Ingat saya
Cover



dibuat : Friday, 29 December 2017 10:30 am
diubah : 5 bulan yang lalu
vote cerita :
2 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 5 (2 votes, rata-rata: 3.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

KARYAWAN BAPER

SINOPSIS

 

                  

                                                              SINOPSIS.

 

       Gue Alfie, kalau boleh jujur saat ini gue adalah seorang karyawan dengan keadaan yang cukup memprihatinkan. Jika ditelah secara silsilah mulai dari kakek, bokap dan gue sendiri kami sekeluarga memang hobi menjadi pesuruh dari orang lain. Dengan kata lain gue sekeluarga memang biasa untuk memperkaya orang lain yang gue sebut dengan bos. Ini memang sangat ironis karena kami sekeluarga turun temurun sejak zaman jepang memang hobi untuk menjadi babu. Dulu gue selalu menganggap bahwa jabatan supervisor itu sangat keren karena bisa dipercaya oleh atasan untuk memimpin anak buah. Yang pada kenyataan-nya menjadi seorang asu(aisten supervisor) gak enak karena gak juga membuat hidup gue menjadi kaya. Buktinya adalah gue hobi ngutang makan siang dan selalu mendadak amnesia jika disuruh bayar hutang. Dalam hal ini gue memang kalah dengan babi ngepet yang keluar malam tapi bisa jadi kaya.

      Gue itu sejak dulu biasa diremehkan oleh orang lain. Dan yang paling terbaru, gue diremehkan oleh mbak-mbak spg makanan, karena orang lain ditawarin makanan sedangkan gue enggak padahal pas lewat depan rumah dia gue lagi nenteng laptop. Mungkin si mbak kira laptop yang gue bawa itu pasti punya bos gue, mungkin dia mikir karena pasti orang seperti gue gak bakalan punya laptop kecuali laptop curian. Kampret.

      Sejak lahir gue mempunyai riwayat kesehatan yang buruk mulai dari sering sakit masuk angin, bisul dan yang terakhir adalah cacingan. Entah bawaan alam atau memang gak cocok jadi orang kaya. Sejak dulu gue itu paling gak bisa tidur dengan namanya yang pakai Ac, bukan karena gue takut masuk angin melainkan gue selalu kepikiran bayar tagihan listrik yang membengkak. Ternyata gue memang lebih takut miskin daripada takut sakit.

      Beranjak dewasa hobi sering sakit gue berlanjut. Berhubung gue selalu sakit maag, sakit hati karena gak naik gaji, namun untungnya gak sampai sakit jiwa. Saat ini yang paling menjadi masalah adalah sakit lambung yang selalu kumat. Dan untuk memperbaiki fungsi dari lambung gue pernah berobat kebanyak tempat yaitu dokter, mantra dan yang terakhir adalah dukun beranak dan dukun sunat yang menawarkan berbagai motif..

      Gue pernah pergi ketempat ke seorang sinshe yang katanya bagus, paten obatnya dan tentu saja murah. Jujur murah adalah kata yang sangat gue gemari karena memang bawaan sejak lahir. Gue heran karena kabar tentang sinshe yang sangat terkenal di kampong gue memang sedang menjadi buah bibir karena sering menjadi pembicaraan emak-emak gossip di pinggir gang. Kalau boleh jujur gue sebenarnya agak curiga dengan cerita sinshe yang katanya bagus itu karena menurut gossip ytang beredar yang juga disebarkan oleh tukang sayur keliling langganan emak-emak(yang tentu saja juga tempat ngutang emak gue) kalau sinshe tersebut memang ampuh karena banyak orang yang berobat dan sembuh. Sebenarnya gue agak ngeri jika sebanarnya gossip yang disebarkan sama tukang sayur langganan emak gue sebenarnya dia adalah engkoh-engkoh yang berprofesi sebagai tukang jamu obat kuat.

      Disaat gue pergi ketempat sinshe tersebut gue baru sadar ternyata dia memang seorang ahli pengobatan yang manjur namun kocak karena ngomongnya ceplas-ceplos. Namun dibalik sifatnya yang sangat apa adanya kepada pasien sesungguhnya dia adalah orang yang sangat baik karena selalu memberi pantangan tentang keluhan penyakit yang sedang diderita pasien. Kalau boleh dibilang apa yang iorang lain anggap dia judes karena gak mengerti tentang sifatnya saja.

      Kalau gue fikir sebenarnya setiap orang ingin dihargai oleh orang lain apapun itu caranya. Contohnya seperti gue, Mo Dedi, dan Kabayan. Orang yang selalu ingin dihargai oleh orang lain secara financial  karena sesungguhnya kami adalah orang norak kampungan yang selalu dibelit hutang. Dan kami sangat percaya kalau suatu saat nasib kami akan berubah. Mungkin karena doa Kabayan, ratapan iba Mo Dedi dan kesungguhan gue dalam berusaha, akhirnya kesempatan itu datang juga, ya kesempatan yang sedang kami tunggu akhirnya muncul juga, karena dengan satu kesempatan yang sedang kami peroleh, kami mengerti bahwa hidup gue, Mo Dedi, dan Kabayan akan naik derajat satu tingkat kearah yang lebih baik, yaitu karena kami bertiga secara resami mendapatkan credit card dari bank. Mungkin itu adalah wujud cinta Tuhan kepada umat-NYA dan sedang meninggikan derajat mahluknya di mata orang lain dengan sebuah credit card. Sekarang kami memang diijinkan untuk berhutang.

      Gue, Mo Dedi dan Kabayan sangat sangat sadar betul bahwa kesempatan ini yang datang dari Tuhan ini memang gak boleh dianggap remeh dan tentu saja kami harus  bersyukur dengan berkah ini yaitu dengan cara membelanjakan pemakaian pertama kartu kredit kami untuk makan-makan di tempat yang mahal. Dan tempat yang kami pilih adalah sebuah restoran seafood. Benar, inilah kebanggaan terbesar kami karena telah diberi kartu kredit yang artinya kami memang sangat di ridhoi oleh bang untuk berhutang. Dan gue berharap dengan cara itu maka derajat gue, Mo Dedi dan Kabayan akan naik satu tingkat. Sekarang kami adalah gembel naik kelas. Amin.

      Setibanya di restoran seafood gue, Mo Dedi dan Kabayan langsung memesan menu makanan yang cukup enak menurut lidah orang susah seperti kami. Mulanya Kabayan yang meminta gue dan Mo Dedi untuk memilih menu terlebih dahulu, namun gue curiga karena gak biasanya Kabayan mau berbuat baik, menurut gue Kabayan adalah type manusia yang akan rebutan kalau soal makanan.

      “ Jadi begini pak. Kita itu kesini untuk ritual putus urat susah!” bisik Kabayan ke gue dan Mo Dedi.

      “ Ritual apaan neh? Maksud loe gimana neh Kabayan? Jangan-jangan loe muja ya Kabayan? Jadi loe mau ngorbanin gue dan si Mo untuk jadi tumbal loe gitu? Gila loe ye Kabayan!! Sekarang loe ngajak gue dan si Mo makan enak dan habis itu loe mau ngorbanin gue buat tumbal jin pesugihan loe itu? Dan gue nanti dimakan siluman tempat muja loe gitu?” gue mulai panik saat Kabayan menyebut ritual. “Mo.. kita mau dijadiin tumbal neh sama Kabayan biar dia jadi orang kaya terus kita yang mati! Kita mau dikorbanin Mo!” sambung gue teriak ke Mo Dedi.

      “ Yang bener loe Kabayan? Wah sialan juga loe ya! Gue gak nyangka loe yang tampangnya hello kitty ternyata jahat juga mau ngorbanin gue sama si Jong yang jelek ini ke siluman  biar loe kaya gitu? Loe yang kaya terus gue yang mati gitu? Ayo cepat jawab, loe muja siluman apaan Kabayan? Siluman babi apa siluman tapir? Teman makan teman loe Kabayan!!! Nyesel juga gue punya teman yang mukanya unyu tapi bengis!” gue salut sama Mo Dedi karena hari ini dia galak banget sama Kabayan. Lanjut Mo Dedi “ Tapi Kabayan gue mohon sama loe tolong cari siluman yang lain karena siluman yang itu jelek-jelek semua! Gue gak mau mati sama siluman jelek Kabayan!” sekarang si Mo Dedi mulai sama paniknya dengan gue. Nampaknya Mo Dedi lebih peduli kita mau dikorbankan kesiluman apa dari pada berusaha kabur menyelamatkan diri. Gue berdoa semoga Mo dedi yang dimakan siluman duluan agar gue bisa lari estafet.

      Jadi menurut gue ini pasti ada yang salah, gak mungkin Kabayan mau berbuat baik. Gue curiga dia pasti mau menjadikan gue dan Mo Dedi sebagai tumbal pesugihannya biar cepat kaya. Sepertinya gue harus mempercepat keinginan untuk resign jadi temannya Kabayan sebelum gue di korbankan ke siluman kampret tempat Kabayan muja.

     Ditempat kerja gue mempunyai bos yang galaknya naujubille sampai membuat semua orang takut. Sebenarnya gue seneng banget waktu tahu dia gak masuk kerja dan akan pergi berlibur beberapa hari. Sebenarnya gue sempat berdoa dan member saran ke si bos agar berlibur yang jauh sampai ke Afrika dan semoga gak balik lagi karena diculik singa Afrika. Amin. Selain galak nya yang diluar manusia normal, sampai-sampai dia mendapatkan julukan manusia setengah jin karena sifat galaknya itu. Jangan  pun manusia, jin juga ngeri kalau dia lagi ngomel.

      Disamping bos gue itu mempunyai sifat galak yang melebihi singa Afrika, doi juga mempunyai suatu hobi yang sangat dibenci oleh orang lain yaitu pelit! Kalau boleh dibilang pelitnya bos gue memang melebihi orang lain, maka wajar kalau dibilang pelitnya bos gue itu melebihi orang pelit. Gue pernah diomelin dia habis-habisan karena alasan yang sangat sepele yaitu gak bisa menghemat kertas. Gue diomelin bos gue karena kebiasaan gue tersebut.

      “ Memang pengaruh ya bu masalah bangkrut perusahaan dengan saya pake kertas?” gue  mulai ngeyel karena berpendapat bahwa yang gue lakukan ini adalah hal sepele, namun tidak bagi si bos.

      “ Ya pengaruh lah dasar kamu memang pea..!!! coba bayangkan jika kamu dan beberapa juta orang didunia ini melakukan apa kamu lakukan tadi….???” ibu bos diam sebentar hendak mengambil nafas dan menggaruk kepalanya sambil mengumpulkan amunisi kemarahan dan siap menumpahkan semuanya ke gue.

      “ SEMUA PERUSAHAAN DIDUNIA INI AKAN BANGKRUT…!!! DAN BUKAN ITU SAJA! KARENA HAL YANG TADI KAMU LAKUKAN AKAN MEMPERCEPAT KIAMAT DATANG…!!!!!!!!” muka gue langsung pucat ketika si bos berteriak keras didepan gue. Pandangan mata gue mulai kabur dan gue berdoa agar gendang telinga gue nanti enggak bermasalah. Gue juga berdoa semoga Bpjs bisa menanggung biaya sakit karena diomelin bos. (sekali lagi gue mengucapkan) Amin.

      Gue sadar betul sebagai seorang karyawan biasa memang terlalu banyak banget cobaannya sampai gue pernah memikirkan untuk resign dari tempat kerja gue karena beratnya tuntutan pekerjaan. Gue juga faham sebagai karyawan yang minim kemampuan, sabar adalah jalan satu-satunya yang gue punya untuk bertahan di tempat kerja gue sekarang dengan alasan masih butuh makan dan masih banyak cicilan yang belum gue lunasi. Buat gue dengan kondisi yang sekarang, keadaan gue memang masih jauh lebih baik karena maasih bisa berkerja. Coba bandingkan dengan nasib banyak umat manusia diberbagai belahan dunia ini yang masih benyak menganggur karena gak memiliki pekerjaan. Gue masih harus banyak bersyukur dengan keadaan gue yang sekarang karena setidaknya gue masih bisa berfikiran positif dan mampu membawa penderitaan gue kearah yang lebih baik. Dan gue gak perlu baper untuk terus meratapi nasip gue disini.



   0 komentar     |        203 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama