengerikan bagi kehidupan penonton, pesan sastra dan moral nyaris tak terbaca, Scarlet Heart Ryeo, Drama Korea 20 Episode tampil dalam tayangan yang mengesankan sekaligus menyentuh. Di One Channel Mei – Juni 2017 drama ini diputar pada hari Rabu hingga Jumat dengan siaran ulang hari Minggu. Scarlet Heart Ryeo adalah fiksi dengan latar belakang sejarah abad ke-9, masa dinasti Goryeo. Dua puluh Episode Scarlet Heart Ryeo  merupakan adaptasi novel Tionghoa Bu Bu Jing Xin karya Tong Hua, tahun 2012 kisah ini pernah dibuat serial di Cina, berjudul Bu Bu Jing Xin.  

Adalah Ko Ha Jin –diperankan si cantik IU yang mengalami kecelakan, tak sadarkan diri, secara mengejutkan  tersedot ke masa lampau, pada abad ke-9, masa dinasti Goryeo. Si cantik sekaligus wiracarita, menggambarkan manusia yang hidup di era milenium ke dua yang mesti memahami kehidupan monarki absolut dinasti Goryeo abad ke-9 dan menjadi bagian spesifik di dalamnya, karena ia telah mengetahui terlebih dahulu jalannya sejarah.

Suatu hal yang membuat Ko Ha Jin tergagap dan nyaris frustasi, karena jiwanya merasuk ke dalam tubuh gadis keturunan bangsawan bernama Hae Soo, saudara sepupu istri Pangeran Wang Kook yang diperankan Kang Hae Nul. Fiksi adalah penggambaran kisah yang tidak rasionil, akan tetapi dalam sebuah karya rasionalitas menjadi tidak penting, yang lebih penting dalah pesan moral yang mesti disampaikan. Apa yang harus dilakukan ketika seorang gadis manis tersedot ke masa lampau, hidup dalam sosok yang tidak pernah dikenal dan secara tiba-tiba tersesat di kolam  permandian sekalian pangeran. Tempat sangat pribadi yang tidak bisa dikunjungi seorang gadis terlebih saat putra Wang Geon –Taejo, Raja Goryeo tengah mandi untuk mempersiapkan diri pada upacara spiritual kerajaan. Putra Raja Taejo adalah Pangeran ke-10, Wang Eun –diperankan Baekyun, Pangeran ke-14, Wang Jun –diperankan Ji Soo, Pangeran ke-3 Wang Yo –diperankan Hong Ju Yun, Pangeran ke-8 Wang Wook –diperankan Kang Ha Neul, Pangeran ke-9, Wan Won –diperankan Yoon Sun Yoo,

Chae Ryung –dayang pengasuh menyelamatkan Ko Han Ji dari keagagapan ini, ia mengira Ko Han Ji adalah Hae Soo dan membawanya kembali ke kediaman pangeran ke-8 Wang Wook. Nyonya Hae, istri Pangeran Wook yang sakit sakitan menerima Hae Soo dengan lembut, ia telah menganggap Hae Soo sebagai anak kandung, karena ia tak pernah melahirkan. Pangeran Wook memperlakukan Nyonya Hae dengan amat baik sesuai adat kerajaan, meski ia tak pernah menyatakan cinta. Bagi seorang pangeran cinta tak perlu diperhitungkan dalam perkawinan, karena status istri sebagai anggot keluarga klan yang kuat akan memperkokoh kekuasaan sang raja. Seorang pangeran berkewajiban mendukung kekuasaan ayahanda raja, tanpa kecuali.

Wang Wook berperilaku halus suatu hal yang menyebabkan Hae Soo merasa nyaman, sementara Wang Wook menemukan sesuatu berbeda dalam diri Hae Soo, sesuatu yang menyebabkan ia jatuh hati, suatu hal yang tak pernah diucapkan dalam perkawinan, hingga kematian Nyonya Hae. Adakah Wook berkuasa menikahi Hae Soo, karena alasan cinta?

Sementara Pangeran ke-4, Wang So –diperankan Lee Joon Ki tiba kembali ke Songak dari pengasingan, karena ditelantarkan Permaisuri. Wang So masih kanak-kanak ketika Raja Taejo memutuskan kembali menikah bagi kekuatan raja, permaisuri menolak dengan mangancam membunuh Wang So, pisau meleset, mengenai wajah Wang So menyebabkan cacat seumur hidup. Wang So dikirim untuk tinggal bersama keluarga Kang di luar Songak, maka yang dipelajari Wag So selama hidupnya adalah kekerasan, ketika ia harus bertarung dengan manusia serta binatang untuk bertahan hidup. Wajahnya yang cacat ditutup dengan topeng sebagai hadiah raja yang diberikan setiap tahun. Pangeran So tampak seakan monster, hatinya yang lembut tertutup topeng menakutkan. Benarkah perilaku So seburuk topeng yang dikenakan?

Hae Soo tak bisa menghindarkan diri dari pergaulan dengan sekalian pangeran, bahkan putra mahkota, ia harus menempatkan diri dengan susah payah, karena tata cara kerajaan yang ketat. Ternyata pangeran ke-10 Wang Eun dan ke-4, Wang So juga jatuh cinta. Bagaimana So dapat meminta ijin raja untuk menikahi Hae Soo? Kematian nyonya Hae menyebabkan relasi Goryeo dengan keluarga besar Hae terputus, kecuali Hae Soo menjadi penerus, menikah dengan Raja Taejo yang telah memiliki 3 permaisuri dan 27 selir dan telah berumur di atas 60 tahun. Keduanya tak pernah mengenal dengan baik, terlebih mencintai. Seorang raja tak memerlukan rasa cinta, ia perlu mempertegas kekuasaan dengan menikahi seorang perempuan dari keluarga besar  yang akan bersedia mendukung kebijakannya.

Hae Soo menolak tawaran perkawinan dengan Raja Taejo –diperankan oleh Joo Min Ki, untuk meneruskan hubungan besan yang terputus, menjadi istri raja yang ke-30 berarti hanya disentuh pada malam  pengantin, selebihya ia akan terkurung menjadi boneka istana yang tak akan perna diperhitungkan. Wang So dan Wang Wook telah berlutut pula untuk membatalkan perkawinan ini, akan tetapi Raja Taejo tak bisa mengubah keputusan.

“Bahwa seorang raja tak bisa menikah dengan seorang perempuan yang memiliki bekas luka….”

Adalah aturan yang tak bisa dirubah, maka dalam pakaian pengantin dengan berani Hae Soo memecah keramik, menggores tangan hingga luka berdarah. Atas dasar luka ini, ia memiliki alasan untuk tidak menikah dengan raja dengan konsekuensi teramat buruk ia harus bekerja sebagai dayang di rumah herbal Damiwon. Suatu adaptasi harus dilakukan atau ia akan mati.

Adakah rasa cinta So dan Wook berubah dengan statusnya yang rendah selaku dayang istana? Andai sikap itu tak berubah, maka menikahi seorang dayang adalah ijin yang nyaris mustahil dari raja. Dayang tak punya klan, tak punya sekutu yang berfungsi untuk memperkokoh kekuasaan Taejo –Wang Geon.  Sementara kisah terus bergulir, Raja Taejo murka, karena rencana pembunuhan Wang Mo, Putra Mahkota. Sungguhpun sang raja telah tahu, bahwa permaisuri Yoo adalah pelaku utama, akan tetapi ia tak mampu menghukum permaisuri, perselisihan besar akan terjadi. Ia harus mengorbankan satu orang demi statusnya sebagai raja, meski sosok itu adalah dayang perempuan yang dicintai, dayang Oh kepala Damiwon, rumah herbal. Raja Taejo mencintai dayang Oh, akan tetapi bagi seorang raja mencintai bukanlah suatu alasan untuk menikahi, kecuali Oh memiliki pasukan untuk memperkuat posisi sebagai kepala negara. Meski Oh dengan tulus hati melayani setiap hari, akan tetapi kisah cinta telah berakhir sampai di sini.

Hae Soo difitnah sebagai pelaku yang meracuni putra mahkota, dayang Oh menanggung beban itu, ia mengidap kanker perut, umurnya tak akan lama lagi. Ia melihat Hae Soo seakan dirinya di waktu muda. Pesan yang disampaikan keada Hae Soo, adalah tinggalkan tempat ini atau akan menjadi korban dari perselisihan para pangeran yang tengah berebut tahta, dan akan berakhir pada kematiannya. Hae Soo telah mengalami hukuman fisik yang cukup parah, ketika Raja Taejo memutuskan dayang Oh sebagai pelaku dan layak dihukum gantung. Hae Soo berlutut di bawah matahari dan hujan memohon kepada raja agar hukuman itu dibatalkan, akan tetapi sang raja tak pernah mengubah keputusan. Soo sangat berharap Pangeran Wook akan datang mengulurkan tangan, akan tetapi Wook sang pangeran yang dicinta memalingkan muka. Soo tahu, kisah indah dengan Wook selesai sudah.

Akan tetapi, tiba-tiba So datang memayungi Soo dengan jubah dari cucuran hujan. So mengerti kepada pangeran yang mana sesungguhnya ia bisa bersandar? Meski hukuman bagi dayang Oh tetap diteruskan, perempuan berhati tulus itu merelakan diri selaku “pembunuh” mati dengam leher tercekik di tiang gantung. Soo sadar, menjadi bagian kecil di istana berarti selalu dekat dengan kematian.

Kematian Raja Taejo, pembunuhan terhadap raja penerus, Hyejong oleh konspirasi pangeran, kebencian Yeon Hwa adik Pangeran Wook, perselisihan dan pertumpahan darah yang terus terjadi di lingkungan istana menyebabkan Hae Soo mengerti, asolut monarki yang menyebabkan kekuasaan raja tanpa batas, tahta yang diwariskan kepada putra mahkota dengan melupakan pangeran dari istri yang lain adalah sebuah sistem yang tak memberikan rasa aman, bukan hanya kepada dayang sebagai orang kecil, akan tetapi bagi pangeran yang bersangkutan. Permaisuri  mengincar gelar ibu suri dengan kekuasaan mutlak di lingkungan istana, ia rela membunuh, menekan pangeran tanpa gelar putra mahkota supaya menjadi raja, menikahkan putri kandung dengan raja dalam status sebagai saudara tiri tanpa rasa cinta untuk melanggenggkan kekuasaannya. Hanya orang  yang berkuasa di lingkungan istana dapat memenuhi segala keinginannnya.

Seperti yang telah tercatat di dalam sejarah, ketika Pangeran Wang Yo yang akhirnya menjadi Raja Jeonjong meninggal karena sakit, Pangeran So merebut tahta. Hae Soo telah mengetahui akan hal ini, akan tetapi ia tak berwenang mengubah apa-apa. So kemudian bergelar Raja Gwangjong, ia menyelidiki kematian Raja Hyejong, dan mendapatkan bukti bahwa Pangeran Wook serta dayang Chae Ryung terlibat. Pangeran Wook dikucilkan, Chae Ryung mendapatkan hukuman fisik hingga menjelang kematiannya. Hae Soo, kini kekasih Raja Gwangjong. Adakah cinta sang raja akan membawanya menuju perkawinan? Adakah ia akan bertahan di istana, bangunan megah bernilai sejarah dengan mutlak kekuasaan raja, keserakahan permaisuri, pangeran, bahkan putri sang raja. Betatapun dicintai, ia hanya seorang dayang, tak memilik pengaruh, tak memiliki pasukan untuk mendukung tahta raja. Ia bisa membuat seorang raja merasa nyaman, tetapi tidak mampu membuatnya menjadi kuat.

Atau sesungguhnya ia hanya penonton dalam film tiga dimensi yang seolah-olah menjadi pelaku utama di dalam sebuah cerita tentang perebutan tahta. Hae Soo menyadari ia tidak akan mendapatkan kehidupan serta perkawinan yang damai dengan menetap di istana. Di balik tembok megah, tahta, kemuliaan hidup sesungguhya monarki absolut menyebabkan kehidupan istana teramat dingin dan sepi. Dalam monarki absolut demokrasi benar tak ada,  kebebasan berpikir dan berpendapat baru berupa cikal yang belum lagi ditanam supaya tumbuh menjadi tunas dan berkembang sebagai pohon yang rindang. Sekalipun kisah fiksi, Hae Soo memiliki pilihan, ia harus memilih, meskipun sang kekasih –Raja Gwangjong memjadi amat murka.

Acting IU, Lee Joon Ki, Kang Ha Neul dan seluruh artis pendukung demikian meyakinkan, lagu kematian yang menyayat, kisah cinta yang digambarkan dengan santun tanpa kontak fisik nan ekstrim, setting tempat yang indah, dilalog yang puitis, sejarah yang nyata tertulis menyebabkan Scarlet Heart Ryeo menjadi 20 episode drama Korea yang bukan sekedar menghibur, akan tetapi layak ditonton sebagai pendidikan sejarah, budaya setempat serta proses panjang demokrasi yang berliku-liku hingga akhirnya sampai pada saat sekarang ini. Ketika monarki absolut tumbang, demokrasi menjadi suatu panduan dalam kehidupan bernegara, sehingga keluarga raja atau kepala negara bisa menikah dengan pasangan yang dicintainya.

Scarlet Heart Ryeo –Roman di Bawah Monarki Absolut yang mengesankan, terlalu sayang melewatkan kisah ini tanpa kembali menuliskan dari sudut pandang yang berbeda ….

 

***

 

 



   4 komentar     |        291 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
dewilinggasari dewilinggasari

Terima kasih untuk hadir di Ryeo, 20 episode drama Korea yg mengesankan dan menyedit emosi. Terlalu mengesankan dan banyak pesan moral yg disampaikan. Maka saya tuliskan kembali. Salam…..

October 26, 2017, 1:31 am
Priskilla Ong Priskilla Ong

Aku suka banget sama drama ini aaaa<3
tapi banyak nyeseknya, karena banyak pangeran yang meninggal. Pas liat tulisan kamu, jadi pengin nonton lagi ckckck<33
semoga nulisnya sampe kelar.
Jan lupa mampir ke lapakku ya.
Dan aku kasih kamu ***** juga ^^

October 22, 2017, 6:48 pm
aya wijaya ayawijaya

One of my fave kdrama!
Aselik nyeseknya nyenengin ini drama. Gara2 ini saya yg awalnya bkn klover browsing soal sejarah Goryeo bener2 cari info sana sini. Pas mau ending banyak2 doa biar endingnya ga sama kek Bu Bu Jing Xin. Ternyataa… hahaha
Semoga bisa ditulis sampai episode akhir ya… smangat smangat smangat.

Sukses buat Dewi :)

July 4, 2017, 3:30 pm
    dewilinggasari dewilinggasari

    Terima kasih untuk singgah di Ryeo, saya sudah agak jenuh dengan film bertema kekerasan. Drama klasik Korea menjadi pilihan. Ternyata Scarlet Heart memberikan kesan spesifik, terlalu sayang untuk dilewatkan tanpa menuliskan kembali. Cerita masih panjang, 20 episode. Salam ….

    July 14, 2017, 6:53 am

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama