Ingat saya
Cover



dibuat : Friday, 21 April 2017 2:18 am
diubah : 7 bulan yang lalu
vote cerita :
2 votes, average: 5.00 out of 52 votes, average: 5.00 out of 52 votes, average: 5.00 out of 52 votes, average: 5.00 out of 52 votes, average: 5.00 out of 5 (2 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Jangan Pernah Keluar Rumah Tanpa Membawa Cinta

SINOPSIS

Saudara, ini saya persembahkan 14 kisah kehidupan sehari-hari. Kisah ini saya rancang supaya bisa memotivasi para pembaca untuk mencintai ilmu dan rajin mempelajari ilmu islam. Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa dakwah harus lewat kisah?”. Saudara, saya jadi ingat saat berusia 20 tahun. Hmm, saat itu saya berusaha mengikuti pengajian rutin di salah satu masjid di Sidoarjo Jatim. Abis subuh, ngantuk, pengajiannya monoton banget, duh … duduk mendengarkan pengajian 10 menit tuh rasanya lamaaaa banget. Benar-benar boring. Sama … saat saya berumur 16 tahun, tiap malam minggu aktif di pengajian kampung. Saya bersama puluhan teman-teman jalan bareng ke rumah Pak Kiyai untuk rutin mendengarkan ceramah. Tapi … hmm … ceramahnya monoton banget. Duh … padahal begitu banyak ilmu islam, tapi kenapa hanya ngebahas yang itu-itu aja? Hmm … padahal begitu banyak metode mengajar, tapi kenapa hanya memakai yang itu-itu aja???? Itulah kenapa saya menulis buku ini.

Dalam buku ini, saya memperbanyak model penulisan dialog supaya lebih mudah dipahami, tidak bertele-tele, mengena jiwa, fun-asyik. Bertele-tele itu sangat membahayakan karena akan membuat pembaca berhenti membaca padahal baru 3-8 halaman. 

Background buku ini adalah tentang permasalahan di negeri ini sendiri. Jadi update banget mulai dari masalah malas belajar, suasana hati sebelum menikah, uang haram, kesalahan parenting, ilmu-ilmu yang tak pernah diajarkan di sekolah hingga bab menata hati di saat sedih berlarut. Banyak masalah penting tersentuh halus di buku ini.

Hampir 90% kisah dalam buku ini berdasarkan kisah nyata. Jadi sangat mem-bumi, bukan berdasarkan khayalan.

Manusia itu mempunyai sifat penuh emosi. Kalau langsung disuruh tu kadang tidak simpati, malahan sebaliknya-antipati. Tapi kalau lewat cara yang lebih halus, malahan mau. Inilah fokus sebenarnya dari buku ini.

 

******



   0 komentar     |        160 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama