Ingat saya
Cover



penulis : Hermawan
dibuat : Thursday, 06 December 2018 6:55 pm
diubah : 1 minggu yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Kaca Negara ( Jodhipati )

SINOPSIS

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Namanya Kaca Negara. Umurnya sebelas tahun. Ia tinggal bersama paman dan bibinya serta saudara sepupunya. Rumah sederhana berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Jogja kota Budaya dan Pendidikan. Banyak tempat wisata pantai, sejarah, candi serta budaya yang membahana.

Ia mempunyai sepupu yang membencinya. Ia mendapatkan banyak masalah darinya. Saat itu datang sepucuk surat untuknya. Tetapi paman dan bibinya merebut surat itu darinya. Hingga boom surat menimpa rumah mereka. Paman dan bibinya merasa terancam. Ia meninggalkan rumah untuk menginap di Hotel Mercury, tetapi surat tetap datang padanya. Pamannya membawa mereka ke gubuk kecil ditepi pantai. Tetapi datang seorang manusi tak dikenal bernama Permadi masuk ke gubuk itu. Ia mengucapkan selamat ulang tahun pada Kaca.

Ia membawa Kaca ke Braja Asta, untuk membeli perlengkapan masuk padepokan Saloka. Karena Kaca Negara tak memiliki bawa atau mana sulap maka ia hanya dapat menggunakan senjata gada. Ia pergi ke Saloka dalam perjalanan bertemu Manyu dan Kirana, Manyu menjadi sahabat setia Kaca. Untuk yang bukan darah satria para ksatria menyebutnya Wusana.

Kaca, Kirana dan Manyu satu ksatrian Jodhipati. Kaca mendapatkan banyak petualangan di Solaka. Menjadi wulung di pertandingan Braja, membuat Ksatrian menjadi pemenang para pertandingan pertama melawan Madukara. Alas Bronto menjadi musuh dalam pertandingan Braja.

Kaca menaruh curiga pada Batara Saka sinis memandanganya. Petualang Kaca dan Sahabatnya membuatnya bertemu dengan Macan Penjaga.  Ia melawan Batara Somad yang bekerja dengan Nagasaru, musuh yang membunuh orang tuannya. Bagaimana petualangan selanjutnya.



   0 komentar     |        5 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama