Ingat saya
Cover



penulis : Daniel
dibuat : Monday, 19 February 2018 5:35 pm
diubah : 4 bulan yang lalu
vote cerita :
3 votes, average: 2.33 out of 53 votes, average: 2.33 out of 53 votes, average: 2.33 out of 53 votes, average: 2.33 out of 53 votes, average: 2.33 out of 5 (3 votes, rata-rata: 2.33 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Perbedaan Bukan Musuh Cinta

SINOPSIS

Sejak TK hingga SMP El bersekolah di sekolah swasta Katolik. Namun di Situbondo sekolah swasta Katolik-Kristen terbatas hanya sampai SMP. Dan kalau ingin tetap melanjutkan SMA di sekolah swasta, maka harus ke luar kota.

 

Tentu, El sebenarnya ingin mengikuti jejak teman-temannya bersekolah di luar kota. Dengan begitu ia mendapatkan kebebasannya yang sebebas-bebasnya dan menjadi anak kos. Di luar itu ia juga tak perlu beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia tak perlu menjadi murid minoritas.

 

Tahun ajaran baru dimulai, dan EL hari itu resmi menjadi murid SMAN 1 Panji. El menjadi satu-satunya murid yang beragama Kristen dan Chines di tahun ajaran baru.

 

El sempat dikeroyok oleh kakak-kakak kelasnya karena El nyolot ketika dipalak oleh salah seorang kakak kelasnya. Tapi setelah El membuat dua orang dari kakak kelas yang mengeroyoknya kehilangan dua giginya, El tidak pernah diganggu lagi.

 

Di sekolah barunya itu juga El dipertemukan dengan cinta pertamanya. Tari, kakak kelasnya, anak kelas 12 IPA 2. Memang, sebelum berita kenakalan EL menjadi konsumsi murid-murid SMAJI, Tari sempat menghampiri EL, dan didekati cewek secantik Tari, siapa yang nggak akan terbang ke langit. Hati El pun berbunga-bunga. Namun, setelah berita kenakalan El sampai ke telinga gadis itu, Tari seperti kehilangan respek. Dan selain kenakalan El, ada persoalan lain. Agama



   1 komentar     |        107 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Daniel Daniel

Kalau teenlit disusupin filsafat gimana ya? Lagi jungkir balik untuk usaha ini. Membaca Ioanes Rakhmat “Skorates Dalam Tetralogi Plato.” Dan celakanya — setelah habis tiga batang rokok untuk mengerti satu halaman saja — bolak-balik dan keluar masuk GWP, Wattpad, Efbe, peminatnya segelintir orang, minim apresiasi. Tapi, nggak ada masalah. Saya mengerti perbedaan antara menulis dan penulis. Dan saya menulis, bukan penulis.

Saya kesasar ke teenlit karena nggak sengaja ngeliat adegan cewek hijau menangis di depan kamera dengan muterin lagu sedih. Lucu sih. Tapi miris juga setelah tahu bahwa saya menertawakan cewek hijau yang gagal mengerti esensi cinta. Karena saya menulis, nggak ada salahnya saya menulis tentang esensi cinta. Seperti di awal yg sudah saya sampaikan bahwa saya menulis, bukan penulis. Maka di sini posisi saya bisa dimetaforakan sebagai “pelajar”, bukan “pengajar”. Teks yang saya tulis ini bukan untuk menggurui, tapi untuk saya sendiri belajar mengenai esensi, dan saya menawarkan, kalau mau. Mari kita sama-sama belajar.

Untuk itu mohon dukungannya. Caranya : Ketik Daniel, kirim ke Xxx, eh salah, caranya cukup voting dan komentar aja, ya, biar nulisnya semangat. Itu aja. Bagi yang berkenan. Dan mengharapkan cerita ini cepat lanjut.

February 20, 2018, 12:20 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama