Ingat saya
Cover



dibuat : Wednesday, 07 February 2018 5:51 pm
diubah : 4 bulan yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Kenangan seorang Astronom

SINOPSIS

   Ada dua tahun yang menentukan hidupku Saat ini, meskipun aku sudah tua, meskipun aku renta termakan usia, rayap-rayap waktu terus melahap masa hidupku di dunia, seolah-olah aku adalah produk dengan tanggal kadaluwarsa dan hanya menunggu kekadaluwarsaan itu tiba.

   Aku tinggal disebuah kota bernama Ciastra, aku lahir dan besar disana, kehidupanku bagaikan sebuah gelombang dan itu semua dimulai semenjak aku duduk dibangku kelas satu SMA.

   Usiaku sudah 59 tahun saat ini, meskipun rambutku sudah memutih, kulit mulai mengerut, tetapi semangat hidupku masih membara. Aku mengunjungi Air Terjun Susaruana dan kembali membayangkan masa-masa yang menentukan ketika aku menolong seorang gadis yang hampir tenggelam disana, aku pergi ke taman lavender tempat aku menghabiskan waktu masa-masa kecilku di kota ciastra, ada banyak yang aku lakukan dikala hidupku telah senja.

 Disisa hidupku ini, aku ingin menghabiskan banyak waktu untuk merangkai setiap ingatan menjadi sebuah perjalanan tertulis, kembali mengisahkan dua tahun yang menentukan dalam hidupku sehingga kini aku berhasil mewujudkan cita-citaku menjadi seorang Astronom dan mendirikan Taman Sains Antariksa di Kota Ciastra.

      Kisahku ini akan sulit dipahami oleh sebagian orang, pada mulanya kau akan sulit mengerti memahami alur hidupku karena pembahasan politik walikota dan peristiwa Gerhana Matahari Total 2016 silam, namun kau akan tahu bagaimana awal lembar kehidupan baruku dimulai semenjak dua buah bencana berhasil menghancurkan sebagian kota dan merenggut semuanya.

   Ketika bencana menimpa aku dihadapkan pada OSN 2016, aku memutuskan untuk membatalkan keikutsertaanku pada ajang OSN di palembang karena aku sadar aku terjatuh dalam lembah kehidupan, terjatuh dalam keputusasaan, terjatuh dari atas kapal dan terombang-ambing ombak lautan yang mengganas karena amukan badai diatasnya.

 



   0 komentar     |        76 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama