Ingat saya
Cover



penulis : Kiki wulandari
dibuat : Thursday, 09 August 2018 1:15 am
diubah : 1 minggu yang lalu
vote cerita :
1 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 51 vote, average: 3.00 out of 5 (1 votes, rata-rata: 3.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Indigo

SINOPSIS

FIKSI

 

INDIGO …

           Cowok berbaju putih dan bercak noda darah dibajunya itu terus memandang tajam kearah gadis culun disebelah bangkunya. ‘Bodoh, sampai kapan dia terus begini’ laki- laki itu mengerutu, mengerutkan dahinya kemudian tersenyum, tak henti memandangi manusia culun disebelahnya yang masih sibuk tak tau kalau dirinya sedang diperhatikan.

 

 

Dua bulan kemudian…. 

‘Kali ini ada lagi ulahnya, manusia ini sudah sangat keterlaluan, gadis bermata tajam dengan pakaian yang penuh tanah dan darah itu kini langsung menjadi pusat perhatian mata-mata sinis yang sejak tadi menatapnya penuh cibir dan makian tak ada ampun. Bukan hanya wajah dingin dan angkuhnya yang menjadi alasan pertama orang-orang mengangapnya sampah, ada hal lain. Namun bukan Qzz, kalau semua itu melemahkannya apalagi sampai membuatnya berhenti.

 ‘Orang-orang sialan.. ciiih…  ‘ kata yang selalu terlontar tiap kali mereka mulai melempar sampah, telur busuk, atau apapun yang menjijikan kewajah cantiknya. Semua itu mereka lakukan karna terlalu muak dengan sikap Qzz belakangan ini.

Semenjak orang itu pergi darinya, Qzz berubah 180% jadi seperti monster..

‘Hentikan  Qzz…’ bisik orang itu, berkali-kali.

 

 

“Eeehi…cewek Aneh!, kali ini lo bikin nama baik sekolah kita ancur lagi, … Emang dasar cewek freak gak sadar sama semua kelakuan berandal lo itu hah..!Tiap hari tawuran! Lo kira lo siapa?!, Dasar sampah,! Jadi lo fikir lo itu dia,,” Bentak ketua Genk Molest Lady. 

“Mungkin dia udah terlalu sakit jiwa, sejak kejadian waktu itu. Ha,,,,ha,,,,ha,,,,” sambung salah seorang dari mereka. Tanpa bicara lagi, Qzz langsung menamparnya dengan sangat keras lalu mendekatkan wajahnya kedepan muka gadis anggota genk molest lady yang bicara tadi. Bukan hanya jatuh terjungkir, bahkan wajahnya sampai berdarah karena tamparan dari kuku tangan Qzz. “Huuuutsssss…” ucap Qzz, santai dan langsung meninggalkan mereka Gank Molest Lady yang tak bisa berkutik lagi karna melihat Qzz terlalu berbahaya buat mereka saat itu.

“Apa dia itu monster.. “

“Gak tau.. kali ini bukan saatnya, biarin dia pergi”

 ***

 

Langit sore itu begitu sepi, langkah tenangnya mulai terasa hambar dan kian sunyi. Setelah hari ini lagi-lagi dia kembali tawuran dan menghajar asal setiap orang disekolah. Qzz pun harus menerima surat pangilan orang tua murid untuk kesekian kalinya dari kepala sekolah. Rasanya belum sampai seminggu lalu dia buat ulah dengan menghajar murid-murid disekolahnya, hanya karna alasan tubuhnya tersenggol oleh mereka, Qzz lantas tanpa belas kasihan menghajar mereka. Ditambah baru saja dia dengan sengaja menampar wajah salah seorang anggota molest lady cuma karna ucapan salah satu dari mereka yang membuat Qzz ingat dengan kejadian dua bulan lalu. Walau tidak semuanya bisa ia ingat.

 

 

Kakinya masih berjalan melalui bebatuan dekat sungai sore itu,  dan tiba-tiba terhenti matanya memandang heran kearah Matahari yang cukup menyengat diujung senja. 

“Heiii…! Gadis busuk,.. Apa anehnya langit sore?” Suara seorang pria dengan intonasi nada santai tapi terkesan angkuh tiba-tiba muncul disampingnya. Dengan sekali lirikan tajam dari matanya saja, sudah mengartikan kalau dia benar-benar tak sudi mendengar ucapan cowok disampingnya itu. Tanpa bicara sepatah katapun, Qzz langsung melanjutkan langkahnya menjauhi cowok itu, dan kini mulai berjalan lebih tegas menjauhinya. Sementara cowok itu, hanya tersenyum memandang Qzz dari jauh, matanya beralih menatap kearah langit sore yang silau disana, seperti yang dilakukan Qzz 3 menit lalu sebelum dia pergi.

“Kapan dia berhenti…” tertunduk diam.

 *** 

Setelah sampai rumah Qzz langsung meletakan surat pemanggilan dari kepala sekolah didalam ruang kerja, wanita paru baya yang biasa disebutnya dengan panggilan ibu. Selama ini Qzz cukup tenang karna dirumah hanya ada dia, ibu juga seorang pembantu saja. Namun belakangan, ada seorang lagi ke dalam rumah mereka saat ini. Dia seorang anak laki-laki seumuran dengannya. Hampir satu semester mereka jadi teman sekelas, dan kini mereka pun harus tinggal diatap yang sama.

 

Namanya Uuzi, cowok penggila horor dengan wajah charming dan otak yang cukup cerdas itu langsung menarik sisi tempramen Qzz tiap kali melihat wajahnya dimanapun mereka bertemu. Yang dia ingat terakhir kali Ibunya sengaja membawa Uuzi kerumah, karna kedua orang tua Uuzi meninggal setahun yang lalu akibat kecelakaan pesawat terbang menuju inggris. Selama itu pula dia tinggal dengan orang tua asuhnya diinggris tapi Uuzi tak pernah merasa nyaman berada lama disana. Akhirnya karna hal ini dia memutuskan keluar dari rumah itu, setelah mencari-cari alamat rumah ibunya Qzz, yang tenyata sahabat baik dari orang tuanya, Uuzi memutuskan pindah dan tinggal dirumah mereka sampai seterusnya. Dia tak pernah memperhitungkan sebelumnya, kalau rupanya Qzz sendiri adalah teman masa kecilnya yang kini sudah tumbuh dengan semua kelebihannya. Sayangnya Qzz tak juga mengingatnya sampai detik ini. Semenjak perceraian kedua orang tuanya, Qzz berubah menjadi sangat dingin dan kasar. Karna perceraian itu pula ibunya sempat mengalami ganguan kejiwaan dan hampir dibawa ke RSJ saat itu, tapi Qzz memutuskan untuk merawat sendiri ibunya dirumah hingga sembuh sampai sekarang. Semenjak itulah dia menjadi sangat membenci laki-laki, segala ingatannya kabur karna kecelakaan saat umurnya beranjak 5 tahun, kata dokter jika hal serupa terjadi lagi pada Qzz maka bukan saja ingatannya yang akan hilang selamanya.. dia akan terus berada dalam halusinasi yang dia ciptakan sendiri. Terjadi hal aneh sejak hari itu, hingga sekarang, diumurnya yang sudah berada diangka 16 tahun, Qzz tumbuh menjadi pribadi yang buruk.

 

“Aku pulang! Maaf telat tadi habis lihat Matahari sore. Umm..” 

Cowok dengan postur tubuh tinggi dan wajah yang charming itu bergegas memasuki pintu rumah kaca yang cukup tenang. Melihat sekelilingnya sepi dan hanya seorang pelayan yang tersenyum sambil membukakan pintu untuknya, Uzzi langsung berlari menuju kamar atas.

 

 

 

 

 

 

‘Tok,,tokk,,tokk,,,’ Suara pintu diketuk. “Qzz?” GubrakKKKKK…….. Suara barang dilempar kearah pintu. ” “Huhf, Iya. Gue berhenti ngetok.. sekarang buka pintunya, luka lo harus diobati, nanti infeksi. Gue cuma mau ngobatin luka lo, gak lebih,  nyokap marah lagi nanti, Qzz. Cepet buka..” GUuBraKKK,, GuubraK….Gubrakkkkk,, Gubrakkkk, ,,,,, Gubrakkkk…..Semakin banyak barang yang dilempar kearah pintu dari dalam kamar. Tak lama dari arah jendela kamar Qzz, Uuzi dengan cepat menerobos memasuki kamar yang sudah sangat kacau itu. Dia selalu menemukan cara  pintar supaya bisa menerobos masuk ke dalam kamar gadis itu. 

Melihat Uuzi yang sudah berada didalam kamarnya, dengan sebuah kotak obat ditangan kanan dan minuman dingin ditangan kirinya. Qzz lekas menghampirnya sambil melototkan mata yang penuh luka di bagian pelipis, bibir yang sedikit sobek dan lebam dimata kiri tak menghilangkan kecantikannya sedikitpun. 

“Lo mau mati ,, HAH,,,!!!” Bentak Qzz penuh amarah. Uuzi hanya tersenyum dan mengangguk’ Saat tangan Qzz sudah mengepal dan akan melayangkan pukulan keras kewajahnya, tapi tiba-tiba suara ibunya dari bawah terdengar memanggil dirinya. “Sayang kamu buat ulah lag, Qzz…!!!” Mendengar suara itu mata mereka saling beradu, sesekali melihat kearah luar pintu. Saat seperti ini barulah Uuzi yang turun tangan, setelah meneriakkan kalau Qzz sedang tidur karna kelelahan, ibunya tak lagi berteriak dan meminta Uuzi untuk tetap disana menjaganya. “Gimana? Hem?” Uuzi berhasil lagi membuat Qzz diam dan mengurungkan niat untuk memukul wajahnya,,  hanya kali ini Uuzi tetap akan dapet bogem keras, walau cuma di bagian perut, namun cukup menyakitkan,  pantang buat Qzz membatalkan niatnya jika sudah dia putuskan. ‘Buuuugg….’ “Aaaaawwww’.. Qzz!!” gadis monter itu mengacuhkannya, tapi tak melarang Uzzi berada disana. 

Menjelang malam Uuzi masih serius mengobati luka-luka di wajah dan tangan Qzz, karna tangan itu sudah dipakainya untuk memukuli banyak orang tadi. Setelah selesai, mereka berdua sibuk membaca buku horor didalam kamar serba hitam itu, menunggu ibunya tidur baru Uzzi keluar dari  kamar Qzz. 

Mimpi indah kenyataan buruk… Karna kelelahan Uuzi sempat tak sengaja ketiduran didalam kamar Qzz. Tak terasa mimpi tentang masa kecil mereka pun tiba-tiba muncul.

 Aneh dan sangat jauh dari jangkauannya, mungkin memang tak akan pernah bisa dijangkaunya sama sekali saat ini. Sifat manis sahabat kecil yang begitu dirindukannya hingga kini, kalau saja semua bisa diubah, pasti dia akan mengubahnya tanpa ada secuil kesedihanpun diwajah manis itu lagi. Tak perlu waktu lama untuk Uuzi terbangun, karna seember air dingin saat itu sudah langsung mengguyur habis tubuhnya dan menggejutkannya yang sedang tertidur pulas disana. Kelakuan siapa lagi kalau bukan gadis monster itu.  Belum juga Uuzi sadar 100% dari kantuknya itu, pantatnya sudah ditendang dan didorongnya keluar dari kamar detik itu juga. Uuzi pasrah dan hanya bisa mengelus dada.. ‘Tabah..tabah…’ katanya sambil mencoba bangun karna sudah tersungkur dengan pantat yang masih nungging.

*** 

 

Tawuran  hari itu… 

Hari ini memang tak sama seperti yang kemarin, kalau saja tak lebih baik, berarti akan lebih buruk lagi,,. Qzz memutuskan untuk ikut tawuran lagi siang itu, saat jam istirahat, dia langsung menerobos melompati pagar sekolah dan langsung berlari menuju tempat tawuran. Entah apa tujuan hidupnya saat ini, dia hidup seperti manusia yang kehilangan arahnya sejak dua bulan lalu. Qzz terus berlari kencang kearah berlawanan yang bukan dirinya sama sekali.

 Setelah sampai di tempat tawuran Qzz yang hanya seorang diri saat itu, dengan angkuh dan  segala ucapan kasarnya, dia berjalan mendekat kearah gerombongan siswa-siswa bersenjata disebrang jalan tempat tawuran. Awalnya mereka hanya menertawai Qzz karna terus berlagak sombong padahal dia hanya seorang diri, apalagi dia cuma gadis dengan postur tubuh yang mungil. Tapi kata-kata tajam yang terus terlontar dari mulutnya saat itu pun lama-lama membuat emosi mereka makin memuncak. Mereka langsung berlari cepat kearah Qzz, begitu juga Qzz yang tersenyum sinis dan langsung berlari kearah mereka tanpa rasa takut sedikitpun. Saat mereka hampir mendekat, tiba-tiba dari arah belakang Qzz, seorang laki-laki bertubuh tinggi, berwajah charming ikut berlari disebelahnya, akhirnya tawuran itupun terjadi. berlangsung sampai mobil polisi datang dan semua berlarian menyelamatkan diri dari tangkapan polisi.

 

“Sial! Kenapa masih aja tawuran. Hah!!” Uuzi geregetan melihat wajah Qzz saat itu. 

“Elo. Urus, urusan lo sendiri!! ….!” teriak  Qzz sangat kesal.

 “Huufh..Lo tau. gue udah hampir gila nyari lo dari tadi disekolah, Berhenti tawuran ini bukan sifat lo Qzz. Untung aja kita berhasil menang tadi, kalo enggak! Kali ini lo pasti bisa aja mati kayak…..” Omel Uuzi panjang lebar. “Kayak siapa hah?!! Elo, sebelumnya…apa pernah lo ngerasain jadi gua Hah?!! PERNAH!? Hah,” Qzz tiba-tiba bertanya sangat serius. 

“Mulai lagi lo ngomong gak jelas, udah ayo pulang..” Uzzi menghentikan pertanyaan Qzz dengan langsung membopongnya pulang sambil terus memarahi Qzz yang sudah diam-diam pergi tawuran lagi hari itu. Mendengar Uuzi terus mengomel, Qzz langsung mengerutkan dahinya heran, dia merasa pria aneh yang saat ini membopong paksa dirinya itu, benar-benar sudah sangat gila. Sejak hari itu  Qzz harus menerima kenyataan, setelah tiba-tiba Uzzi menghilang begitu saja, Qzz juga harus didrop out dari SMU OZ, karna tawuran sebelumnya yang sudah menghilangkan nyawa seseorang, dan semenjak itupula dia menjalani kehidupannya secara asal-asalan, dia memilih sekolah baru secara asal, memilih teman juga asal, mereka para brandalan, si berengsek,, sampah disekolah adalah jenis yang menjadi teman-temannya, bahkan pacar pun asal-asalan dipilihnya. Pria kutu buku disekolah baru yang bilang suka padanya pun asal diterimannya begitu saja, karna dia tak ingin pusing dengan urusan sekolah, Qzz pun menerima pria culun namun sangat pintar bernama Wmo itu sebagai pacarnya.

“Kemana si aneh itu pergi………

 

 

 

 

 

 

 

 

SINOPSIS

Qzz seorang gadis yang kehilangan dirinya, setelah kematian seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Dan merubah segalanya hingga merusak dirinya sendiri karna indigo yang bukanlah miliknya, 

Cowok bermata abu-abu dan rambut putih bernama Wmo adalah pria culun yang jatuh cinta pada Qzz, dan cinta segitiga yang saling menyakiti, untuk dapat melihat seberapa layak cinta itu berada dihati itu.

Uuzi cowok urakan yang charming suka horor dan sangat menarik menjadi hal rahasia yang dibuat Qzz,,,

 

 

 

 



   0 komentar     |        17 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama