Ingat saya
Cover



penulis : Kiki wulandari
dibuat : Thursday, 09 August 2018 1:28 am
diubah : 1 minggu yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 4.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Indigo

SINOPSIS

 

 

INDIGO part 2

 

Azz hanya duduk ditepi taman Aqzzo, taman mewah dibawah apartemen pribadi miliknya yang berhadapan langsung ke arah laut. Dia masih terus mengoceh hal-hal aneh sejak 2 jam lalu, bahkan Amel sahabat yang sejak tadi menemaninya pun tak bisa berbuat apa-apa lagi saat itu.  

 

 

“Cewek sialan itu! Harusnya bukan dia. Kenapa harus dia… Kenapa harus cewek jahat itu Mo.” Tak henti-hentinya Azz menggambarkan rasa yang masih tertuju untuk Wmo dan segala ketidakpahamannya pada sikap Wmo akan keputusannya memilih Qzz menjadi calon pengantin.

 

 “Azz, mau sampai sik kapan kamu ngarepin Wmo,,? Kita ini kan udah sama-sama tau mereka pacaran juga udah lama, jadi udahlah Azz, jangan kayak gini terus, dan bukannya wajar kalo mereka mutusin buat menikah” Amel benar-benar prihatin akan keadaan sahabat baiknya itu yang makin hari semakin kacau. Amel terus menatap sahabatnya itu, tanpa bisa bicara apapun lagi. “Gak mel,, dia gak pernah bener-bener tulus sama Wmo, apa sekarang rencana jahat cewek iblis itu ke Wmo?!” Azz kini menjadi semakin cemas memikirkan Wmo. Sore itu menjadi sore yang sangat orange. Matahari disanapun terlalu silau untuk dilihat dalam tempo yang cukup lama, namun mata tajam yang cantik itu tak juga terpejam menatap lurus kearah Matahari senja diujung laut biru disana yang perlahan mulai berwarna gelap.

 

“Ciih,,, menyedihkan” gadis disamping mereka saat itu, bercetus dingin, tanpa menoleh sedikitpun kearah mereka. Dengan senyum sinis ia mulai mendekat kearah Azz. “Elo?!,” Azz beranjak dari tempat duduknya. Kedua tangannya lekas mengepal keras, dahinya mengerut menatap tajam pada Qzz yang tiba-tiba ada disamping mereka saat itu. “Elo…Mau apa lo disini…?! Apa kata lo tadi, ciiiih?! Menyedihkan?! Apaan maksud omongan lo barusan, Hah!!”  Azz kasar,.’Sial, bahkan pertanyaaan dan emosi gue gak ditanggapinnya sama sekali’ Azz menggumam penuh tanya sekaligus kesal, Qzz tak menanggapinya sedikitpun.

 

Tanpa menjawab pertanyaan Azz, dengan wajah datarnya seperti biasa, Qzz lantas menyodorkan kertas undangan dihadapan Azz.. Azz langsung mengambil kertas undangan itu dan melemparnya ke wajah Qzz dengan keras, kemudian meninggalkannya sendiri disana. ‘Ptakkkk,,.’

 

“Azz, yang tadi itu apa gak keterlaluan?” Amel yang ikut pergi meninggalkan Qzz disana, jadi merasa tak enak.

 

 “Lo gak kenal dan gak tau apapun soal cewek sialan itu, Mel, dia itu bukan manusia, dia itu iblis, jadi lo gak perlu repot-repot belain dia, bahkan harusnya dia dapet yang lebih buruk dari itu, kenapa juga harus dia yang kasih surat undangan itu ke gue. Apa lagi ucapanya tadi,,. Apa Wmo udah gila, mau sama cewek macam itu?!.” Azz benar-benar kehilangan kesabarannya kalau sudah berhadapan dengan gadis monster itu. Azz memutuskan kembali ke Apartemennya saat itu, tak ada alasan normal apapun buatnya hadir diacara pernikahan Qzz dan Wmo yang berlangsung 3 minggu lagi setelah hari ini. Meski keluarganya dan keluarga Wmo sangat dekat. Mereka berdua lahir dalam keluarga yang juga terpandang, apalagi dia sendiri bersahabat dengan Wmo sudah sangat lama. Namun tetap saja Azz tak akan tahan melihat orang yang sangat dicintainya itu menikah dengan wanita jahat seperti Qzz. Azz sangat yakin Qzz tak pernah benar-benar mencintai Wmo, karna dia tau betul apa saja yang dilakukan Qzz pada Wmo sejak dulu. Mungkin sekarang Wmo sudah bukan lagi si culun, yang bisa dimanfaatkan Qzz untuk bisa lepas dari urusan pelajaran sekolah, Wmo yang sekarang sudah berubah 360% menjadi pria yang sangat tampan, dengan wajah bak malaikat rambutnya yang dicat sama seperti warna mata asli Wmo yang abu-ab, style dingin dan hangat yang melebur jadi satu, dengan sikapnya yang sangat lembut, dan tulus, ditambah sikapnya yang begitu setia dan tulus mencintai gadis jahat itu, padahal semejak perubahan yang begitu menyolok, banyak gadis cantik, baik, dan sempurna mendekatinya, namun tak sedikitpun Wmo mau menoleh, seolah matanya terbuka hanya untuk gadis monster itu saja,. Walau tau dirinya hanya dimanfaatkan saja oleh Qzz selama ini, Wmo tak pernah berubah sedikitpun pada perasaanya itu. Wmo tak pernah, sedikitpun merasa keberatan dengan segala keburukan Qzz, selama gadis jahat itu tak menjauhinya karna ada laki-laki lain.

 

Karna dibalik semua kesempurnaaanya saat ini, hanya sikap cemburunyalah yang paling parah.

 

  ***

 

 

 

 

 

 

Dress. 

 

Hari ke10, Wmo dan Qzz akhirnya memutuskan mencari pakaian pengantin mereka di butik terkenal Amiozz. Wajah cantik itu sejak tadi hanya melamun memikirkan sesuatu, Wmo yang masih menyetir mobil mewahnya hanya bisa menatap calon pengantin wanitanya itu diam-diam sambil mencuri jepretan foto wajah Qzz yang masih tersita penuh oleh lamunannya disana. Setelah sampai di, ‘Famous Boutiques Amiozz,’ keduanya mulai memilih Wedding Dress yang akan mereka kenakan. Bagi Wmo yang setengah mati, demi mendapatkan hati Qzz selama ini, bukan hal mudah membuat Qzz melihat kearahnya saja saat itu. Gadis jahat itu sebentar lagi akan menjadi pengantinnya seperti apa yang  diimpikannya selama ini.

 

 “Sayang, kamu suka Wedding Dress yang mana? Warna putih ini, atau Pink yang sekarang lagi trend,, menurut aku kamu cocok, sama war” belum selesai Wmo bicara Qzz langsung memotong ucapanya. “Hitam.” jawab Qzz ringkas “Qzz, emm, maksud aku, ini buat hari Spesial kita sayang, hitam itu,,” belum selesai Wmo dengan kalimatnya, lagi-lagi Qzz memotong ucapanya dan memintanya putar arah dan kembali saja, karna dia malas kemana-mana saat itu dan meminta Wmo sendiri yang memilihkan baju pengantin mereka. Wmo hanya menurut tanpa bisa menebak jalan fikiran calon pengantinnya itu, walau Wmo sendiri tak terlalu yakin bahwa ini yang benar-benar Qzz inginkan, Wmo selalu berusaha meyakinkan dirinya, bahwa suatu hari Qzz akan menatapnya sebagai laki-laki dihidupnya, satu-satunya yang akan dia liat, itu harapanya.

 

 *** 

 

Runaway…

 

Butuh penjelasan yang real, untuk semua keputusan yang dibuat. Hal yang mengejutkan pun akhirnya terjadi, tepat dihari terpenting. Dihari pernikahannya dengan Wmo, tanpa kata atau penjelasan apapun Qzz tiba-tiba menghilang. Suasana langsung dipenuhi tanda tanya dan kebingguang dari semua yang hadir saat itu. Hal yang sama pun menyerang fikiran Wmo dan keluarga besarnya. Apa sebenarnya yang telah dilakukannya, hingga Qzz tega berbuat demikian padanya. Meninggalkan acara pernikahan mereka tanpa penjelasan dan sekarang entah kemana gadis monster itu berada.

 

Setelah semua itu Wmo masih bersikeras untuk tetap percaya pada Qzz, terlepas dari apapun yang menjadi alasan Qzz meninggalkannya di acara pernikahan mereka saat itu. Wmo tak perduli akan berapa banyaknya masalah dan keburukan pada diri Qzz, dia akan tetap mencintai gadis jahat itu. Sayangnya hanya dia yang bisa menerima semua keburukan-keburukan Qzz selama ini, keluarga dan orang-orang terdekatnya semakin tak simpatik pada Qzz. Apalagi setelah kejadian ini, mereka terus meminta Wmo untuk melupakan Qzz dan tak lagi mengharapkan gadis jahat itu, tapi Wmo menolak keras hal itu, walaupun selama ini dia selalu menjadi pria penurut yang lembut baik, dan sangat menyayangi keluarga, tapi untuk urusan meninggalkan Qzz, dia tak bisa lakukan itu. Wmo memutuskan pergi dari rumahnya dan mencari Qzz hingga ketemu, dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. 

 

Menjadi anak kedua yang sangat menyayangi keluarga selama ini menjadi begitu berat meninggalkan rumah, Wmo punya seorang adik perempuan yang begitu akrab dengannya, itu alasan pertama berat untuk meninggalkan rumah, ayah dan ibu juga nenek yang selelu mengoceh kalau belum melihat dirinya sudah pulang kerumah, begitu banyak yang berharga, tapi gadis itu, dia segalanya, ada sesuatu yang dia harus tau, harus Qzz tau yang belum bisa disampaikannya hingga Qzz pergi, dan hal terpenting buatnya saat ini adalah menemukan keberadaan Qzz, tak ada yang lainnya. .

 

 ***

 

2 Tahun berlalu, Pencarian Wmo hampir sia-sia belaka, bahkan saat itu pun dia harus rela melepas kuliahnya dan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri selama 2 tahun ini. Dengan kondisi yang seperti ini Azz sebagai wanita yang masih sangat mencintainya, terus berpura-pura berusaha menjadi sahabat untuk Wmo. Mengambil kesempatan ini untuk selalu dekat dengan Wmo. Azz berusaha menguatkan hatinya sendiri menyadari bahwa pria yang dicintainya itu, kini hanya sibuk setengah mati mencari wanita paling jahat dan buruk yang dikenalnya dimuka bumi ini, apalagi dia sudah dengan tega meninggalkan Wmo diacara pernikahan mereka begitu saja tanpa alasan dan penjelasan apapun. Semua itu hanya Qzz yang bisa melakukannya pada Wmo, pria yang begitu tulus mencintainya, bahkan walau banyak yang menginginkan Wmo selama ini pun, gadis jahat itu, hanya diam saja tak perduli. Wmo yang bahkan tau kalau selama ini perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan, tetap tak ingin melepas perasaan menyakitkan itu, dia hanyalah bonekanya Qzz, tapi Wmo tetap tak mau semua itu menghentikan Qzz, asal gadis itu puas dan bahagia, dia rela jadi apapun untuknya. Itu benar-benar sinting, rasanya Azz ingin sekali membunuh gadis jahat itu, jika nanti bertemu.

 

 Sementara Azz sadar betul bahwa dia disana untuk membantu Wmo menemukan Qzz kembali, namun dihati kecilnya, semua itu hanyalah untuk perasaannya sendiri. Terus berada disamping Wmo, adalah alasan pertamanya, tetap membantu Wmo mencari keberadaaan Qzz. Selama ini Azz selalu mampu menjadi teman baik untuk Wmo. Disaat-saat tersulitpun dia selalu ada untuk membantu dan mendukung Wmo. Sudah sejak lama keluarga Wmo lebih mendukung jika Wmo memilih Azz menjadi pengantin untuknya, dan bukan dengan Qzz yang selalu bersikap dingin dan buruk itu. Namun Wmo tetap tak bisa mencintai gadis lain selain Qzz, semenjak dia sadar bahwa dia hanya sedang jatuh cinta pada gadis jahat itu, sebanyak apapun sikap buruk Qzz selama ini, dia tak perduli. Bahkan jika cinta itu hanyalah cinta yang palsu,, dia tetap ingin berada didekat gadis jahat itu.

*** 

 

 

 

 

 

 

 2 Tahun dengan hal yang mempersulit. 

Seorang wanita cantik diatas balkon kelas Fotografi, dengan jeans lusuh dan kaos putih itu sedang asik menjepret bidikan kameranya mengarah ke satu tempat paling anger disekolah itu, saat itu dia masih berada di luar kelas Fotografinya. “Hey…NONA?! Apa yang sedang kamu lakuin diluar kelas, cepat kembali kekelas!” tegur Guru Quan, Guru Fotografi kelas awal.

 

 “Em” jawabnya tenang sambil tersenyum puas melihat ke arah Guru Quan. Di kelas Fotografi…

 

 “Seluruh objek foto kali ini cukup membuat saya terkesan, targetnya tepat, fitur warnanya sesuai dengan tema yang saya berikan, kecuali karya ini lagi,,. ! (Suaranya terdengar agak kesal) Baik untuk hari ini saya izin kan yang lain pulang lebih dulu kecuali Nona Pinn.” ucap Guru Quan. Pria berkacamata yang selalu menggunakan cincin berlian ditangannya itu, kemudian tersenyum lebar mempersilahkan murid-muridnya untuk pulang lebih awal, kecuali gadis cantik yang ditegurnya di balkon tadi. Dan setelah yang lain keluar dari kelas. 

 

“Nona Pinn!,” Guru Quan memanggilnya. Gadis itu hanya menoleh lalu menghampirinya. 

 

“Apa lagi ini, kamu ini benar-benar dasar gadis busuk!! Apa kamu mau saya cepat mati?!!. Hah?! Bukanya sudah saya bilang,, saya paling benci pada makhluk-makhluk ini,,,!!” bentak Guru Quan, tapi gadis itu hanya tersenyum singkat. “Gadis sakit jiwa” bentak Guru Quan tak bisa mengontrol emosi. Dia lalu keluar kelas dan meninggalkan gadis cantik itu sendiri disana. Setelah Guru Quan cukup jauh dari pandangan, gadis itu pun keluar dari kelas sambil mendengar omelan-omelan yang terus keluar dari mulut Guru Quan, gadis itu hanya diam dan tersenyum tanpa membantah atau membalasnya sedikitpun, dari kejauhan.

 

 “Qzz” Seseorang memanggilnya dari belakang. “Buat dia marah-marah lagi? Yuk pulang…!”

 

 “Ziii,!! Cepat suruh si busuk itu enyah, jauh-jauh secepatnya dari pandanganan saya! Saya heran melihat kelakuannya seperti itu mentang-mentang indigo dia bisa seenaknya mengancam saya, begitu hah.!”” Teriak Guru Quan pada pria disamping gadis cantik tadi yang hanya tersenyum puas, melihat guru Quan mengomel. 

 

Qzz sengaja merubah namanya disana menjadi Pinn agar tak seorang pun tau keberadaanya disana, dan disaat yang sama, entah kenapa Qzz kembali bisa melihat Uuzi ditempat itu.

 

2 Tahun lalu karna hal tak masuk akal yang tiba-tiba terjadi pada Qzz tepatnya hari dimana dia akan menikah dengan Wmo. INDIGO yang ada padanya sejak lama berubah menjadi hal yang sungguh mengerikan dan sulit diterima akal sehat. Tiba-tiba saja dia dapat melihat, merasakan, dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk halus diluar keinginannya, itu sulit diterima. Dia merasa tak pernah sedikitpun memiliki indigo itu sebelumnya. Terjadi begitu saja saat di SMU OZ dulu, Qzz bahkan sempat koma berhari- hari oleh sesuatu yang tak bisa diingatnya sama sekali sampai detik ini. Yang tersisa hanya luka benda tajam dibagian dada sebelah kiri tepat di jantungnya, tak dalam tapi masih membekas disana. Dia tak ingat apapun tak ada yang menjelaskan apapun padanya. Mengenai Wmo, karna Qzz tahu betul Wmo sangat takut dan tak menyukai semua hal berbau mengerikan itu, Qzz memutuskan pergi begitu saja di hari pernikahannya dengan Wmo. Makhluk-makhluk itu bisa kapan saja mengganggu dan melukai Wmo jika dia terus berada di dekatnya, walau dia tak bisa mencintai pria baik hati itu, tapi, dia tak ingin Wmo mendapat masalah karna dirinya. Setelah berbulan-bulan mencari keberadaan ahli yang bisa melepaskan INDIGOnya itu, Qzz bertemu dengan Guru Quan, seorang ahli yang diperkenalkan Uuzi padanya, tapi sayangnya sudah lama Guru Quan pensiun dari profesinya itu. Semua karna sifat penakutnya selama ini. Ditambah sifat Guru Quan yang sangat mata duitan dan hal hasil Qzz pun juga menjadi kesulitan demi membayar biaya hidup Guru mata duitan itu, agar dia bisa segera lepas dari INDIGO yang dia yakin bukanlah miliknya itu. Qzz bertemu dengan Uuzi kembali, dikota terpencil yang sama dan dirumah kost yang sama pula. Uuzi yang sejak di sekolah tiba-tiba menghilang itu, sekarang dengan tiba-tiba juga hadir dihidupnya lagi, menolong Qzz lepas dari Indigo ini.. “Si aneh itu kembali… ” Bagi Qzz keberadaan Uuzi selama ini memang sangat membantunya, walaupun dia tak bisa 100% ingat dengan pria aneh itu. Ketika dia mulai diganggu dan hampir celaka oleh makhluk-makhluk mengerikan itu, Uuzi bisa dengan mudah menjauhkan mereka darinya, belakangan Qzz juga baru tahu kalau Uuzi mampu membaca fikiran orang lain. ‘Pantas dia bisa mengatasi setan-setan itu, atau karna  Emm.,..’ fikir Qzz, menjabarkan keneradaaan Uuzi disisinya.

 

Dikamar kost Qzz.. Seperti biasa tanpa permisi, tanpa mengetuk pintu Uuzi tiba-tiba masuk didalam kamar serba hitam itu. Dia langsung saja tiduran diatas kasur yang sedang ditiduri oleh Qzz saat itu. Tak lama Qzz yang ketika itu sedang tidur pulas pun akhirnya harus terbangun, menyadari sesuatu sedang menempati kasurnya, tepat disebelahnya. Qzz cepat membalikan badannya dan menatap Uuzi heran, tak lama dia langsung menendang Uuzi sampai jatuh terjungkir kebawah lantai. “Nah,,nah yang ini, ni juga pernah lo lakuin ke gue, lupa,,,juga!!” Omel Uuzi yang saat ini sudah berada dibawah lantai karna ulah Qzz. Setelah Uuzi membetulkan posisinya dan duduk didekat kasur, diapun sudah siap mendengarkan apa yang mau ditanyakan Qzz, seolah tau kalau gadis jahat itu memang ingin bertanya sesuatu padanya saat itu. “Anak kecil itu lagi,,, siapa dia,, lo liat dia kan,, disana,, dia ngeliatin gue sekarang!” Qzz hanya menunjuk ke arah jendela, sesosok anak laki-laki sedang menatap Qzz dengan pandangan datar dengan wajah bermandikan darah segar dibagian perutnya bolong terkoyak-koyak ada banyak darah mengalir disana. Setiap malam dia selalu datang dan seolah ingin mengatakan kesuatu padanya tapi dia cuma diam menatap Qzz, lalu pergi.

 

“Qzz,,, Pantat gue masih sakit banget nih, karna ditendang sama lo tadi, masih berani-beraninya tanya ini itu,.” Omel Uuzi. “Trus ngapain disini hah!! Makhluk gak guna, Jawab..aja lo tau kan dia siapa?!” Qzz bersikeras sambil menatap Uuzi penasaran. “Gue gak liat siapapun, itu cuma cermin, jangan tanya aneh-aneh lagi, udah tidur sana” Uuzi langsung menoyor jidat Qzz dan melanjutkan ucapanya.” Soal anak itu, My Lady,” Uuzi diam dan terus menatap Qzz berat untuk mengatakan kata selanjutnya. “Gak tau… Jadi jangan tanya lagi” jawab Uuzi sambil membelakangi muka Qzz. 

 

“GAK TAU?! Trus,, mao apa masih disini!” Qzz, jadi mengomel.

 Tanpa bicara Uzzi langsung keluar dari kamar Qzz tanpa pamitan terlebih dulu. “Ciiih,,..Dateng pergi seenaknya,!! Gak tau katanya, sial, dasar pembohong.” Teriak Qzz kesal, dan akhirnya melanjutkan tidurnya kembali, karna dia tak lagi melihat anak menyeramkan itu lagi disana.

‘Udah pergi?’

 

 ***

 

 

 

 

 

Kota terpencil terakhir.. Wmo dan Azz akhirnya datang ke kota terpencil terakhir demi untuk mencari keberadaan Qzz.

 

 “Mo, kamu yakin ini satu-satunya tempat yang belum kita datengin, apa mungkin, Qzz mau tinggal dikota kecil kayak gini.” tanya Azz sambil mencontreng kertas kota-kota yang sudah mereka datangi. “Dimana pun Qzz, aku gak perduli, dia harus bisa aku temuin lagi.” Wmo menyetir pelan mobilnya, sambil matanya terus melirik ke kanan dan kiri jalan, memastikan tak ada satupun orang yang terlewat, tanpa dilihat olehnya. ‘Mau sampai sejauh apa lagi, Mo. Semua hal-hal bodoh ini, kamu lakuin, demi cewek, jahat yang gak akan pernah sadar betapa dengan bodohnya ngbuat kamu jadi kayak gini Mo,,. Semua ini cuma untuk cewek jahat itu aja, masih juga belum bikin mata dia sadar betapa berartinya kamu. Aku yakin suatu saat dia akan terang-terangan bilang kalau selama ini dia gak pernah cinta sama kamu. Dan disaat itu cuma aku yang akan selalu disamping kamu, Mo, cuma aku,,.’ ucap Azz dihatinya sambil terus menatap wajah Wmo dalam-dalam. Wmo dan Azz terus menelusuri kota terpencil itu, sambil menempelkan gambar wajah Qzz dan setiap dinding dan tiang -tiang jalan dan terus bertanya pada orang-orang disana tentang keberadaan Qzz. 

 

“Mo, apa sik, baiknya Qzz sampai kamu rela ngelakuin semua hal-hal gila ini, keluar dari rumah, ngelepas semua, dan yang terparah kamu, bahkan,” ucapan Azz langsung dipotong Wmo. “Azz, maaf, baiknya sekarang  kamu aku anter ke penginapan kamu. Aku cari Qzz sendiri, disini,, kamu pasti kecapeean kan,, makasih udah ngebantu aku selama ini.” Ucap Wmo mulai bersikap dingin, lagi. “Mo..? Aku gak cape,, tapi kamu yang harusnya cape, kamu terlalu baik buat cewek jahat itu Mo, tapi baiklah, kalo itu mau kamu Mo” Azz melihat wajah Wmo dan dia tahu saat itu dia memang harus diam. Walau bicara Wmo sopan dan halus tapi melihat Wmo yang tak lagi bicara dan mulai menyetir mobilnya kearah penginapan Azz saat itu, menunjukkan kalau saat itu Wmo, benar-benar sangat putus asa,, sekaligus cemas, pada Qzz yang tak juga bisa ditemukannya.

 

***

 

 

Cara lepasnya INDIGO….

 

Pelajaran Fotografi cuma alasannya mendekati Guru Quan. Qzz dibantu Uuzi selama 2 Tahun ini bahkan rela bekerja dibanyak tempat hanya untuk membiayai hidup Guru Quan yang sangat mata duitan itu, sebagai syarat untuk melepas INDIGO nya. Qzz bahkan harus selalu bersikap baik agar, makhluk-makhluk itu tak lagi menggangunya, semua syarat-syarat Guru Quan pun dilakukannya dengan sangat baik selama 2 Tahun ini. Qzz yakin betul, kalau INDIGO yang ada padanya itu, bukanlah miliknya, walau banyak ingatan yang telah hilang dari kepalanya, tapi tentang indigo, dia ingat betul kalau itu bukanlah miliknya. Qzz terus berfikir sebenarnya milik siapa indigo itu, dan kenapa harus dia yang menerima indigo itu. Betapa bencinya Qzz pada orang yang telah membuatnya jadi seperti ini, karna indigo sialan itu dia jadi banyak melihat makhluk-makhluk mengerikan setiap hari hingga rasanya dia sudah hampir gila sampai perah beberapa kali dia ingin mati karna indigo itu. 

Saat pelajan Fotografi usai Qzz memberikan amplop berisi uang yang akan diberikannya ke Guru Quan, itu bukan uang bayaran kelas Fotografi tapi uang untuk melepaskan INDIGO dari dirinya. “Guru gila, saya sudah lunasi lebih dari yang kamu mau, jadi cepat buang jauh-jauh INDIGO sialan ini. Mengesalkan,,” “Tunggu, atau jangan-jangan kau tak punya kemampuan apapun lagi setelah pensiun dan hanya memanfaatkan kebaikan saya aja selama ini…?!” Tuduh Qzz karna kesal dia selalu dikuras habis-habisan, Qzz juga sudah menjual semua barang-barang berharganya, bahkan Uuzi pun harus ikut kesusahan karna membantunya selama ini. Guru Quan masih sibuk menghitung uang didalam amplop dari Qzz tadi. Melihat wajah Qzz yang mulai kesal menatapnya, Guru Quan pun langsung berhenti menghitung uangnya. “Kamu ini, benar-benar gadis busuk! Iya-iya saya beri tahu sekarang, jalan satu-satunya hilangkan indigo itu dan cepat pergilah ke Semeru. Dia ada dihutan itu” ucap Guru Quan sambil melanjutkan menghitung uangnya. “SEMARU?!!!” sontak Qzz dan Uuzi melotot kaget mendengarnya. “Apa-apaan kau ini Guru sial?! Penawar macam apa yang ada disemeru?! Apa harus ambil lahar gunung, apa batu-batunya, atau air kramat disana. HAH?! Trus kenapa gak bilang dari dulu kalau ada disana. Hah,,, bener-bener bikin kesal.. Zii boleh kan. Gue matiin aja ni manusia mata duitan satu.. !!!” Uzzi hanya tersenyum setuju. Qzz terus marah-marah dan tak habis fikir dia sampai terjebak pada hal tolol macam ini. “Heh, sembarangan, dasar gadis busuk, kasar, gak tau diri, kamu ini minta ditolong tapi banyak omong ya…, Saya memang kurang tau tepatnya seperti apa penawar itu, tapi saya yakin dan gak mungkin berbohong. Obat itu akan kamu temukan disana, gak lama lagi. Namanya apa ya… emmm. Abdi kabohoh ajeun. Cari orang yang akan bilang itu dan semua akan kembali ke pemilik aslinya, jadi cepat cari dia!” Guru Quan langsung pergi meninggalkan Qzz dan Uuzi disana. “Guru macam apa dia!!!! Hah! Zii,?” Qzz binggung harus percaya atau tidak, dia mencoba menanyakan hal itu pada Uuzi disampingnya. “Apa maksud ucapnya dengan abdi kabogoh ajeun lo tau Zii.( Uuzi menggeleng tak tau)” Qzz makin dibuat binggung, bahkan Uuzi pun bisa membaca fikiran orang lain pun menjawab tak tau.

 ” Tapi Guru Quan, gak sedang bohong atau bergurau, lo juga gak perlu cemas, coba kita ikutin aja omongannya, lagi pula gue gak akan ninggalin lo sendiri, gue janji pasti akan ada terus disamping lo, Qzz.” Ucapan Uuzi membuat Qzz sedikit tenang. “Gue mungkin bakal ngerepotin lo lagi, Sorry.” ucap Qzz pada Uuzi yang langsung tersenyum melihat Qzz mulai mengerti sopan santun, bahkan dia menggunakan kata-kata maaf dimulutnya. Dari kejauhan Guru Quan yang melihat hal itu pun, juga ikut tersenyum, Qzz banyak berubah karna syarat-syarat yang diperintahkan darinya selama ini. “Hei, gadis busuk, yang suka ngerepotin Uuzi,. Cepat setelah kalian menemukan orang itu segera kembali kesini lagi, ngerti!” teriak Guru Quan dari kejauhan. “Iya manusia mata duitan,, cih! Cuma orang gila yang mau cari orang yang mau bilang abdi kabogoh ajeun, itu kedia. Itu bahasa sunda kan?” tanya Qzz yakin” Gue gak tau coba kita tanya orang sunda nanti.” “Eh berarti yang lo bilang gila itu, elo orang gilanya kan?” Ledek Uuzi “Hemmmm” Qzz melotot. “Ya udah kita belanja dulu buat persiapan ke Semeru. Oke” ucap Uuzi sambil merangkul kepala Qzz dan membuatnya kesulitan bernafas sampai akhirnya mereka malah bertengkar dulu disana. ***

 

 Hari selanjutnya, Semeru pertama.. 

Persiapan menuju Semeru sudah lengkap, pagi itu mereka naik kereta pertama menuju kota Malang. Gunung tertinggi yang ada dipulau jawa itu, memang sangat menawan, tapi ini pertama kalinya mereka ketempat itu, jadi mereka harus benar-benar mengetahui apa-apa saja yang harus dilakukan disana dan yang tak boleh mereka lakukan. Ketinggian gunung yang curam dan cuaca tak pernah bisa ditebak, juga banyak menyebabkan banyak para pendaki tewas dan tersesat ditempat itu, Karnanya Qzz harus selalu siap dan hati-hati disana. Sesampainya di sana, langsung saja mereka berdua beristirahat dengan tenda bersama para pendaki-pendaki Semeru yang lain. Karna setelah dini hari tiba, mereka baru memulai perjalanan mereka kembali. “Qzz,? “Hemm” “HEmm,hemm, Iya Uuzi, gitu donk,” protes Uuzi pada sikap dingin Qzz lagi. “Hah?!” teriak Qzz emosi. ” Hah.. itu gak jauh beda, dasar Qzz. Lo tau apa yang lagi gue fikir sekarang?” tanya Uuzi sok serius. Qzz langsung memelototi mata Uuzi dalam-dalam. dan menjawab pertanyaan Uuzi tadi. “Hal bego yang lagi kita lakuin sekarang, kan. Ya udah, tanya satu persatu para pendaki cowok yang ada disini, apa ada diantara mereka, yang mau ngomong Abdi kabogoh anjeun ke gue trus bawa ke guru stress itu, dan indigo hilang, em.” jawab Qzz asal. “Cerdas..!! Nyoookkk.’ ” Sambung Uuzi gak kalah asal.” ” Serius,,,?!” tanya Qzz ” Hahahah,…!!” “Haahahah,…!! Mereka berdua terus saja bergurau ini itu, karna semakin difikiran semakin mereka tak menemukan jawaban dari ucapan Guru Quan. “oath insane, and it’s the first time idid the most stupid thing with the most horrible place this beautiful.” ucap Uuzi sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. “Zzi,,,?!!!” teriak Qzz dan langsung membuang wajahnya kesal. “hemm?” Uuzi menampkkan wajah innocentnya, sementara Qzz hanya bisa diam sambil menahan marahnya.

 

 Esok pagi dini hari….

 Cuaca semeru masih begitu dingin apa lagi ini bulan-bulan di musim penghujan. Mereka segera bergegas menempuh perjalanan pertama mereka dengan berdoa terlebih dulu, mereka memulai perjalanan kali ini dengan penuh tanda tanya besar tentang apa yang harus mereka temukan nanti disana. Ditengah-tengah perjalanan, dan seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Uuzi memang selalu populer dikalangan gadis-gadis mengerikan itu. Wajah tampan dan charming Uuzi, langsung menarik pandangan mata siapapun yang melihatnya, terutama para gadis-gadis itu. Mereka langsung mengerubuti Uuzi bagai semut ketemu gula, bahkan jika ada laki-laki normal sekalipun mungkin akan jatuh cinta pada wajah seperti itu, wajah Uuzi yang terlihat bak porselin, ‘ cowok macam apa dia, bahkan dia gak punya pori-pori apa dia perawatan, cih.’ Gumama Qzz iri. Namun sikap gentelnya saja yang membedakan semua itu, Qzz yang ada disebelahnya pun langsung didorong mereka hingga terjatuh. Melihat Qzz jatuh dan mulai terlihat marah, Uuzi langsung menarik tangan Qzz dan membawanya berlari jauh dari gadis-gadis itu. Uuzi justru khawatir pada gadis-gadis itu, Qzz yang sudah emosi dan marah bisa lebih mengerikan dari mereka, jadi sebelum hal buruk terjadi, Qzz harus segera diamankan lebih dulu. “Lo, cemburu?” tanya Uuzi sambil terus mengandeng tangan Qzz. 

 

“Hah!,” Qzz langsung membanting tangan Uuzi ke udara. Qzz hanya diam dan terus bersikap ketus pada Uuzi 

 

“Oke-oke, ikut gue!” Uuzi menarik tangan Qzz lagi dan membawanya lewat jalan lain. Akhirnya setelah melihat keberadaan mereka aman dari kejaran gadis-gadis itu, mereka mulai bisa berjalan dengan tenang. 

 

“Jalan apa ni? Rute kita gak asal kan,?Kalo nyasar, lo pasti mati,,”  

 

“Gak Qzz, pokoknya kita jauh dulu dari makhluk-makhluk itu, nanti kita ikutin jalur lagi kayak yang lain, percaya sama gue.” jawab Uuzi memimpin perjalanan. Setelah seharian berjalan, dan mereka kembali ke rute yang sudah ada, waktu semakin terus berputar dan langit juga sudah hampir terlihat gelap. Untungnya mereka bertemu pendaki-pendaki yang lain, stok minum mereka juga sudah mulai habis, Qzz dan Uuz pun memutuskan meminta air pada pendaki lain disana, sambil membuat tenda Qzz dan Uuzi bekerja sama. Pagi dini hari nanti mereka sudah harus mulai melanjutkan perjalanan mereka kembali. 

 

 *** 

 

 

 

 

Bertemu alasan.. 

Hari berikutnya sampai malam hari, Wmo masih terus mencari keberadaan Qzz pada orang-orang di kota terakhir yang didatanginya itu. Sampai akhirnya Wmo tak sengaja bertemu dengan Ibu kost Qzz, yang ternyata juga memiliki Indigo dan dia langsung mengenali wajah gadis cantik yang tercetak pada selembaran foto yang ditempelkan Wmo pagi itu. Namun Ibu kost Qzz lebih mengenalnya dengan nama Pinn seperti yang sering dipanggil oleh Guru Quan padanya selama ini. “Mo, aku yakin gadis itu bukan Qzz, dia cuma mirip aja, buktinya namanya aja Pinn, coba kita cari ketempat lain, gimana Mo?” Tarik Azz, gelisah tak melepaskan tangan Wmo. Hatinya semakin tak tenang mendengar Qzz terasa semakin dekat, itu berarti dia harus siap jauh dari Wmo setelah Qzz ketemu nanti. ” Gak Azz, ibu ini gak mungkin salah, dan kalau benar itu Qzz, berarti semua ini tinggal selangkah lagi,” “Maaf, Bu, saya mau tanya sekali lagi, kalau boleh saya tau gadis bernama Pinn itu sekarang ada di kostan ibu?” “Dia pergi dengan Uuzi 3 hari yang lalu, bawa barang-barang untuk berkemah, tapi ibu kurang tau mereka mau kemana, tapi, em coba kamu temui Guru Fotografinya di School photografher. Ibu sering denger Qzz dan Uuzi sebut nama guru Quan waktu mereka dikamar berdua.” jelas Ibu kost “Uuzi?!” Wmo langsung merasa tak tenang mendengar nama itu, apalagi tadi Ibu kost itu bilang mereka berdua selalu berbicara di dalam kamar berdua. 

“Ibu terima kasih banyak atas informasinya.” Ucap Wmo, sambil tersenyum padanya. “Iya. Tapi Uuzzii itu.. emm ya sudahlah saya permisi dulu.” balas Ibu kost tak melanjutkan ucapannya, kembali meneruskan perjalanannya. Setelah Ibu kost itu sudah agak jauh, Azz langsung bertanya ini itu pada Wmo, membuatnya semakin tak tenang. “Uuzi siapa Mo?” tanya Azz penasaran “Dan kenapa Qzz bisa pergi berduaan aja sama cowok bernama Uzzi itu, sering ngobrol dikamar berdua lagi.” Azz melihat air muka Wmo yang semakin gelisah dan terlihat tak tenang. “Apa mungkin mereka pacaran, apa Uuzi itu alasan Qzz pergi dari kamu, Mo” Azz terus mencari celah agar Wmo meragukan kepercayaanya selama ini pada Qzz. “Azz, kamu boleh pulang duluan, makasih udah bantu aku selama ini, tapi aku akan selalu percaya Qzz, seperti apapun dia. Kamu boleh bawa mobilnya, aku turun disini.” Wmo langsung turun dari mobil dan pergi menuju Sekolah photografher. “Tapi Mo,,,!” Azz hanya bisa melihat Wmo menjauh pergi. Setelah sampai disekolah photografher, Wmo langsung menanyakan keberadaan Guru Quan pada orang-orang di Sekolah itu. Tak lama setelah bertanya sana-sini, Wmo pun bertemu dengan orang yang dimaksud, pria dengan postur tubuh tinggi kurus, berkaca mata dan selalu memakai cincin berlian ditangannya. Wmo segera menghampiri pria itu dan menunjukan foto Qzz padanya. Bukan hal sulit untuk Wmo mendapat informasi dari Guru Quan, setelah menerima cukup uang darinya, Guru mata duitan itu langsung membeberkan semua tujuan Qzz datang padanya, dan alasanya lari dari pernikahannya saat itu. Wmo cukup lega mendengar alasan yang dijabarkan Guru Quan padanya, tapi satu hal yang masih sangat menggangu fikirannya adalah pria bernama Uuzi yang selalu berada disamping Qzz selama ini. Wmo menahan dirinya untuk tak menanyakan hal itu dulu pada Guru Quan, saat ini dia hanya ingin segera bertemu dengan Qzz. Hingga akhirnya setelah Guru Quan mendengar apa saja yang telah dilakukan Wmo untuk Qzz selama ini. Guru Quan pun langsung sadar kalau dia sudah membuat kesalahan dengan menyuruh Qzz dan Uuzi mencari obat itu di Semeru. Dan karna Qzz dan Uuzi juga tak memiliki telfon genggam, sebab sudah mereka jual untuk membayar syarat melepas INDIGO pada Guru Quan. Akhirnya sekarang Guru Quan sendiri yang kesulitan mencari keberadaan mereka berdua di Semeru.

 

 ***

 

 Same feeling…

 Setelah pagi tadi Qzz dan Uuzi melanjutkan perjalanan mereka menuju Semeru hingga siang ini mereka mulai kehabisan persediaan air minum lagi untuk diperjalanan, tapi tak jauh dari tempat mereka berdiri, tiba-tiba sebuah danau dengan air yang begitu jernih terbentang didepan mata mereka saat itu. Di Ranukumbolo, Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar disana sambil mengisi penuh persediaan air yang sudah mulai habis. Tak lama, langit siang itu tiba-tiba berubah mendung, pastinya sebentar lagi hujan juga akan segera turun dengan deras. Uuzi masih mengambil air di danau itu, sementara Qzz cepat-cepat membuat tenda untuk mereka berteduh saat hujan turun nanti. “Sinting, cepet, bentar lagi hujan turun,. Gue masih belum buatin tenda, cepetan bantuin gue!” teriak Qzz pada Uuzi yang sudah berlari kearahnya, setelah merasa tetesan air hujan mulai turun saat itu. “Qzz, udah turun hujannya, cepet lo masuk ketenda duluan, sini gue yang selesain sisanya!” teriak Uuzi panik karna hujan sudah turun semakin deras saat itu. Qzz menurutin perintah Uuzi padanya, dia segera masuk kedalam tenda, dari dalam dia terus membantu Uuzi menegakkan tendanya. Hujan kini pun semakin deras, mengguyur tubuh Uuzi, dia masih serius memperbaiki tenda Qzz diluar. Setelah dia selesai memasang tenda milik Qzz cepat-cepat dia mencoba memasang tenda miliknya sendiri. Melihat hal itu Qzz langsung menghentikan niat Uuzi.

 

 “Mau ngapain lagi, cepet masuk ketenda, mau mati hah,, nanti lo sakit, nyusahin gue lagi!” teriak Qzz “Hem?!” Uuzi kaget mendengarnya padahal Qzz paling anti dekat-dekat dengannya. “Apa?! Cepet masuk ketenda,!” teriak Qzz, karna Uuzi masih melamun mendengar ucapannya. “Lo, gak pa-pa?” tanya Uuzi ragu. “Hemm!” jawab Qzz mengiyakan. Uuzi pun akhirnya masuk ke dalam tenda itu, karna hujan saat itu semakin deras. Saat didalam tenda.. “Baju lo, basah kuyup, cepet ganti” perintah Qzz. “Hah?! ogah nanti lo nafsu lagi ngeliat gue buka baju, udah gak pa-pa gue, nih gue jauh-jauh kok dari lo, biar lo gak ikut kebasahan. lagian gue kan,,,,,” jawab Uuzi sambil tersenyum dan mulai duduk menjauhi Qzz. “What?…Ngomong apaan sik lo?! Lo ganti baju disini, gue bawa payung, sekarang gue keluar dulu, lagian gak bakal nafsu gue sama elo kan,,,” tiba-tiba Qzz tak melanjutkan ucapannya. dan langsung keluar dari tenda. Uuzi hanya tertunduk diam. “Sorry.” ucap Qzz sedikit merasa menyesal “Emm.” ucap Uuzi mengerti. Qzz segera keluar dari tenda dengan payung miliknya, dan tak lama,… “Udah belom? Lama!” protes Qzz pada Uuzi didalam tenda. “Iya udah bawel.” “Apa?!” “Enggak, heehee.” Saat keduanya sudah berada didalam tenda, mereka malah sibuk membaca buku horor, buku favorit yang tak pernah lepas dari keduanya. Tapi tiba-tiba ada suara berisik dari perut Qzz yang akhirnya menghentikan Uuzi untuk melanjutkan bacaaanya. “Laper?” tanya Uuzi sambil melihat wajah Qzz mulai pucat. “Enggak!!…” ucap Qzz berbohong. “Oh.” jawab Uuzi sambil menyembunyikan senyum gelinya, dia tau betul sifat Qzz yang selalu merasa sok kuat itu. Tak lama kemudian Qzz berubah fikiran dan mengakui kalau dia memang sangat lapar saat itu. “Gue,, laper.” ceplos Qzz tiba-tiba. “Di ransel gue masih ada makanan sama cemilan, lo abisin aja. tunggu gue ambilin.” ucap Uuzi tersenyum, kemudian membuka tas ranselnya dan mengeluarkan roti gandum dan cemilan lainnya dari dalam tas. “Gak perlu” ucap Qzz gengsi. “Ooh ya udah” Uuzi kembali melanjutkan bacaanya lagi. “Heiiii?!!” teriak Qzz kesal, karna Uuzi malah cuek padanya. “Kenapa?, Ngagetin tau” “Sini !!,..,” ucap Qzz sambil melirik roti gandum dan cemilan milik Uuzi saat itu. Uuzi langsung tersenyum geli melihat kelakuan Qzz, dan akhirnya tak perlu waktu lama untuk Qzz melahab habis semua makanan itu, tanpa menyisakan satupun makanan untuk Uuzi. Mereka berdua saling tersenyum karna kelakuan memalukan Qzz saat itu, dan akhirnya menghentikan bacaan mereka lalu membuat tebak-tebakan, memberi hukuman dan dihukum, bertengkar dan marah-marah lalu tertawa terbahak-bahak, didalam tenda kecil itu dengan hujan deras yang terus mengguyur semeru saat itu. Ada sesuatu yang hangat, tiba-tiba Qzz merasa menemukan rasa yang begitu hangat dihatinya. Udara di Semeru yang sangat dingin disana saat itu tak bereaksi sedikitpun untuk Qzz dan Uuzi. Qzz berfikir, apapun penyebab perasaan hangatnya saat itu, yang pasti hatinya merasa begitu senang. Tak lama karna kelelahan keduanya malah jadi ketiduran, didalam tenda yang sangat berantakan itu mereka malah bisa tetidur dengan begitu pulasnya. Hampir 5 jam lebih Qzz dan Uuzi ketiduran didalam tenda itu, sampai akhirnya tanpa terasa waktu sudah berganti malam. Saat baru terbagun, betapa terkejut keduanya, mandapatin cara tidur mereka yang asal-asalan, ditambah jarak tidur mareka yang telalu dekat saat itu. Hujan memang sudah berhenti sejak tadi, sampai mareka lupa menyalakan cahaya ditenda, dan mereka didalam tenda yang begitu gelap saat itu, cepat-cepat keduanya duduk menjauh satu sama lain, dan sibuk mencari senter kepala untuk mendapatkan cahaya karna disana terlalu gelap. Di tambah udara juga semakin dingin, pantas saja mereka juga belum buat api unggun didepan, kayu-kayu juga pasti sudah basah dan sulit untuk dibuat kayu bakar. Setelah menemukan senter kepala masing-masing, tak sengaja keduanya saling melihat dan menatap terkejut, ada perasaan aneh yang sama saat itu. Qzz segera sadar dan memutuskan keluar dari tenda itu, berusaha menyadarkan dirinya sendiri akan perasaannya anehnya saat itu terhadap Uuzi. Tak lama Uuzi pun ikut keluar dari tenda, dengan wajah canggung dan muka memerah, dia memutuskan untuk mencari kayu-kayu yang mungkin masih bisa dijadikan api unggun saat itu, agar Qzz tidak kedinginan. Qzz yang tak kalah grogi, memutuskan menunggu Uuzi disana sambil membantu membuatkan tenda untuk Uuzi, supaya tidak terjadi hal seperti tadi lagi disana. “Qzz, emm, gue mau cari kayu dulu, mungkin masih ada yang bisa dibuat kayu bakar, supaya lo gak kedinginan, tunggu gue, jangan kemana-mana eemm, tunggu ya.” ucap Uuzi agak gemetar. “Oh emm,.gue buatin tenda lo disini, Zziii,” balas Qzz tak kalah salah tingkahnya dengan Uuzi. Saat Uuzi melangkah sekali, Qzz langsung menghentikan langkahnya dan dengan tiba-tiba Qzz memeluk Uuzi dari belakang.’ Apa ini, apa Qzz sudah ingat semua?’ Gumam Uuzi kebingungan pada sikap Qzz. Seperti ada limpahan air terjun mengguyuri hati Uuzi saat itu, Qzz pun juga kaget dengan sikapnya saat itu, tapi, ini yang ingin dia lakukan entah sebagai apapun, dia merasa sangat ingin melakukannya saat itu pada Uuzi. “Abdi kabogoh anjeun,” kata Uuzii saat Qzz memeluk dirinya dari belakang. Uuzi masih gemetar, perlahan pelukan itu terlepas dan Uuzi segera berlari dan memasikan dirinya tak akan lama meninggalkan Qzz disana yang tak menyadari kata-kata itu keluar dari mulut Uuzi.”Gue gak akan lama, lo juga hati-hati disini. Emm, dan jangan pergi kamana-mana. Beneran gue gak akan lama.” Uuzi segera berlari, dengan semangatnya, dia tak ingin berlama-lama meninggalkan Qzz disana” “Hemm” jawab Qzz pelan, sambil tersenyum kearah Uuzi yang sudah menghilang, dan lekas membuatkan tenda untuk Uuzi. Tak lama setelah Uuzi pergi, dari dalam hutan tiba-tiba terdengar suara-suara, Qzz yang mendengar suara itupun mulai merasa ketakutan, apa ini akibat INDIGOnya lagi, fikir Qzz . Cepet-cepatlah dia masuk kedalam tenda miliknya saat itu, karna Qzz sadar suara itu bukanlah berasal dari Uuzi, karna kalau itu Uuzi dia pasti sudah teriak-teriak dari jauh memastikan keadaanya baik-baik saja, atau tidak saat itu. 

‘Kresekkkkk,,,, kresssskkkkkk,,,,, kresssssekkkkkkk…..!!!’ Qzz langsung menutup tendanya rapat-rapat, juga mematikan senter dan menutupi wajahnya saat itu dengan tangan. Tiba-tiba sleting tenda miliknya terdengar dibuka dengan hati-hati oleh seseorang, dengan suara gemetaran Qzz pun langsung berteriak sekeras-kerasnya saat itu. “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak kkkkkkk kkkkkk!!!” “Qzz?!” Mendengar namanya dipanggil oleh suara itu, Qzz lalu menyalakan kembali senter di kepalanya, dan melihat dengan jelas siapa orang yang ada didepannya saat itu. “Wmo?!” Qzz sontak terkejut, saat, tubuhnya langsung dipeluk erat oleh Wmo, yang begitu bahagianya, karna telah menemukan Qzz disana. Tak lama dari dalam hutan sambil meneriaki nama Qzz dan berlari secepat-cepatnya kearah tenda, Uuzi terlihat sangat panik, karna mendengar suara teriakan Qzz tadi. Uuzi tak berfikir apapun lagi selain kembali ketempat Qzz dan memastikan Qzz baik-baik saja disana. Tapi sesampainya disana, saat melihat kearah tenda, dengan sangat jelas, Uuzi melihat Qzz dipeluk oleh Wmo. Saat itu hatinya tiba-tiba terasa sangat mendidih, seluruh tubuhnya seperti tertimpa batu besar yang sangat tajam, ingin sekali dia meledak detik itu juga, melihat Wmo begitu erat memeluk kekasihnya. Memeluk erat Qzz didepan matanya, tangannya perlahan mengepal keras dan semakin mengeras, ingin rasa nya Uuzi memotong-motong tangan Wmo karna sudah menyentuh tubuh Qzz dihadapannya seperti itu. Rasa marah yang begitu amat sangat ingin diluapkannya, tapi tak mungkin dia tak bisa lakukan itu, bukan karna iya tak sanggup melakukannya, tapi karna dia,,,,,,.,,,. Perlahan kakinya mundur dan terus melangkah mundur, hingga tiba-tiba seseorang dari arah belakang mengejutkannya saat itu. “Hoiii,,,! Zii? Kenapa kaget, hah? Guru Quan yang paling tampan ni, gak amnesia kan ketularan Qzz?,” melihat Uuzi menampakan wajah suram didepannya, Guru Quan langsung, binggung. “Kenapa, cemberut, gak senang saya disini? Hah Hei, Zii jangan diam aja, gak sopan kamu ini pasti ketularan gadis busuk itu, hah? Loh, loh, apaan lagi nih, kamu mau bikin kayu bakar buat Qzz pake kayu-kayu basah ini, yang bener aja,, anak jaman sekarang kecerdasan pramukanya nol besar ya, benar-benar kamu ini,” Guru Quan terus bicara tanpa sadar kalau Uuzi tak memperdulikannya sedikitpun, saat ini jangankan suara manusia, suara hatinya sendiripun tak ingin dia dengar lagi, semuanya memang sudah mati. Yang dia fikir saat itu, cuma keinginannya menghajar Wmo sampai mati, karna telah memeluk tubuh Qzz seperti itu, Uuzi benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya lagi saat itu. “Liat nih, alat-alat canggil yang dibelikan Wmo calon suaminya Qzz, ada penghangat ruangan, pembuat makanan, dan minuman hangat dan dingin otomatis, trus lampu ukuran cahaya yang bisa diatur semau kamu, gimana” oceh Guru Quan panjang lebar. Tanpa menghiraukan Guru Quan, Uuzi langsung berjalan kearah tendanya, membetulkan tenda yang dibuat Qzz untuknya tadi, karna belum sempat diselesaikan oleh Qzz. “Ya sudah kalau gak senang saya disini, pokoknya nanti kita tetap tidur berdua ditenda itu, dengar, gak?! Qzz biar berdua dengan calonnya itu,” mendengar hal itu Uuzi langsung merobohkan tendangnya kembali. dan hanya diam melirik tajam kearah tenda Qzz yang sudah tertutup rapat. Guru Quan masih bicara dan belum menyadari Uuzi sudah menghancurkan tendanya lagi saat itu. “Soalnya Wmo tak sempat membeli tenda kemarin, kita saja bisa tidur kemarin karna numpang dengan para pendaki, Zii, sudah jangan ngambek terus, kamu buat tenda, saya yang buatkan makanan dan minuman untuk kita.” Guru Quan baru melihat tenda yang sudah roboh oleh Uuzi. “Heh. ah benar-benar makhluk yang satu ini tendanya kemahnya malah dihancurin kayak gini. Segitu bencinya ya kamu sama saya, heh, Zii!” omel Guru Quan kesal. Uuzi hanya diam, tanpa mendengarkan Guru Quan yang trus marah-marah karna Uuzi sudah menghancurkan tenda kemah tempat mereka beristirahat. Tak lama Qzz dan Wmo keluar dari tenda mereka, melihat Guru Quan yang mengomel-ngomel sendiri memperbaiki tendanya, Wmo pun ikut membantu Guru Quan disana, Qzz hanya diam sambil membuatkan makanan dan minuman hangat untuk mereka, Uuzi yang melihat Qzz mulai sendiri disana, dia langsung mendekati Qzz, dan terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun. “Ada yang harus gue bilang sama lo, Qzz” ucap Uuzi tiba-tiba, tapi Qzz tak sedikitpun meresponsnya saat itu. “Sayang, kalau sudah selesai bantu Guru Quan, kamu bisa kesini kan temeni aku” teriak Qzz pada Wmo yang masih sibuk membantu Guru Quan membetulkan tenda. “Qzz?!” air mata Uuzi menetes dan terus menetes, tangannya ingin sekali menggenggam tangan lembut itu, tapi tak sanggup karna gadis itu seolah tak lagi mau melihat keberadaanya disana. dia seakan lupa pada semua yang baru dia rasakan beberapa menit tadi, didalam satu tenda dan didinginnya udara Semeru. Qzz sudah lupa semua itu atau mungkin, sikapnya dikarnakan dirinya sudah mengingat kembali. “Mo, sayang, tolong kesini,, aku mau sama kamu Mo…” teriak Qzz sambil terus menahan tangisnya sendiri dan berusaha ceria saat itu. “Iya sayang, kamu manja banget sik sekarang., Maaf Guru Quan, saya tinggal dulu, gak kenapa-napa kan?” ucap Wmo sopan. “Iya tentu aja, gak masalah.” ” Guru Quan tak sengaja melihat kearah Uuzi yang menangis dan berjalan menjauh, sementara disana Qzz sudah tak menghiraukannya lagi saat itu. Guru Quan pun akhirnya tahu apa yang dirasakan Uuzi saat itu, setelah selesai dengan tendanya Guru Quan segera menghampiri Uuzi dan mengajaknya masuk tenda. Uuzi terus menolak ajakan Guru Quan dan bersikeras tetap berada disana melihat wajah Qzz walau tak lagi diperdulikan oleh gadis itu lagi. Malam sudah semakin larut, akhirnya Wmo dan Qzz berniat beristirahat dan kembali ketenda mereka, Uuzi masih terus mengikuti Qzz dan malah berniat tidur dengan mereka, agar tak terjadi hal apapun jika dia tak ada didekat Qzz, tapi Guru Quan langsung menariknya kuat-kuat dan menjauhkannya dari tenda Qzz dan Wmo. Sampai semalaman Uuzi terus seperti itu, hingga membuat Guru Quan harus rela tak tidur sampai pagi hanya untuk mengawasinya. Guru Quan hanya mengizinkan Uuzi mengawasi Qzz diluar tendanya saja dan jangan sekali-kali dia berani menggangu mereka karna Guru Quan pun yakin Wmo adalah pria baik-baik yang tak akan berani berbuat macam-macam pada Qzz, wanita yang paling dicintainya. 

 

 

 

 

Hilangnya INDIGO 

Malam sudah berlalu, Qzz dan Wmo beristirahat dengan baik tadi malam, hanya Guru Quan saja dan Uuzi yang tak tidur demi mengawasi Qzz semalaman diluar tenda mereka. Semua gara-gara Uuzi bersikeras menjaga Qzz dan melindunginya dari Wmo, walau kini Qzz sudah tak lagi ingin perduli padanya. “Guru Quan ada apa ini, kenapa berdiri didepan tenda kami?” tanya Wmo heran. “Gak apa-apa untunglah kalian sudah bangun, saya bawa berita gembira” ucap Guru Quan sambil matanya penuh kantung mata dan sayu karna begitu mengantuk saat itu. “Cuma karna kabar gembira sampai berdiri semalaman didepan tenda orang. Apa kau ini bodoh?” cetus Qzz. Uuzi sudah tak disana karna setelah dia tahu Qzz akan keluar dari tendanya Uuzi langsung pergi dan kembali ketendanya, menutupi perasaanya sendiri. ” Qzz,, Wmo bisa saya bicara berdua saja dengan Qzz?” ucap Guru Quan serius. “Oh,. Iya, silahkan, Qzz aku buat sarapan dulu.” ucap Wmo. “Hemm” jawab Qzz sambil mengangguk. Dan setelah Wmo jauh dari mereka Guru Quan pun mulai bicara. “Saya tahu kamu sudah bisa mengingat lagi, tadi malam itu Uuzi yang beri tahu saya, dia gak mau pergi dari depan pintu tenda kamu, karna dia tau kamu pasti akan membencinya, setelah mengingat semua itu Qzz.” “To the poit,” ucap Qzz ketus, mendengar nama Uuzi disebut. “Gak semua ingatan kamu, akan kamu ingat semua saat ini, ada juga yang kamu lupakan saat ini, makanya sampai sakarang kamu masih bisa melihat Uuzi, jadi sebaiknya jangan salahkan dia dulu Qzz, sebelum kamu berhasil mengingat semuanya. INDIGO itu akan segera hilang, dan kamu akan ingat semuanya nanti, bahkan hal yang kamu belum dengarpun akan kamu dengar nanti.” panjang lebar Guru Quan menjelaskan. “Saya akan melanjutkan pernikahan dengan Wmo, setelah sampai di dirumah, tentang dia dan saya, anda tak perlu ikut campur, dia bukan apa-apa bagi saya.” ‘Yang dimaksud Qzz adalah Uuzi.’ Qzz segera membereskan tendanya, dan bersiap untuk pulang hari itu juga. Setelah sarapan mereka semua pun bersiap untuk kembali, karna kata Guru Quan INDIGO itu akan segera hilang. Mereka pun menghentikan pencarian sia-sia itu, dan memutuskan kembali. Sepanjang jalan Qzz hanya mau berbicara dengan Wmo dan Guru Quan, dia tak lagi ingin memperdulikan Uuzi meskinpun pria charming itu terus melihat kearahnya, menatap seolah ingin selalu diperhatikan oleh gadis angkuh itu, namun Qzz tetap tak perduli lagi padanya.Jalan semakin dekat, karna Qzz terus bersemangat untuk sampai hari itu juga. Sementara Uuzi terus melamun memikirkan Qzz yang benar-benar sangat mencintai dirinya saat itu. Dulu saat Qzz belum memiliki INDIGO dan menjadi murid paling bodoh disekolah, dia jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan seorang murid laki-laki sombong, angkuh dingin namun begitu tampan, dan charming, dia pintar dan suka berkelahi, pria itu adalah pria pertama yang membuatnya jatuh cinta. Tapi sayang, Qzz terus-terusan ditolak olehnya, Pria itu, bilang padanya kalau dia benci dengan perempuan bodoh seperti dirinya, dan walau sekuat apapun Qzz berusaha untuk menjadi pintar, semua sia-sia saja karna menderita trauma sejak kecil, ditambah penyakit disleksia langka yang merusak kemampuannya memahami ruang, cacat itu membuatnya tak akan pernah pandai dalam pelajaran matematik, walalupun dia belajar sampai mati pun semua akan sia-sia saja. Uuzi si carming itu pun pernah dengan sengaja melempar penghampus papan tulis kearahnya didepan teman-teman sekelas karna, Qzz yang saat itu tak pernah bisa menyelesaikan soal termudah anak SD sakalipun, hingga membuat teman satu kelas menertawakan Qzz disana. Qzz yang selalu kikuk itu pun tak mengerti walalu pun sudah mati-matian menulis huruf dituts dia masih tak bisa ingat dimana letak huruf-huruf itu berada, itu tandanya ia tak akan pernah bisa mengetik untuk selamanya. Qzz akan selalu lupa dengan apa yang baru saja dipelajarinya. Hari-harinya yang suram itu terus terjadi dihidupnya, ditambah sakit hati karna Uuzi yang tak henti menolak kehadirannya disana, perasaan marah, malu, dan perasaan jatuh cinta itu jadi satu, hinaan dan cacimaki semua orang disekolah membuatnya merasa ingin mati setiap hari . Uzzi si charming itulah yang membuatnya terus bertahan, jatuh cinta membuat si culun Qzz memutuskan untuk merubah dirinya menjadi seperti pria itu, suka berkelahi, sombong, angkuh, dingin, dia terus berusaha menarik simpati pria itu dengan merubah dirinya menjadi seperti Uzzi, tapi Qzz selalu saja menerima penolakan darinya, hingga sesuatu terjadi, dia tak ingat apa itu. Qzz jadi mendapat INDIGO milik Uzzi, selama ini Uuzi lah si pemilik indigo itu dan karna hal ini juga sampai detik ini Qzz terus menderita dan kemarahan itu masih terus menggerogoti hatinya. Qzz hanya mampu mengingat sampai sebatas itu, itulah yang mambuatnya tiba-tiba membenci Uzzi, karna pria itu sebenarnya adalah Uuzi, dia yang membuat Qzz akhirnya memiliki Indigo dan semua penolakan-penolakan berat dimasa lalunya. “Zii, ya ampun, kamu ini ngelamunin apaan hah?!” Kita berdua sudah ditinggal Wmo dan Qzz sejak tadi, karna hari ini juga Qzz minta untuk menikah dengan Wmo setelah sampai dikota nanti” ucap Guru Quan dan langsung membuat Uuzi kaget dan gemetar mendengarnya. “Apa?! Bicara apa kau ini, hah?!! Siapa yang akan menikah hari ini? KALAU BICARA YANG JELAS!!!” Teriak Uuzi, dan akhirnya berlari dari tempat itu, mencoba mengejar Qzz yang sudah tak lagi disana. Saat sampai dijalan raya, Uuzi terus berteriak memanggil-manggil nama Qzz tapi Qzz tak bisa mendengarnya, dia berlutut di tengah-tengah jalan raya, sambil terus memanggil nama Qzz. Sesuatu terjadi dengan tiba-tiba, dari arah belakang sebuah truk langsung menabrak tubuhnya dengan cepat. ‘Fusssszzs….

 

 Tak lagi sama, 

Pernikahan Qzz dan Wmo pun hari itu berlangsung dengan sangat hikmat, seluruh hadirin mengenakan gaun hitam dan putih warna yang disukai oleh kedua pengantin. Seluruh mata langsung melihat kearah keduanya, mempelai wanita yang begitu cantik dengan gaun hitamny, dan pengantin pria yang sangat tampan disana membuat mata siapapun iri melihat mereka. Ditengah-tengah acara Wmo tiba-tiba menanyakan sesuatu pada Qzz. “Qzz, aku penasaran satu hal, aku tanya boleh?” Wmo terlihat serius. “Ya” jawab Qzz “Sebenernya kemarin waktu di Semeru, kenapa kamu bawa tenda dua, apa kamu udah tau kalau aku dan Guru Quan bakal nyusul ke Semeru?,” tanya Wmo penasaran karna dia tak melihat orang lain selain Qzz disana. “Apa kamu liat, dia,, Qzz kamu dulu juga di SMU OZ, apa kamu ingat sekarang.. Aku adalah si culun yang selalu duduk disebelah bangku kosong, . Dia mati karna menolong si culun bodoh yang ikut tawuran demi bisa seperti dirinya.. demi mendapatkan simpati kamu yang sangat mencintai Uuzi.. si culun bodoh yang sangat.. sangat tolol ini… yang hampir mati karna tertusuk saat tawuran, Uuzi yang mengantikan aku. Dia mati karna aku Qzz.. indigo itu miliknya.. Aku minta maaf Qzz, .. Tubuh Qzz langsung lemas dia tak bisa lagi menompang tubuhnya saat itu, hanya tangis yang menjadi-jadi dan jeritan menyesal yang dia luapkan sekuat-kuatnya tak sanggup lagi berdiri.. “Aaaakkkkkkkkkkkk…………….aaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk………” Pria berseragam sekolah yang penuh darah dan di jantungnya itu terus menatap Qzz dari luar gedung pernikahan. Air matanya terus terjatuh melihat kekasihnya disana, menagisi dirinya yang sudah mati.

 

 

Sejak saat itu Qzz sangat membenci Wmo, dan terus menerus menyakiti nya untuk membalas sakit hati karna kematian Uuzi,, Namun Wmo tetap memilih berada disampingnya menerima semua perlakuan Qzz yang lebih buruk dari sebelumnya, semua karna dia sangat mencintai gadis jahat itu.,,, dia rela seumur hidup disakiti dan terus jadi bonekanya yang dicabik-cabik,, asal gadis monster itu akan mencintainya suatu saat nanti.

 

 

 

 

 

SINOPSIS

Qzz seorang gadis yang kehilangan dirinya, setelah kematian seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Dan merubah segalanya hingga merusak dirinya sendiri karna indigo yang bukanlah miliknya, 

Cowok bermata abu-abu dan rambut putih bernama Wmo adalah pria culun yang jatuh cinta pada Qzz, dan cinta segitiga yang saling menyakiti, untuk dapat melihat seberapa layak cinta itu berada dihati itu.

Uuzi cowok urakan yang charming suka horor dan sangat menarik menjadi hal rahasia yang dibuat Qzz,,,

 

 

 

Proposal

Cerita ini sangat layak dibaca dan akan mengubah cara pandang semua orang yang punya pengalaman menjalani cinta palsu.

 

 

Biodata penulis

 

Nama                               :      KIKI WULANDARI

Alamat                            :      Jln. Dadap 1 periyuk jaya tanggerang kota rt. 001/rw. 008 no.48

Tempat tanggal lahir   :      Jakarta, 04-02-1990

 



   0 komentar     |        19 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama