Ingat saya
Cover



dibuat : Saturday, 15 July 2017 11:22 pm
diubah : 4 bulan yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 4.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Lalu Laguku

SINOPSIS

Cerpen Fiksi : Lalu Laguku

   Yoga memandangi Mei yang terbaring di atas tempat tidurnya. Di samping Yoga berdiri kakak lelaki Mei, June. 

 “Mei begini karena mendengarkan lagumu.” June menuduh Yoga dengan perkataan dan tatapan matanya. 

   Yoga menoleh ke arah June. “Bagaimana bisa? Itu kan hanya sebuah lagu.” Yoga kebingungan. Dia berdiri, berhadapan dengan June. Kedua mata Mei terpejam. 

   “Lagumu sinting!” 

  “Mungkin Mei punya masalah yang tidak pernah dia ceritakan pada siapapun.” Tebak Yoga. 

   “Lirik lagumu menyuruh orang untuk mengakhiri hidup. Itu sinting namanya! ‘Let us suicide, lalu laguku mati bersamaku’ kamu tahu kata itu seperti mantra, jika kata – kata terus diulang pada dirimu maka tanpa kamu sadari kamu akan terpengaruh.” June memberikan isyarat tangan agar mereka berbicara jauh dari Mei. 

   Yoga mengikuti June ke arah ruang tamu. 

    “Omong kosong! itu kan hanya sebuah lagu!” Yoga menahan amarahnya. 

    “Kenyataannya Mei mencoba mengakhiri hidup setelah mendengarkan lagumu. Dia sering mengulang lagumu di kamar sendirian dan aku menemukan dia mencoba menggantung lehernya sambil mendengarkan lagumu. Bukankah itu sangat mengerikan?” June melihatnya dengan tatapan marah.

    “Bukan laguku yang sinting tapi adikmu yang sinting!” 

    “Kamu!” June menarik kerah baju Yoga. Hampir – hampir melayangkan pukulan pada Yoga. 

    “Kakak!” teriakan Mei membuat June dan Yoga melihat ke arah Mei yang berdiri di depan kamarnya yang berada cukup jauh dari ruang tamu. Tapi mereka berdua dapat melihat Mei. 

   June melepaskan Yoga dan segera menghampiri Mei. 

   “Mei, kondisimu belum stabil. Kembali ke kamar kamu lagi ya.” Pinta June. 

    Mei menggeleng dan memperlihatkan pergelangan tangannya yang berdarah. June sangat terkejut dan lebih terkejut lagi ketika lagu Yoga yang berjudul ‘Lalu Laguku’ terdengar perlahan dan semakin keras dari arah kamar. 

  “Mei apa yang kamu lakukan?” June menatap khawatir adiknya kemudian menoleh ke arah Yoga. 

   Yoga merasa tatapan June sangat mengerikan dan membuatnya sulit bernafas juga sulit bergerak. “Tolong, tolong,” 

   June menyeret lengan Yoga.

  “Tolong,” Yoga tidak bisa bergerak. 

   Setelah beberapa kali berontak Yoga berhasil membuka matanya. Keringat bercucuran. Ia tertidur ketika sedang merekam lagunya. Lagunya terdengar perlahan dari handphone-nya ‘Lalu Laguku’. Ia ingat mimpi itu ia bergidik ngeri. Ia matikan lagu itu, kemudian menghapusnya. Ia ambil catatan lagu itu, merobeknya kemudian membuangnya ke tempat sampah. 

   Saat ia bercermin, dia melihat ada darah di lengannya. Dia berteriak panjang penuh ketakutan. Itu semua mimpi kan? June dan Mei hanya ada dalam mimpi. Dia sudah membuang lagunya yang berjudul ‘lalu laguku’ tapi kenapa ada darah di lengannya?

   Yoga sangat ketakutan. Kemudian dia merasa ada sesuatu yang menindihnya. Dia tidak tahu apa itu. Ia mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa. Ia merasa tidak bisa bergerak dan merasa pengap. 

   “Tolong!” 

 “Yoga, Yoga bangun Yoga!” suara lelaki membangunkannya. 

   Yoga membuka matanya. Mimpi. 

   “Kamu kenapa? Ngalamin sleep paralysis ya?” Yoga menoleh ke arah suara perempuan. 

    “Gimana nih? Lagu kita yang berjudul ‘Lalu Laguku’ mau dilanjutin gak? Kamu malah ketiduran sih.” 

     “Band kita pasti jadi terkenal.” 

   Yoga melihat mereka bergantian. June dan Mei. 

   Yoga yakin dia masih bermimpi. Mimpi di dalam mimpi, di dalam mimpi. Dia ingin bangun. Dia berteriak panjang. 

-Selesai-

 

Sabtu 15 Juli 2017, 23:04

Catatan Penulis :

***Sleep paralysis adalah suatu keadaan ketika sedang tidur, serasa ada sesuatu yang membuat tidak bisa bergerak, tidak bisa bangun. Orang Sunda bilang eureup – eureup. 

Terimakasih telah membaca cerpen saya :) saya masih harus banyak belajar menulis. 

Salam hangat, 

Daniar 

(Dinda Daniar Darussalam) 



   0 komentar     |        78 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama