Ingat saya
Cover



penulis : muhamad yasin
dibuat : Tuesday, 02 January 2018 6:48 am
diubah : 6 bulan yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

LANGIT KOTA

SINOPSIS

`

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

lelaki gemuk menarik Aku keluar dari kamar, sangat brutal  iya memintaku untuk terus berjalan, padahal mata ini masih sangat tidak nyaman, masi sedikit lebam lantaran semalam habis-habisa beberapa orang dewasa memukul dengan sangat membabi-buta, terlihat banyak sayatan dan memar-memar membiru disekujur tubuh ini, badanku lemas luar biasa, ntah apa yang sebenarnya salah dalam hidup, padahal aku tidak pernah bermasalah dengan apapun itu, tapi kenapa malah serumit ini. Aku sampai pada 1 ruangan dengan satu kursi yang sepertinya disediakan untuk satu orang, Mau tidak mau, suka tidak suka aku harus menempati kursi yang tidak terlalu bersih. tiga orang dewasa menatap dengan senyuman penuh kepalsuan, dan 1 orang menghampiriku.

“maaf!”

 bisiknya sembari memasukan cairan kedalam tubuh, terasa sangat jelas menusuk, Jarum suntik itu berhasil membuatku ingat betapa sakit gigitan semut merah.

“adik saya dimana?”

 suara memelan sembari merasa lemas tubuh yang sepertinya bertambah. iya tersenyum sembari memegang pergelangan tangan ini.

“dia baik-baik saja”

 balas dengan nada memelan. Mata itu mengabaikan aku, tapi tidak dengan telinganya.

“lihat ini”

pintanya sembari menggambarkan sesuatu yang kurasa berbentuk bintang dari tiap sentuhan jemari yang iya perlihatkan ditelapakan.

“bintang?”

 tanya aku dengan sedikit sisa-sisa kekuatan. Jelas itu gambar bintang, iya menggambarnya dengan sangat jelas walau sebatas ukiran dari jemarinya. Belum sempat terjawab, mata sudah tidak sanggup menatap, aku rebah diantara senyum lelaki itu.suara disekitar masi sangat bisa jelas kudengar.

“apa yang kau lakukan?”

 ucap suara serak yang ku tak tau darimana asalnya.

“hanya mengecek urat nadinya saja”

“jangan buat ini semakin lama, Bos tidak suka menunggu”

 cetus sembari mengangkat ragaku.

“saya minta maaf!”

Aku tidak paham apa yang kudengar, aku tak mengerti maksud dari semua ini, kenapa tidak sekalian dia membuatku pingsan, kenapa dia membiarkan aku masih bisa mendengar, kenapa dia membuatku masih tersadar, apa sebenarnya semua ini, lalu dimana adiku, dimana Bapakku, dan dimana Aku saat ini?.



   0 komentar     |        98 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama