Ingat saya
Cover



dibuat : Sunday, 26 February 2017 6:14 pm
diubah : 1 tahun yang lalu
vote cerita :
7 votes, average: 4.14 out of 57 votes, average: 4.14 out of 57 votes, average: 4.14 out of 57 votes, average: 4.14 out of 57 votes, average: 4.14 out of 5 (7 votes, rata-rata: 4.14 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

GWP310144 – Match Point

SINOPSIS

Bagi Ragil Satihardi, menjadi seorang atlet bulu tangkis nasional tak menjamin hidupnya akan makmur nan sentosa. Banyak tantangan yang harus ia lewati, mulai dari menghadapi komentar berupa caci maki dan sumpah serapah dari mereka yang menyebut diri sebagai badminton lovers di akun media sosialnya ketika kekalahan beruntun yang ia alami, sampai tantangan yang benar-benar membuat hidupnya jumpalitan; menaklukkan hati seorang gadis bernama Sheva.

Sementara itu, Sheva merasa Ragil adalah atlet bulu tangkis paling sombong sedunia. Pertemuan pertamanya dengan sang atlet benar-benar membuat mood-nya berantakan. Segala perlakuan Ragil yang semena-mena, sikap congkaknya yang keterlaluan, serta kebiasaannya yang sok ‘ngartis’ mengantarkan Ragil dalam daftar orang yang paling Sheva benci. Harapannya untuk tak bertemu dengan pria itu lagi harus ia kubur dalam-dalam, profesinya sebagai jurnalis sebuah tabloid olahraga membuatnya tak bisa menghidar dari Ragil. Berbagai perlakuan ajaib Ragil sering membuat Sheva frustasi, meski ada sisi dalam hatinya yang berbunga ketika mendapat perhatian dari sang atlet. Hingga akhirnya ia sadar akan satu hal; hanya Ragil yang bisa membuatnya merasakan sensasi perasaan sebal dan senang sekaligus.

Memenangkan hati Sheva bagaikan merebut match point dalam sebuah pertandingan rubber game yang sering Ragil mainkan. Setidaknya, ada tiga hal yang harus ia taklukkan. Pertama, rasa trauma Sheva akibat masa lalu keluarganya yang kelam. Kedua, pesona teman sekamarnya di Pelatnas yang sialnya berhasil mencuri perhatian Sheva. Ketiga, mantan kekasih Sheva yang tak henti mengajaknya balikan. Ketika mencapai match point pun tak menjamin Ragil akan meraih kemenangan. Tetapi bukan Ragil namanya jika ia tak memiliki segudang strategi mumpuni. Meski ia kerap kalah di lapangan, ia bertekad untuk memenangkan hati sang jurnalis kesayangan.

 

 

 



   3 komentar     |        1,068 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Deni Kusuma Deni Kusuma

Hai, Kak Fin. Match Poin ini keren. I like it! Tapi keknya ini lebih cocok buat bacaan dewasa deh. Mungkin nuansanya kali ya. entahlah. YA kurang gimana gt. Tapi tetep aku suka.

Kalo nanti udah ada di tobuk, bakalan kumiliki!

Rated!

*Kalo da waktu, mampir ya ka di naskahku, Dear Good Friends

July 12, 2017, 11:17 am
Eka Herlyanti Herlyanti

Hai, Fina. Aku dah baca ceritanya sampe habis. Wah, pantes kamu sering ngetweet soal badminton di twitter, ternyata ceritanya pun membahas soal itu. Keren. Dari halaman pertama udah memikat, meski memang lebih kental aura metropop-nya dibanding young adult. Mungkin karena tokohnya udah kerja kali ya. Tapi aku menikmati banget cerita ini. Suka sama dare dari Sheva buat Ragil Nge-jleb gitu. Gaya penulisan kamu udah kayak novelis sejati. So great.

Sukses ya Fina. πŸ˜€

June 28, 2017, 11:21 am
    sajidahummuafinah sajidahummuafinah

    Terimakasih, Kak. Salam buat Kayla dkk 😊

    July 2, 2017, 11:14 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama