Ingat saya
Cover



penulis : Garry Lynecker
dibuat : Monday, 11 March 2019 3:35 am
diubah : 1 minggu yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Kota Mati

SINOPSIS

Sebuah Awal

Tak…..tik…..tak…..tik…..tak, suara yang tak aneh lagi kudengar di setiap harinya, begitulah suara jarum jam yang selalu berputar tanpa sebuah akhir. di setiap malam yang sedikit diterangi oleh rembulan, hal yang biasa kulakukan hanyalah diam dan menunggu hari besok membangunkanku.

Di ruang yang begitu kecil dan gelap ini adalah istana yang selalu kudambakan. disaat malam yang akan berganti esok, hanya jam dinding yang berdentum tadi sedang menyanyikan lagu tidur untukku melalui suara kecilnya.

Akhirnya pagi hari yang tak pernah cerah dan hampir tak ada bedanya dengan gelapnya malam membangunkan dari tidurku, hal yang pertama kudapati hanyalah suara orang yang memulai aktivitas nya masing masing menuju tempat yang mereka namakan tempat bekerja, walaupun bagiku hal tersebut hanya sebuah tempat menghabiskan waktu dengan membuang arti kehidupan. bagaimana tidak, orang dijaman sekarang hanya pergi dipagi hari untuk bekerja dan pulang pada malam hari hanya untuk beristirahat, hal memuakkan tersebut harus dijalani hingga mereka tak mampu melakukan hal tersebut lagi.

Perkenalkan namaku Ginza Tamezuki atau sebut saja Ginza seperti orang orang yang memanggilku saat ini, aku tinggal di sebuah rumah kecil bertingkat pada daerah Block S di Negara Alfa ini. Sekarang adalah tanggal 01 Bulan Januari Tahun 2404, dimana populasi manusia di bumi ini hanya berkisar kurang dari 20 Juta jiwa, dan Negara kecil ini hanya memiliki populasi sekitar 1-2 Juta jiwa menurut perhitungan 5 tahun lalu, walaupun aku meragukan populasi tersebut masih dalam jumlah yang sama sampai sekarang. Bagaimana tidak? Dengan keadaan kota yang saat ini serta ditambah berjuta masalah yang tak terpecahkan.

Negara yang hanya memiliki 1 kota ini terasa tak jauh beda dengan neraka yang disebutkan pada buku yang kubaca saat kecil, bahkan terasa lebih mengerikan untuk hidup disini daripada di neraka tersebut, walaupun aku hanya membandingkan melalui penggambaran dari pikiranku semata. Mungkin jika mereka yang hidup pada kehidupan sebelumnya membaca cerita yang akan kutuliskan ini, mungkin hal yang terucap pada bibir mereka hanya kata “Tidak Mungkin”. Namun inilah realita yang terjadi serta derita yang manusia kini alami.

Aku menyebut tempat ini adalah Kota Mati, bagaimana tidak, hampir semua yang hal terjadi disini hanyalah kematian dan permasalahan yang sering juga berujung kematian. Arti kehidupan yang pernah kubaca dari beberapa lembaran buku yang berumur beberapa abad lalu, sangat jauh berbeda dengan yang terjadi di depan mataku sekarang, bahkan diriku sendiri berharap dapat hidup pada zaman buku tersebut walaupun harus membakar seluruh isi  kota mati ini untuk dapat hidup di zaman itu. Mungkin terdengar egois, namun jika manusia pada abad sebelunnya membaca lembaran cerita pada kertas selanjutnya, aku berani bertaruh mereka sama sekali tak ingin melihat atau mendengar hal yang terjadi disini terlintas di depan matanya sendiri.



   0 komentar     |        37 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama