Ingat saya
Cover



penulis : aya wijaya
dibuat : Tuesday, 03 November 2015 11:22 am
diubah : 2 tahun yang lalu
vote cerita :
14 votes, average: 4.43 out of 514 votes, average: 4.43 out of 514 votes, average: 4.43 out of 514 votes, average: 4.43 out of 514 votes, average: 4.43 out of 5 (14 votes, rata-rata: 4.43 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Ini Caraku Membalas Dendam!

SINOPSIS

 

Anggra memang punya sederet mantan kekasih, tapi dia berani bersumpah bahwa dia tidak pernah memiliki mantan bernama Clara. Jangankan berpacaran, mengenal pun tidak!

 

Lalu apa maksud Clara mengaku sebagai pacar Anggra dan membuat kehebohan di lampu merah hingga keduanya jadi tontonan masa?

 

Ini adalah cerita tentang cinta, dendam dan karma. Ketiganya berjalan mengitar seperti lingkaran setan. Mungkin tidak selalu dibalas oleh orang yang sama, tapi percayalah bahwa karma akan tiba pada siapa saja…


 

 



   35 komentar     |        1,553 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Gusti A.P. Gusti A.P.

Itu film barat xD Lawas banget. Aku curiga itu film kelas B karena sama sekali nggak ada yang ingat waktu aku membicarakan film itu xD

Tapi waktu kecil aku benar-benar terkesan sama ceritanya :) Itu separuh drama separuh action. Girl power gitu xD

Iya, di ALTAIR dan ruang Kekkai kami akan terus menyemangatimu :) Lanjutin juga naskah-naskahmu yang sudah punya banyak bab dan solid ide ceritanya :)

Kalau perlu ajukan di ALTAIR untuk membahas ceritamu bareng-bareng :) Anak-anak ALTAIR kadang suka turun ke bumi sendiri sih xD

Kalau dimention atau diPM baru mereka respon kan :)

November 26, 2015, 2:07 pm
Alantika Putri Alantika Putri

Baca cerita kalian, baca komen-komennya, bikin semangat nulis lagi euy, ahahahahhahahaha.

November 25, 2015, 3:02 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Kamu kemana aja woiiii… ilang lama ga nulis2 abis ultah kejar2 cerita itu woooh…

    November 25, 2015, 3:34 pm
alhzeta alhzeta

waktu nulis awal bab 1, pasti bayangin adegan flashback ala film ya?

hahaha… saya juga kadang gitu, berusaha menyelipkan flashback di sela-sela adegan hanya untuk bikin penasaran, tapi yang ada malah bikin pembaca bingung.

saran aja ya, adegan flashback jadiin pembuka, baru ke bagian hampir tabrakan di lampu merah. Kan keren tuh, cerita diawali dengan konflik, dibanding dengan deskripsi alam.

Tapi kamu punya modal kok. konflik antara clara dan lingga menurutku sudah membuat penasaran. Insiden pernikahan yang kamu buka di awal, memancing rasa ingin tahu pembaca agar terus mengikuti.

Baca Walking After You -windry rahmadina kan? saya suka sekali cara dia menyampaikan konflik.
seumpama garis, dia mulai di tengah, perjalanan dari awal-tengah dan tengah-akhir dia ungkap secara berdampingan. Tapi ada batas yang jelas antara flashback dan adegan yang sedang berjalan. jadi pembaca enggak bingung.

Sekali lagi, salam kenal ya. makasih atas komentnya dan…. saya bahkan tidak tahu siapa itu Delain hihihihihi

Dan, seperti komentar di bawah. metropop dengan majas hiperbolis, hehehe… too hiperbolis. sebagai penggemar romance saya lebih suka baca romance dengan teknik bercerita yang smooth

November 12, 2015, 11:34 am
    aya wijaya ayawijaya

    Haiii Alhzeta salam kenal…

    Iya yak ide bagus jg tuh buat bikin ‘beat’ di awal bagian. Sipsip :)

    Hmmm… sayangnya blm baca *oke aku kudet ihhh >_< tapi udah dilist buat dibaca beberapa bukunya Windry :)

    Delain band dg aliran yg krg mainstream di Indonesia, hehe.. ngga bermaksud apa2 sih, penasaran aja apakah terinspirasi atau fans nya *kali nemu temen ngefans Delain aku hahahhaa

    Yupss… tergantung selera, cm mgkn aku emg harus mangkasin majas. Kadang kl udh kbwa adrenalin jd kmn2 hihihi *plak

    Eniweiii makasih udah berkenan mampir, selamat yaa… naskahnya terpilih. Yey!

    November 17, 2015, 5:53 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Delain? Aku suka tuh. Tahu soalnya dulu iseng cari lirik yang judulnya kaya draft novelku (April Rain). Eh dapat mereka xD

    Keren.

    November 18, 2015, 10:50 am
    aya wijaya ayawijaya

    Iya benar!!! April Rain itu lagu pertama Delain yg bikin aku jatuh hati! Lagu hasil rekomendasi dari seseorang yg membenci April setengah mati lalu memperkenalkanku pd band itu jg *curcol dikit*

    Ahhh.. ga nyangka lho Omagus hehhe… Sekarang lg suka Stardust (ini yg ngingetin aku ama judul novelnya Alhzeta) ama Here Come the Vultures, cobain deh πŸ˜€

    November 18, 2015, 10:57 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Iya? Benci April tapi malah rekomendasiin lagu April Rain? xD

    Aku nemu Delain serba kebetulan. Ya itu bikin naskah “April Rain”. Iseng search lho kok ada lagu. Dengerin deh. Langsung suka. Sampai ngebayangin kalau novel jadi, difilmkan lagu openingnya harus ini huahahah xD

    Si tokoh punya double shotgun (kaya Dante di Devil May Cry), satunya sampai dikasih nama Delain. Satunya Cain heheheh

    Ini jadi dengerin ulang. Ah, rasa sukanya tetep ga berubah. Jadi inget dulu selain April Rain juga dengerin yang Stay Forever

    Ini lagi nyoba dengerin Stardust sesuai rekomendasimu, Jeng xD Download ah… *sayang Delain ga ngetop di sini ya. Padahal Evanescene dulu bisa booming xD

    Btw kalau Stardust kayaknya ada deh lagu lain. Lagu jadul. Ada film juga judulnya Stardust xD Semacam ini sudah jadi judul yang mayan mainstream xD

    November 18, 2015, 12:02 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Ah Frozen juga enak xD

    November 18, 2015, 12:15 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Yups… karena April dan tb2 Rain adalah simbol kesia-siaan, ibarat panas setahun diapus ama hujan sehari. Gt kan liriknya? hehee… jd dia merekomendasikan karena merasa lagu ini sesuai dg suara hatinya yg membenci April gt lah…

    Kok ngga ada di daftar ceritamu Omagus si “April Rain?
    Genre musik ini menurutku banyak ngasih inspirasi, apalagi yg genrenya fantasi. Tonton aja vidklip2ny. liriknya variatif, ga melulu itu itu, aroma pagan, kebencian, sindiran, keputusasaan, cinta, protes dll

    Iyak Stay Forever bagus jg, Invidia itu jg lucu. Kan ngeluarin album baru 2014 kemaren “Human Contradiction”

    Hahahaa.. masih ngga nyangka kamu doyan Methal Gothic

    November 18, 2015, 12:53 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Methal Gothic mendominasi playlistku, gara2 ini jg aku pernah diterima kerja disuatu tempat karena dianggap seleraku anti mainstream ahahaha…

    Kalau mau aku rekomendasiin genre sejenis ada Within Temptation (fave aku bgt, nah si keyboardistnya si Delain itu ex-WT, trs WT sm Delain pny lagu duet judulnya No Complience), Amaranthe, Sirenia, Unsun, We are the Fallen, dll. Kalau mau yg agak lbh strong nuansa metal gothic symphonic-nya WT oke, ada jg Nightwish (dedengkot aliran), Epica, After Forever, Lacuna Coil, dll lah…

    Evanescene sbenernya kalau menurut para pencinta musik sjenis ini, ngga bisa disamain sih, katanya mereka lbh ngepop. Cb dngerin We are the Fallen itu suaranya Amy Lee bgt deh…

    *panjang kalau ngomongin ginian karena peminatnya di Indo jarang jd sk excited berlebihan kalau ada yg suka*

    November 18, 2015, 1:01 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Temenmu patah hati di bulan April? xD

    Hmm asiknya sih lagu-lagu band jenis ini biasanya artinya memang ganda ya. Liriknya nggak simpel. Kalau aku ngartiinnya sih orang yang kebulet sama pikiran dan sudut pandangnya sendiri. Sehingga dia nggak bisa melihat hal-hal positif yang ada di sekelilingnya (Fortune smiles on you. You’re not watching). Iya mungkin metaforanya disimbolkan sama hujan di bulan April itu. Hmmm…

    Oh Sirenia mereka juga? Aku lihat di youtube sih. Dari jauh ada gambar vokalisnya Delain. Tapi kukira bukan. Ternyata memang karya kolaborasi ya? Ntar kucoba xD

    Aku suka sama April Rain dan beberapa lagu Delain soalnya melodinya sih (bukan karena ngefans sama aliran musik tertentu. Kalau aku sih asal enak, didengerin xD). Terutama kalau di April Rain itu opening pianonya yang bening banget. Wuih xD

    November 19, 2015, 9:27 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    April Rain belum kumasukin di GWP. Soalnya belum solid banget xD Aku udah kepikiran cerita ini dari SMP. Ini semacam life time project. Cerita yang harus selesai sebelum aku meninggalkan dunia fana xD

    Jadi semua cerita yang kutulis selama ini itu kuanggap latihan biar bisa nyeleseikan April Rain.

    Idenya simpel sih. Adik perempuan yang nyari kakak perempuannya. Tambahi unsur magis, politik, action, perang. Maunya bikin alegori perang-perang yang ada saat ini.

    Jadi aku dulu pas kecil pernah liat film. Ceritanya adik perempuan yang berusaha bebasin kakaknya dari penjara. Nama mereka April sama May.

    Ibu mereka bikin puisi buat mereka pas kecil: “Hujan di bulan April. Bunga-bunga bermekaran di bulan Mei”

    Tahu film itu nggak? Aku terkenang terus sampai sekarang. Tapi lupa judulnya xD

    November 19, 2015, 9:30 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Btw lanjutin cerita ini dong xD November masih panjang xD

    November 19, 2015, 9:31 am
    aya wijaya ayawijaya

    ‘dEmmm… entahlah dia ga cerita, dia salah satu dedengkot forum Gothic & Symphonic Metal Indonesia gt lah… ahahaa…

    Ya bgtulah makna ganda, makna ganda ini sangat membantu manusia berhati gothic karena anak2 Gothic pny kecenderungan sulit dipahami & pny sudut pandang yg kdg dluar jangkauan jd liriknya cocok yg multi tafsir bgtu. Udah gt irama mendayu & liat deh videografi vidklipnya punya nuansa gloomy & murung disaat bersamaan… yg mewakilkan kegelisahan2 gt deh *susah njelasinnya*

    Mksudnya Sirenia kolaborasi sm Delain? aku blm liat. yg aku tahu Delain ft. Sharon den Adel “Within Temptation” (rada susah move on dr WT sih kl aku, kl mau yg agak mainstream dengerin Sharon ft. Armin Van Bureen hehee)

    Hampir semua aliran bgni melody-nya bgtu2 Omagus, makanya aku nyandu ahahhaaa… nah, pianisnya itu ex-nya Within Temptation

    November 19, 2015, 3:14 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Yahhh.. kirain. pdhl aku lgsg semangat buka pingin liat ceritanya. Langsung aja hajar ke penerbit kalau bgtu berartinya hehehe…\Kalau dulu aku smpe kpikiran bikin cerita & vidklipnya itu lagu Utopia-nya WT. Itu keren… kritiknya bener2 ahemmm…

    Itu pilem mana omagus? Aku malah ga prnh tau, drama mandarin kah? wwkkwkw…
    berangkat dr hal2 simpel, bergerak ke tema2 besar sampai politik, itu keren sih idenya, asal jd masuk akal aja. Kalau bs jd masuk akal bgt jd keren, aku jg suka baca/nnton cerita yg dr simpel jd rumit bgtu karena bikin kita ‘wow.. bs bgtu ya..” contohnya pilem The Reader-nya Kate Winslet ama Leonardo Di Caprio tuh… kereeeen… penghargaannya ga tanggung2 jg kan..

    Ini lg berusaha keras ngedit & melanjutkan. bntu doa ya hahahhaaa

    November 19, 2015, 3:19 pm
Ria Indria Ria Indria

Akhirnya bisa terkonek juga tapi…aku bingung mau ninggalin komentar apa… *lhoooo.

hmm… baca sinopsis sih jujur aku langsung penasaran sm cerita ini karena penulis bilang tentang cinta, dendam & karma. So interested. *maklum romance addict* hahha… Tapi sinopsisnya kurang greget. Apa hubungan ketiga kata (cinta, dendam, karma) itu sm si tokoh utama? Karena di sini penulis kurang menjabarkan sedikit apa maksud yg bakalan dimuat di dlm cerita… First, sepertinya sinopsisnya diperbagus dikit.. :)

The second, tentang typo.. hihi… ada sedikit typo n penempatan imbuhan yg krg tepat. *sok nya kumat ya aku* hwhaha

Third, hmm… bingung. haha soalnya diksi2 penulis yg banyak sekali majas itu baguuus… Tapi, jangan smpai kebanyakan ya mba.. belum tentu pembaca bisa enjoyed dengan majas2 itu. apalagi cerita ini bergenre metropop.. hehe…

Kedua karakter tokoh utamanya sepertinya harus digali lagi. sepertinya cewek ini bisa di sebut jagoan ya? hehe… dan yg cowok kok jdi kesannya agak kurang nancap kecowokannya ya? *lho hwhehe… karakternya gali lagi mba biar terasa makin hidup..
adegan2 yg dirasa kurang perlu mending di skip aja, di delete, di sortir.. apalgi di part 1 yg POV Clara itu. hwehhe *peace*

kayaknya ini dulu deh yang bisa aku kasih di kolom komentar… kalau gak berkenan, tabok aja akunya dek Aya,, eh mba Aya Wijaya yg punya nama asli puanjang buanget… hwhahahahaha….

November 11, 2015, 2:59 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Yeyeyeyeyyy… Mba Ria nongol…

    Well, akan aku perbaiki dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, mengingat itu bikinnya jg dlm waktu singkat sblm kejebak ilang sinyal *hihihihiii…

    Iyak, nanti aku koreksi mba.. kl liat tulisan sendiri mah mau menteleng kek apa rasanya tetep ada yg miss hohoho

    Siap nanti aku pilahin & aku pangkasin lagi yak majas yg bikin rambut keriting itu hahaha

    Emm… kalau jagoan sih engga, lbh kayak smcam orang terluka marah esmoni yg jd lepas kontrol & kehilangan rasa takut gt sih… Kalau cowoknya, karena bab ny blm kelar, mgkn begitu action (bkn deskriptif) baru lbh nampak kali ya *sotoy*

    Aku kan penyabar, jd ga nabokan, udh dikasih masukan jd aku kasih es klim, tp km jauhhhh mba… tar kburu mleleh *ngeles tantik hohohooo

    November 17, 2015, 5:28 pm
Ikhzi Rasputri

Welcome back, Aya!

“Suara”nya Clara dan Anggra sudah “terdengar” berbeda di dua bab awal ini. Clara dengan majas-majas khas orang patah hati, Anggra dengan tipikal yang carefree. Dan itu menurutku permulaan yang bagus, karena aku sendiri suka susah untuk membunyikan dua orang dengan dua suara yang berbeda :’)

Sisanya masukannya sudah diambil Gusti πŸ˜€

November 8, 2015, 8:16 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Welcome back jg mba Ikhzi dg BBN – nya… hohoho…

    Oke berbeda, tapi menurut Mba pas ngga? Keliatan cewek & cowok ngga? Kl krg, masukannya… *nagih* πŸ˜‰

    November 17, 2015, 5:15 pm
Gusti A.P. Gusti A.P.

1) “Matahari tengah bersemangat. Terik menyengat”. Sip-sip, aku suka permainan kata berima kayak gini. Tapi yang berikutnya malah bikin bertanya-tanya “menebar keringat”??? Mataharinya yang nebar keringat? @_@ Agak aneh uy…

Gpp sih rima di “keringat” tetap dipakai, tapi kata kerjanya diperbaiki dulu, Jeng xD

2) “Hijau berganti merah. Mataku menyala laksana darah”. Kalimat kedua ini… agak lebay xD Karena konteksnya dia cuma ngerasa bergairah atau semangat setelah lampu lalu lintasnya ganti warna kan xD Bukan kaya mau bunuh orang xD

3) “Rahangku mengerat”… Ini maksudnya menjadi erat ya? Tapi kalau mengerat jadinya ya…mengiris, memotong, kaya meraut kayu atau bahkan kelinci/tikus yang ngrikiti barang xD

Biasanya kalau rahang sih gemeretak kali ya? @_@

4) “Selembar kertas tebal yang membuatku kesal…” Kesal di sini karena mobil yang melaju dan klaksonnya kan? Bukan karena kertas… ini juga agak rancu xD

bentar, lanjut xD *daripada ntar ilang

November 8, 2015, 7:03 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Menatapnya laksana mayat sekarat santapan nazar keparat… Ini juga lebay, Mbak xD Tatapannya ini tatapan takut dan hopeless gitu ya maksudnya? xD

    Permainan katanya Mbak seperti biasa keren. Tapi… akan lebih keren kalau penempatannya pun tepat xD Kalau adegannya memang sederhana, jelaskan saja dengan lugas. Kalau adegannya memang mengetengahkan emosi, ya… bikin agak puitis demi mengaduk-aduk emosi pembaca juga bisa

    November 8, 2015, 7:20 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    … habis baca opening aku jadi lebih lancar ngikutin ceritanya xD Gaya bahasanya jadi lebih wajar.

    …tapi pasangan itu tengkar di depan teman-teman kampusnya gitu? @_@

    Adegan pas dia hampir ditabrak lebih dramatis lagi. Aku ngira mereka benar-benar pasangan, ternyata sepertinya ada rahasia di balik itu.

    OK lanjut chapter 2 deh πŸ˜€

    November 17, 2015, 9:52 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Chapter 2 selesai…

    Eh… udah? @_@

    November 17, 2015, 12:48 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Maap ya komen panjang tp baru dibales, kudu spare waktu khusus biar jawabannya memuaskan jg bahahhaa… *ditimpuk penghapus sm Omagus*

    1. Iya yak, aneh banget yak. Keringetan banyak (gobyos) itu apa istilahnya yang rada ga saru hehehe…

    2. Emmm… kalau dibilang bergairah bersemangat ngga sih Omagus, sebenarny itu ungkapan ke lampu merah tp merefleksikan emosi si Γ‘ku yg lagi memendam emosi menyala2, hatinya hbs berdarah2 gt lah… ga nyampe ya? ^^

    3. Iya itu jadi erat, kl gemertak itu yg smpe bunyi bukan. Kl ini yg cm ‘mengatup erat’ mksdku, Bahasa Jermannya ‘nggeget’ ahahhaa… Ya Allah tolong… πŸ˜€

    4. Bukan Omagus, dia emang kesal sama selembar kertas tebal (undangan kawinan), kekesalan itulah yg membuat dia berasa bisa menumpas segalanya. (Dirimu kalau kesel gitu ngga sih? Semacem lepas kontrol & jd ga takut akan apapun)

    Nazar keparat dll… ini bukan takut, justru nantangin, kayak yg aku bilang dia itu lg marah-kesel-jengkol-dongkol trus berasa ilang kontrol & ga takut apapun.

    Siappp Omagus… aku sambil cek2 penempatan katanya apakah emosional semata atau perlu bertengger disana eaaaa

    *waittt nyicil dulu sebelum koneksi putus*

    November 17, 2015, 3:09 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Ok, lanjut Omagus…

    Jika demikian lancar habis opening, berarti kendalaku mgkn blm bisa menyelaraskan konflik batin yg dipadukan dg perumpamaan yg lebih tepat untuk menggambarkan tatapan orang patah hati, lampu merah, dll… bgtukah?

    Brantem depan temen kantor Omagus…

    Adegan mau ditabraknya lebih dramatis gmn Omagus, kurang ato kelebihan hehee…

    Belum kelar, kn bersambung, Anggra lagi nyuci mobil dulu *loh*

    November 17, 2015, 4:12 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    1. Iya keringatan. Tapi yang keringatan kan orang, bukan mataharinya xD Makanya rancu

    2. Tapi lebay deh >< Mau nyebrang jalan aja sampai begitu… Bikin lebih pas lah. Sesuai sama kondisi ama adegan.

    3. Hmm terkatup bisa juga.

    4. Kalau gitu dijelaskan kalau dia memang lagi asik ngeliatin kartu undangan sampai nyaris ketabrak. Yah pokoke jangan dibuat rancu saja :)

    Susunan kata yang cantik oke aja. Yg penting membantu tersampaikannya atmosfer ke pembaca.

    Iya dramatis. Soalnya keliatannya sederhana, tapi ternyata menyimpan satu misteri pelik :) Nah juwal rasa penasaran itu xD

    Wokeh semangat. Lanjutin terus naskahnya dengan serius :) Aku patroli ke Magasa The Deity dulu xD

    November 18, 2015, 12:37 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Point 1-3 aku tampung ya Omagus, lg berjuang keras nih buat ‘kill your darling’ & melekin mata buat ngedit hihihiii

    Point 4 bukan lg asyik liatin undangan smbl jln euy. Undangannya cm dpegangan smbl ky mo dremes2 gt, dia sih jalannya tegap angkuh tp pikirannya kmn2 (pernahkn ngalamin kek gt) jd mpe nyaris ktabrak td

    Tenang aja Omagus, aku orangnya selalu serius sm naskahku kok πŸ˜‰ *kedip2 tantik*

    November 19, 2015, 2:58 pm
rachmah wahyu rachmah wahyu

wah bagus… dilanjutin ya mbak
mampir ke lapak q yah….

November 5, 2015, 5:49 am
    aya wijaya ayawijaya

    Haiii salam kenal Rachmah…

    Makasih sudah mampir. Siap Mba… mudah2an segera bs dilanjutin

    Aku udh kesana y kemaren πŸ˜€

    November 16, 2015, 11:08 am
saya comnvra

Aya! *pelukcium

aku enggak terima kalau kamu ga nyelesein ini. narasi kamu makin lincah, dan bab Clara itu, bikin aku tertawa miris. duhh, sangat superwoman sekali.

sementara itu dulu, kamu dapat suara penuhku bulan ini.

November 3, 2015, 4:42 pm
    aya wijaya ayawijaya

    Haiii Comvra, senang sekali selalu dapat kunjunganmu deh… hihihi… Makasih sumbangan suaranya

    Iya.. kan wanita era kekinian harus setrong hihihi…
    Amiiin semoga aku segera dapat hidayah bt ngelanjutin hihihihi…

    *balesin komen aja aku lelet belakangan, maafkan yahhh*

    November 16, 2015, 10:44 am
Alantika Putri Alantika Putri

Welcome back mba Aya. Muhehehehehehehe

Taburi bintang-bintang dulu ah~

November 3, 2015, 11:43 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Wah udah keduluan Mbak Alan nih XD

    Kalau notice ada member yg posting cerita, kabar2 di grup lho xD

    November 8, 2015, 6:53 am
    aya wijaya ayawijaya

    Hosh… hosh… maapkan telat membalas. Makasih Mba Alan, jangan cuma bintang. Mana cabenya *asal jangan cabe-cabean*

    Omagus kurang sering patroli jd keduluan πŸ˜€

    November 16, 2015, 10:41 am

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama