Ingat saya
Cover



penulis : Besok Libur
dibuat : Monday, 30 July 2018 7:21 am
diubah : 3 minggu yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Jangankan di nilai, Dibacapun tidak

SINOPSIS

Tiba-tiba sepasang tangan mungil Dewi anggraini menggengam sepasang tangan Jaka Indi, ….
Paman Jaka Indi, … menikahlah denganku, aku janji akan menjadi istri yang baik…. jelasnya seraya matanya menatap mata Jaka indi dengan penuh harap.

Jaka Indi jadi melengak, …
serasa mati gaya dan merasa kikuk sendiri,

katanya, “ apa anak gadis secantik diriimu, tidak merasa risih dan malu… mengungkapkan perasaannya pada seorang pria, terlebih pria tersebut jauh lebih tua darimu.

“Mengapa aku tidak berani mengucapkan isi hatiku
sendiri? Ini kan bukan sesuatu yang memalukan?

Jika main sembunyi-sembunyi,
dalam menyukai seorang, tidak berani mengutarakannya, tapi diam-diam selalu memperhatikan dan curi-curi pandang , cara beginilah baru memalukan dan menggelikan ….
Betul tidak !?”

Entah kenapa Jaka Indi jadi merasa ada yang lucu dan membuat geli dirinya, saat mendengar ucapan gadis itu.
karena didunianya … pria yang lazimnya berkata demikian.

“Tapi aku pria yang telah beristri….. dan kamu juga masih anak-anak…” .ucap Jaka Indi sambil menatap mata gadis remaja itu dengan tersenyum

“Disini setiap pria bisa memiliki banyak istri,
apa anehnya menyukai pria yang telah beristri,” jawabnya tanpa ragu.
” dan aku juga sudah bukan anak-anak lagi, banyak pria yang menyukaiku,” katanya sambil memperbaiki posisi duduknya dengan bersikap tegak dan membusungkan dadanya yang bernas, … yang memang bentuk tubuhnya telah menunjukan bahwa ia bukan anak-anak lagi.

“Tapi meski kau menyukaiku, berdasar keadaanku yang telah beristri, rasanya belum tentu aku bisa menyukaimu.”

“Yang penting aku suka padamu, apakah kau juga suka padaku atau tidak, bukan soal,
karena kalau aku menunjukan rasa sukaku dengan sungguh hati, aku yakin suatu saat kau juga bisa menyukaiku

“Hmm,….” Jaka Indi tidak tahu apa yang mesti diucapkannya. selain nyegir … dengan perasaan runyam. seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.



   0 komentar     |        27 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama