Ingat saya
Cover



penulis : armita sahputri
dibuat : Tuesday, 28 November 2017 6:26 am
diubah : 9 bulan yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

origami merah muda

SINOPSIS

Wajahmu masih segar dalam ingatan-ingatanku yang sering tertinggal. Terasa baru dalam jalan jauh sejarah yang sering terulang. Apalagi tapakanmu pada simpangan yang terjamah, aku terus tak asing dengan semua kenangan yang terbuat oleh waktu, yang menjadikanmu pemeran terhebat dengan bayaran termahal !

     “aku masih ingin berkarir nay, tolong fahami aku” deg… terguncang jiwaku yang terus mengaliri sinyal-sinyal tak terbendung. Sepotong kalimatmu membuyarkan semua impianku untuk maju mencintaimu.

        Sayang rasanya menampar pipimu dengan sederetan jambang-jambang menantang itu, tapi kali ini aku harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi “plak…” satu tamparan dari ku yang terasa ringan dibanding beban berat yang akan aku hadapi. Sendiri !

        “aku gak nyangka, kamu sehebat ini. Apa ini bagian dari dramamu?” pelan dan pasrah aku berusaha menyadarkanmu. Terasa sakit memang bila teringat hari-hari indah yang kita lalui sebelum ini.

        “nay, aku bakal tanggung jawab. Tapi gak sekarang. Kamu tahu kan S3 ku belum selesai” satu tamparan halus namun pasti menggerogoti seluruh persendianku, air mataku mengalir berlomba deras dengan hujan di luar jendela.

        “nay, udah dong. Aku sayang sama…” sebelum kalimat itu terluncur dan memberiku harapan palsu lagi, aku buru-buru beranjak pergi.

        Meninggalkan Nathan pada deretan kursi-kursi café yang membara. Dengan ribuan hujan di pipiku aku pergi dengan taksi yang sudah sedia menungguiku, pergi dari kenyataan dan laju tanpa terkendali.

         Tertinggal kota kecil yang semarak dan kunamai medan dengan seorang pria yang aku harap menjadi ayah dari isi perutku.

         Taksi menerobos jalanan yang mulai lenggang menghantarkanku menuju bandara dan setelah itu aku terbang, meninggalkan luka dan membawa  bekasannya.

 

 



   0 komentar     |        183 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama