Ingat saya
Cover



penulis : wulanwhy
dibuat : Wednesday, 28 June 2017 6:01 pm
diubah : 4 bulan yang lalu
vote cerita :
2 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 52 votes, average: 3.00 out of 5 (2 votes, rata-rata: 3.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Kali Kedua

SINOPSIS

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

“Lo kenapa bersikap kayak gini, Nad?” Lirih Vero.

Nadia yang mendengar ucapan lirih Vero itu hanya tergugu. Tak tau harus berbicara apa, keduanya hanya diam. Keadaan hening itu membuat keduanya menjadi canggung.

“Lo gak tau apa yang sebenarnya terjadi dihidup gue, Ver. Dan gue rasa lo gak perlu tau itu.” Dengan nada datar Nadia berkata tanpa membalikan badannya. Nadia yang saat ini masih memunggungi Vero hanya bisa menyembunyikan perasaannya itu.

“Kenapa gue gak boleh tau, Nad? Kenapa?” Tanya Vero, saat ini Vero benar-benar dibuat frustasi oleh Nadia. Vero menghembuskan nafas gusarnya dan masih menatap punghung kecil Nadia.

“Karena lo bukan siapa-siapanya gue.” Dengan nada sarkastik Nadia menjawab pertanyaan Vero. Kemudian beranjak pergi dari taman.

‘Maafin gue, Ver. Gue udah nyakitin elo. Maaf. Gue belum siap untuk ini semua.’ Batin Nadia masih berseteru dengan pikirannya.

Vero yang mendengarkan jawaban dari Nadia hanya terdiam, tiba-tiba seluruh badannya lemas dan lututnya seperti jelly setelah mendengar itu semua. Vero dengan masih setia menatap punggung Nadia yang semakin mengecil karena sang pemilik punggung itu sudah berada jauh dari tempatnya berdiri saat ini.

‘Kenapa Nad? Gue cinta sama elo. Gue sayang sama elo. Kenapa elo gak pernah kasih tau alasan elo yang selalu nolak gue? Kenapa?’ Cairan bening itu menetes dari matanya. Jujur saja, Vero memang seorang pria. Tetapi jika sudah menyangkut masalah hati dan juga gadis yang ia cintai, ia akan menjadi begitu cengeng.

‘Gue akan selalu nunggu elo, Nad. Gue janji.’ Tekad Vero pada dirinya.



   2 komentar     |        319 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
yugayatriayu

Jadi penasaran kelanjutannya, keren kak. Tetep semangat buat nulisnya ya ^^

June 29, 2017, 11:02 am
    wulanwhy wulanwhy

    terimakasih sudah baca^^

    June 29, 2017, 9:39 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama