Ingat saya
Cover



dibuat : Monday, 03 April 2017 2:51 pm
diubah : 1 tahun yang lalu
vote cerita :
4 votes, average: 3.25 out of 54 votes, average: 3.25 out of 54 votes, average: 3.25 out of 54 votes, average: 3.25 out of 54 votes, average: 3.25 out of 5 (4 votes, rata-rata: 3.25 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

GWP310421-Yang Tumbuh Bersama Ilalang

SINOPSIS

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

YANG TUMBUH BERSAMA ILALANG

Oleh: Utami Panca Dewi

            Setelah bapaknya meninggal karena kegagalan operasi batu ginjal, Ismail (15 th) terpaksa menjadi tukang ojek sepeda. Ainaya (murid baru di sekolah Ismail) terpaksa ikut kakeknya di desa karena ayahnya sedang melanjutkan kuliah di Irlandia. Kakeknya yang masih bekerja hanya sempat mengantar Ainaya pada pagi hari. Akhirnya Ainaya berlangganan ojek sepeda kepada Ismail. Aryo yang sejak awal sudah bermusuhan dengan Ismail, menjadi cemburu dan berusaha melakukan segala cara agar Ainaya tidak lagi mengojek sepeda Ismail.

            Meskipun telah menjual bengkel sepeda motor untuk biaya operasi Bapak, Ibu masih punya hutang dengan Om Seno. Jadi Ibu memutuskan untuk bekerja sebagai buruh migrant di Arab. Ibu menitipkan Ismail dan Aisyah, agar tinggal bersama Om Seno dan Bulik Ros. 

            Setelah lulus SMP, Ismail harus berpisah dari Ainaya. Ainaya melanjutkan sekolah di kota Yogya, sedangkan Ismail hanya melanjutkan SMA-nya di desa. Namun Ainaya tetap berlangganan ojek kepada Ismail. Apalagi saat itu, jembatan Progo yang menghubungkan Kulon Progo dengan Bantul terputus. Tidak ada mobil yang bisa melewati jembatan berjarak hampir 530 m itu. Eyang Pringgo tidak bisa mengantarkan Ainaya dengan mobilnya. Ainaya semakin punya alasan untuk menggunakan jasa Ismail.

            Setelah Ismail masuk SMA, Ibu memenuhi janjinya. Ibu membelikan motor buat Ismail. Sekarang Ismail bisa mengojek memakai motor. Aryo tidak punya alasan lagi untuk mengejeknya. Namun Aryo punya cara untuk memisahkan Ainaya dengan Ismail. Aryo melaporkan kedekatan Ainaya dan Ismail kepada Eyang Pringgo. Eyang membelikan Ainaya sepeda motor, agar ia tak lagi mengojek kepada Ismail. Namun keduanya sering bertemu secara diam-diam.

            Suatu hari, motor Ismail hilang. Ismail yang sangat sedih, justru mendapat caci maki dari Bulik Ros. Dengan sinis, Bulik Ros mengatakan bahwa ibunya Ismail telah berhutang kepada suaminya untuk membeli motor itu, jadi hutang ibunya Ismail kepada Om Seno semakin menumpuk. Bulik Ros meminta Ismail dan Aisyah pergi dari rumahnya. Ismail mengajak adiknya pergi ke Lampung. Ismail ingin bekerja di kebun kelapa sawit milik Mas Amir (anaknya Dhe Yem). Itulah perpisahan pertama antara Ismail dan Ainaya. Malang sekali, karena alamat yang disimpannya di dompet tiba-tiba hilang. Beruntung ada seorang sopir truk bernama Pak Taufik yang menolong. Ismail dan Aisyah akhirnya bekerja di kebun kelapa sawit milik Nyonya Fumiko, bosnya Pak Taufik.

            Lama tidak mendengar kabar tentang Ibunya, tiba-tiba saja Ismail mendengar berita dari televisi bahwa Ibunya terancam hukuman pancung dengan tuduhan telah membunuh majikannya.  Pak Taufik menganjurkan agar keduanya pulang saja ke rumah Om Seno. Tetapi keduanya menolak.

Suatu hari mereka menemukan sebuah tas hitam berisi sejumlah uang dan surat-surat penting, di dalam kebun sawit. Ternyata tas itu milik Nyonya Fumiko. Semula Ismail ingin memakai uang itu untuk menambah uang Diyat (denda) bagi ibunya agar hukuman pancungnya dibatalkan. Tapi karena kejujurannya, Ismail akhirnya mengembalikan tas itu kepada Nyonya Fumiko.  Nyonya Fumiko berniat memberikan imbalan uang. Tapi Ismail menolak.

            Masyarakat banyak yang terketuk hatinya atas pemberitaan seorang buruh migrant yang terancam hukuman pancung.Sumbangan yang terkumpul di LSM Womens Care, atas partisipasi masyarakat sudah terkumpul sebanyak 6 juta Riyad (9 milyar). Kabar gembira pun tiba. Atas sumbangan seseorang sebanyak 2 milyar, akhirnya Bu Sutini (ibunya Ismail) bisa dibebaskan dari hukuman. Semula Ismail mengira bahwa sumbangan itu adalah dari Nyonya Fumiko. Tapi  Nyonya Fumiko membantah.

            Siapakah yang telah menggenapkan uang diyat untuk ibunya Ismail? Apakah akhirnya ibunya Ismail bisa lolos dari hukuman? Lalu bagaimanakah akhir hubungan asmara antara Ismail dan Ainaya? Simak kisahnya mulai dari bab yang pertama.



   6 komentar     |        674 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Eva Purwa

Baca bab 1 di mana, Tante? Penasaraaan.

May 17, 2017, 1:59 pm
    Utami Panca Dewi Utami Panca Dewi

    Cari di ian kolom pencarian Bab, Va. Tapi novel ini nggak lolos kok, hiks…

    May 20, 2017, 12:32 pm
Koko Ferdie Koko Ferdie

Seru lo iki ceritanya. Ditunggu kelanjutannya …

May 2, 2017, 8:59 am
    Utami Panca Dewi Utami Panca Dewi

    Thanks dukungannya Koko. Kalau nggak kepilih bakalan tak lempar ke Mitha, Kira-kira cocok nggak ya?

    May 2, 2017, 10:11 am
Yulina Trihaningsih Yulina Trihaningsih

Semangat lanjut, Mbakyuu… (y)

April 5, 2017, 12:10 pm
    Utami Panca Dewi Utami Panca Dewi

    Okey, trims Mbak Yulin, sudah posting bab 1.

    April 5, 2017, 12:47 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama