Ingat saya
Cover



penulis : Besok Libur
dibuat : Saturday, 30 June 2018 4:46 pm
diubah : 17 jam yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 5.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Jaka Indigo dan Dunia Astral

SINOPSIS

…. Tampak cahaya penerangan dikamar mandi disalah satu sudut Istana, menyinari tubuh Dewi Yuna yang sedang berendam di bak pemandian, tubuhnya yang putih mulus, serta licin dan halus bagai sutra, tersinari oleh cahaya pelita yang bercahaya terang
 
Ia dengan malas malasan membaringkan badan dengan terlentang di dalam bak mandi yg berisi air hangat, sepasang kakinya yang jenjang dan halus diletakkan tinggi tinggi diatas pinggiran bak,
 
membiarkan telapak kakinya berada diudara terbuka…
sementara badannya terendan dalam air yg hangat.
 
Dewi Yuna terlihat sangat senang dan gembira dengan cara mandi demikian.
Setelah melakukan perjalanan hampir dua bulan lebih lamanya, Berendam di-air panas dapat memberikan sensasi kenikmatan tersediri.
 
cara mandi demikian telah membuat ia melupakan segala kepenatam dan keletihan selama dalam perjalannya yang panjang itu.
Sekujur tubuhnya semua terendam dalam air hangat,
hanya bagian kepala dan wajahnya serta
sepasang mata beningnya yg setengah terpejam itu saja yang berada diatas permukaan air, dengan matanya imulai menatap kearah kakinya yang indah.
 
Sepasang kaki itu pernah mendaki gunung yang tinggi, pernah melintasi sungai yang panjang, pernah melakukan perjalanan tujuh hari tujuh malam berturut-turut didaerah badai salju yang dingin, juga pernah melakukan perjalanan digurun pasir yang panas
 
Sepasang kaki itu pernah menendang sampai mati tiga puluh tujuh ekor srigala, pernah menendang mati seekor macan kumbang dan seekor singa padang pasir, serta pernah menginjak sampai mati beberapa ular dan kalajengking yg berbisa, dan tidak jarang pula menendang banyak pemuda berandal.
 
Tetapi sampai saat ini. sepasang kaki itu masih tetap demikian jenjang dan indah, demikian halus putih dan bersih, tanpa bekas luka sedikitpun, tanpa cacat dan noda sekalipun.
Seumpama seorang gadis pingitan yang belum pernah melangkah keluar dari dalam kamarnyapun, sekalipun… belum tentu memiliki kaki yang demikian indah dan sempurna. seperti kaki miliknya,….
 
Lalu dewi Yuna menjulurkan tangannya keatas, membasuh dengan air hangat jari-jari tangannya secara bergantian.
sepasang tangan itu, tampak demikian putih dan halusnya lembut dan gemulai seperti tak bertulang, …..
entah sudah berapa banyak pemuda hidung belang dan orang jahat yang dibunuhnya. dengan tangannya yg halus dan lembut itu
 
Disamping itu Ia memang suka sekali dengan berbagai jenis petualangan dan berbagai aktitas yang mengandung bahaya.
 
Ia gemar menunggang kuda yang dapat berlari paling cepat, mendaki gunung yang paling tinggi, menuruni jurang yang paling curam, membunuh orang yang paling jahat.
 
banyak yang berkata, bahwa mereka yg menjalani kehidupan yang keras , akan membuat seseorang terlihat kasar dan tua
 
Akan tetapi perkataan banyak orang itu tidak berlaku baginya.
 
Matanya masih tetap bening dan indah, kulitnya masih putih bersih dan mulus, pinggangnya masih langsing dan ramping, bahkan buah dadanya masih tetap membusung tinggi dan padat. , Perutnya pun masih tetap rata,
sepasang kaki dan pahanya padat berisi dan indah .
 
Pendeknya, sekujur tubuhnya dari atas sampai kebawah, semua menunjukkan tubuh wanita remaja yg indah dan sempurna
 
wajahnya lembut berseri , senyumnya mampu mengetarkan hati setiap pria, kalau tertawa tampak lesung pipitnya yang manis menggemaskan..
Siapapun mungkin tak akan percaya kalau ia adalah seorang wanita muda yang sudah banyak melakukan pertempuran, pembunuhan. dan menjalani banyaknya kekerasan kehidupan
 
tapi bagaimanapun ia sekarang telah menjadi seorang istri, milik dari seseorang lelaki bernama Jaka Indi, milik seorang suami yg bahkan mungkin belum pernah melakukan pembunuhan, seorang pria yg tampan dan berkepribadian halus yg berasal dari kalangan manusia……
 
walau ia belum mengenal suaminya dengan baik,
tapi ia dapat merasakan kalau suaminya itu bukanlah pria jahat, ada aura kedamaian dan kesejukan saat berada didekatnya
 
Pantaskah wanita sepertiku, yg tangan dan kakiku pernah berlumur darah….menjadi istri baginya.
sekalipun orang yg kubunuh adalah memang orang yg pantas dibunuh.
 
Dapatkah aku menjadi istri yang baik.?
 
Renung Dewi Yuna….dengan hati yg gundah,….
 
 
 
 
 


   3 komentar     |        257 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Besok Libur Yusuf Gunadi

Mantaapp …
Lanjutkan

July 14, 2018, 12:43 pm
Rin Muna walrina

Ini dialog tagnya sengaja dibikin kayak gini ya? Aku kok bingung ya bacanya,,,,

July 6, 2018, 9:24 am
    Besok Libur Yusuf Gunadi

    makasih sudah berkunjung….
    dan makasih sarannya…
    maaf masih penulis pemula,

    mohon untuk terus baca dan terus beri saran dan masukannya

    Salam

    July 14, 2018, 12:31 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama