Ingat saya
Cover



penulis : uzichannings
dibuat : Friday, 13 July 2018 9:23 pm
diubah : 1 bulan yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 3.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Mythical

SINOPSIS

Lee Yeon, seorang gadis berdarah asli korea yang hanya memiliki kehidupan normal layaknya gadis seumurannya. Kegemaran Lee Yeon pun dapat dikategorikan sebagai kegemaran yang umum di antara para gadis seusianya, yakni bermain alat musik dan bernyanyi. Suara Yeon sangat merdu dan keahlian bermain alat musik nya dapat dibilang sangat matang untuk gadis berusia 15 tahun sepertinya. kehidupan sosial Lee Yeon pun juga sangat menyenangkan, banyak laki-laki yang menaruh hati kepada Lee Yeon karena parasnya yang cantik nan mempesona. 

 

Menjadi sebuah bintang adalah satu hal yang yang sangat ingin Lee Yeon capai. Lusinan tempat audisi pun sudah ia datangi dan banyak diantara para agensi tersebut dengan mudah memberikan kesempatan emas itu untuk Lee Yeon. Tapi ibu Lee Yeon tidak pernah mengizinkannya, bahkan hanya untuk sekedar menjadi salah seorang trainee saja.  Sampai suatu ketika kejadian naas menimpa Lee Yeon. Gadis itu harus merelakan tangan kanannya diamputiasi karena sebuah kecelakaan yang mengerikan, sehingga membuat Lee Yeon dengan sangat berat hati harus mengubur dalam-dalam semua mimpi yang sempat terancang rapi di benaknya.

 

Kehidupan Lee Yeon pun terasa berbeda. Tidak semua para teman Lee Yeon dapat menerima kondisi fisik Lee Yeon yang tidak lagi sempurnah, berbagai cacian pun seakan merajam keras dada Yeon setiap kali gadis itu memasuki ruang kelasnya sendiri di pagi hari. Tawa dan senyum yang dulu tidak pernah absen sedikitpun dari wajahnya, kini seakan lenyap begitu saja. Yeon menjadi lebih sering mengurung diri di dalam kamarnya sendiri sejak kecelakaan mengerikan itu merenggut semua mimpi-mimpinya. Bagi Yeon, tidak ada lagi ruang baginya untuk hidup di masa depan.

 

“Hi bulan.. apakah kau sama kesepiannya sepertiku?” ucap Yeon dengan sedikit terisak sembari memperhatikan guratan wajah bulan yang nampak  sedikit samar dari sudut pandangnya. 

 

Hati Lee Yeon terasa sangat hancur, seakan seseorang telah menyematkan sebilah gada yang besar ke dalam rongga dadanya, sangat sesak.. air mata yang sedari tadi terbendung angkuh di pelupuk mata Lee Yeon, sontak mengucur begitusaja melunturkan rona wajah Lee Yeon yang sebelumnya terpancar indah di bawah pantulan cahaya bulan musim panas.

 

“Dunia ini ternyata tidak seindah apa yang kupikir selama ini.. apakah kematian mampu memberiku lebih banyak keindahan daripada ini?…”

 



   0 komentar     |        36 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama