Ingat saya
Cover



penulis : bare
dibuat : Tuesday, 26 September 2017 10:13 am
diubah : 1 bulan yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

– Masih dengan Hujan –

SINOPSIS

(Catatan lampau yang terkikis kemarau)

 

Selalu saja ada tawa dan senyum manis ditiap gerimis, perbincangan panjang dan mata yang selalu saling pandang.

 

Kala itu, delapan belas menjadi angka sakral di sayidan, di meja empat belas kita duduk dipisah gelas. Tanpa ada isyarat tangan kita saling genggam dan hati jatuh bersama rintik hujan yang manyapa jalan.

 

Waktu terus saja lalu lalang meninggalkan kita yang masih bercerita tentang masa silam.

 

Hujan kala itu adalah rindu yang selalu jatuh bersama rintiknya, hujan kala itu bagai penolong bagiku, sebab hujan membuatku bisa lebih lama memandangmu.

 

Pernah pula hujan mendekatkan jarak kita yang kala itu berteduh dibawah payung bergambar tikus.

 

Bait demi bait dulu tertulis hanya untuk nya, perempuan yang selalu punya kenangan ketika hujan.

 

.

 

#masihdenganhujan yang kini pendar dan tak lagi terdengar, tak lagi punya nyawa sedang sajaknya masih selalu ku baca, sebuah buku yang kita hasilkan berdua kini jadi teman setia pada tiap hujan turun, dia yang kita panggil tuan pangkat dua selalu ku buka.

 

Tiap goresan didalamnya membuat aku percaya bahwa dulu kita pernah saling bahagia, bercerita dengan kata, saling rindu dengan bertukar aksara.

 

Tuan pangkat dua memegang erat cerita kita, terukir indah masih didalam lembarnya, juga bekas bibir merah perempuan itu melekat abadi pada lembar terakhir tulisan kita.

 

 

Aku selalu suka bermain hujan sebab tiap rintiknya mengingatkanku pada senyummu yang pernah meneduhkan egoku

 

 

#masihdenganhujan kali ini, aku kembali berpuisi menyulam gerimis menenun hujan dan tenggelam dalam genangan masalalu.

#masihdenganhujan kali ini hanya bisa membaca kisah yang tak lagi ada,

 

#masihdenganhujan kali ini kopi tak lagi diselingi suaranya, dan

 

#masihdenganhujan kali ini hanya sepenggal memory yang kadang datang mengusik sepi

 

.

 

#mozaikrhe



   0 komentar     |        65 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama