Ingat saya
Cover



penulis : mubarok
dibuat : Monday, 25 December 2017 11:53 pm
diubah : 5 bulan yang lalu
vote cerita :
2 votes, average: 3.50 out of 52 votes, average: 3.50 out of 52 votes, average: 3.50 out of 52 votes, average: 3.50 out of 52 votes, average: 3.50 out of 5 (2 votes, rata-rata: 3.50 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Luka Kota Tua

SINOPSIS

Puisi-puisi yang tumbuh dalam buku ini berasal dari benih-benih kata yang

tersebar di kebun raya tiap sel tubuh ruaiku, aku tahu mereka pasti kan lenyap seketika

jika jemariku tidak cekatan untuk memeluknya. Rona puisi kadang gelap segelap-

gelapnya: patah, remuk dan terlupa, kadang juga puisi melahirkan ibu-ibu yang rela

memeluk anak-anaknya dengan sayapnya yang tidak lagi lengkap. Puisi ini hanya puisi

tak lebih.

Di sisi lain, ditemani mozaik-mozaik gambar sebagai sajadah kala ia

merebahkan kepalanya: Tak lengkap dan tak patut di minta. Kelindan warnanya

memuntahkan prakarsa berkalung semiotik di tubuhnya.

Aku dan puisi yang terlahir yatim tak lebih sekadar luapan mimpi, imaji dan

kepingan mata yang tak sepasang. Namun ia mempunya jemari: mungil dan tengil yang

dipakai guna menengadah di pelataran semesta.

Dan kepada para pembaca, barangkali pemaknaan kalian adalah mata lain yang

mampu menuntun kata tanpa mata, telinga lain yang bisa menikmati bunyi-bunyi puisi

sumbing atau barangkali tubuh kalian yang sejatinya mampu kepakan tubuh puisi ke

langit tujuh; ke Banda Naira. Namun, percayalah (lagi) buku ini Hanya Puisi tak Lebih.



   0 komentar     |        108 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama