Ingat saya
Cover



penulis : Liliana Tan
dibuat : Tuesday, 11 November 2014 12:46 pm
diubah : 1 tahun yang lalu
vote cerita :
49 votes, average: 3.65 out of 549 votes, average: 3.65 out of 549 votes, average: 3.65 out of 549 votes, average: 3.65 out of 549 votes, average: 3.65 out of 5 (49 votes, rata-rata: 3.65 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Face Of Terror

SINOPSIS

Sepotong tulang tangan memanggil dari kuburan dangkal di tengah hutan yang gelap, tapi anehnya hanya Lily Dawson yang bisa melihatnya. Lily memiliki visi, sebuah kekuatan untuk melihat rahasia masa lalu dan hal mengerikan yang akan terjadi. Dia terus menerus menggambar seraut wajah, wajah seorang pria yang sudah mati tanpa tahu siapa pria itu dan tanpa ingat apa sebabnya pria itu mati. Tapi kini visi itu membawanya ke misteri kematian misterius seorang pria. Dia harus berpacu dengan waktu, menemukan si pembunuh sebelum pembunuh itu menemukannya…

Note :

Jika ada yang ingin tahu kelanjutan ceritanya, Anda bisa menghubungi saya melalui IG. Saya akan beritahu bagaimana cara membaca kelanjutannya =) Karena saya tak aktif lagi di sini dan sudah pindah lapak lain, jadi maafkeun ye kalau ada pesan-pesan atau komentar yang gak direply. Ini aja baru inget paswordnya hehehe ^.^

Find me on IG : @LilianaTan1708 or @Xians.corner

 

Terima kasih,

Liliana Tan



   22 komentar     |        1,534 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Rexa Strudel Rexa Strudel

aku paling suka yang ini..ahihihi..
voted sampai mentok (5)
cemunguudh kaaa

December 22, 2014, 11:36 am
Gusti A.P. Gusti A.P.

Lho? Ngambek yaaah? Piye tho :( Aku rata-rata memang ngasih 3 bintang ke cerita-cerita yang aku baca dan yg masih nimbulin pertanyaan. Buat aku itu 7. Kalau benar-benar suka, baru aku kasih 4 atau bahkan 5 :)

Aku kan berusaha obyektif :) Teman2ku di dunia penulis tahu banget soal itu.

Aku juga sedih kalau rate-ku turun. Tapi aku kan nggak bisa maksa orang terus menyukai ceritaku.Justru di sini aku ngetes cerita-ceritaku. Orang suka atau nggak.

Gini ya Mbak. Aku baca dan mau komen panjang, itu sendiri bagiku sudah bentuk apresiasi :( Susah lho konsen baca tulisan orang sementara harus bagi pikiran buat nyelesaikan naskah sendiri.

Dan kalau aku nggak care sama karya seseorang ya ngapain aku panjang-panjang maparin kritik :(

Kalau Mbak baca kritikku, aku selalu berusaha obyektif dan seimbang :( Please lah.

Ya sudah.

So it’s the end nih? Our F? just like that?

Well too bad. But whatever :( Kupikir akhirnya aku bisa dapat “teman” di sini.

Aku temenan bukan cuma karena “rate” :( Dan aku tulus waktu bilang cerita2mu punya potensi :(

November 27, 2014, 9:25 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Well, I’m Not Angel! wajar lah klo ak ngarep org yg kuberi 5 bisa memberiku 5 juga. Aku jg gak bisa maksa org tp setidaknya demi menghargai persahabatan aku tetap memberi temanku 5 bintang walo sbnrnya ceritanya lbh pntes dksh 1 bintang. But I still give her 5 stars. Why? krn aku gak mau menyakitinya, krn aku tw rasanya dksh 1 bintang tuh rasanya sgt menyakitkan, memberi kesan seolah usaha kita gak dihargai..sepele emk, tp bagiku itu pntg coz dgn itu kita bs menilai bgmn org itu mnghargai kita. kl cm hal sepele kyk bintang ini aja dy gk mw ngasih aplg dlm khdpn nyata yg membutuhkan pngorbanan yg lbh besar? menghargai org hrs dimulai dr sesuatu yg kecil. itu sih prinsipku :'(

    November 27, 2014, 10:30 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Just Forget It! Lupakan aja. we still friend kok πŸ˜€ justru ak berterima kasih padamu krn sdh membuatku melihat kenyataan (walo pahit sih). Terima kasih sdh membuka mataku. harusnya km blg sjk awal kl km gak prnh ksh 5 bintang jd ak jg bisa memberimu harga yg sama spt km menghargaiku. well, kupikir ada harga khusus utk sebuah persahabatan..ternyata sama aja :-(

    November 27, 2014, 10:36 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Ok terimakasih. Akhirnya aku bisa fokus membaca naskah teman-temanku yang sebenarnya di dunia nyata. Yang mungkin lebih pantas dapat kritikan tulus dan penilaian obyektif.

    BYE

    aku udah kasih vote 5 buat beberapa ceritamu yang bahkan nggak aku baca. Kalau itu memang maumu.

    Eat that damn stars :p

    November 28, 2014, 8:19 am
Gusti A.P. Gusti A.P.

Haluuu πŸ˜€ Sesuai request, langsung kubaca semua dalam satu malem XD

Okay. Awal-awal jujur aku lebih suka ini daripada The Last Sacrifice bahkan My Personal Angel sekalipun *uhuk-uhuk, sorry Michael sama. You’re still deeply in my heart XD

Ide awalnya bagus sekali. Mahasiswa seni, mendapat visi orang-orang yang terbunuh dari lukisan-lukisan wajah yg dia buat sendiri. Great.

Gaya dan struktur kalimat jauh lebih rapi. Deskripsi lebih lincah. Dialog lumayan. Atmosfer okelah. Lebih solid kalau menurutku.

Terutama karena bahasa Inggrisnya sudah berkurang drastis. Huahahahah XD Jadi kesannya jauh lebih rapi. Jangan salah Mbak. Aku ini lulusan Sastra Inggris. Juga suka bikin cerita full in English. Kukritik bahasa Inggris selama ini bukan karena aku tak bisa atau benci πŸ˜€ Tapi slain English aku cinta BI *iyeeey XD

Ada bbrapa yg mnurutku lebih baik BI sih. Still. Tapi karena udah jauh berkurang, aku bisa menganggapnya sebagai style sekarang πŸ˜€

Bersambung

November 27, 2014, 12:38 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Nyokay, sekarang soal eksekusinya. Masuk ke kritik dan saran nih πŸ˜€ Semoga membantu. Here.

    1. Hampir semua karakter yang ada di sini punya kekuataan supernatural. Why? It’s too much, kalau menurutku secara personal. Tokoh utama, oke. Keren. Beda. Fantastis.

    Tapi begitu tahu kalau mulai dari hakim, penyidik (yg bisa deteksi kebohongan), dokter forensik, korban yg cewek (Luciana), preman (Max), sampai pembunuhnya pun esper semua?

    Semua berkumpul di satu tempat dan di satu waktu hanya untuk memecahkan satu kasus yang dialami Lily dan hantunya? Wooow XD Sebagai plot device pun itu bahkan terlalu berlebihan.

    Seolah mereka punya kemampuan super hanya agar plot bisa mulus kaya jalan tol.

    Come on, Mbak. I’m sure you can do much better than this. Ide awalnya udah bagus lho. Sudah banyak serial-serial kriminal di TV, novel, film, komik, sampai game, dimana Mbak bisa belajar soal seluk-beluk forensik, jalur penyelidikan, etc. Ada buku khususnya juga lek ga salah. Dijual buat umum. Temanku pernah pamer kalau dia punya.

    Walaupun tokoh utamanya punya kemampuan clairvoyance (ehm, sprtinya namanya itu. Aku agak lupa. Soalnya ada 2. Yg dapat visi masa lalu dan masa depan), penggemar crime story fanatik pasti tetap berharap kisah berlangsung realistis. Dengan trik, rahasia, dan jalur penyelidikan normal.

    Anggaplah kemampuan Lily Dawson hanya sebagai pemanis yg bikin cerita ini beda dan unik. Apalagi di dunia nyata memang kadang polisi dibantu oleh orang2 seperti dia. Tapi kalau semua tokohnya esper? Huaaa

    Gini deh. Kaya komik Detective Conan. Mskipun rada kayal, dia bisa mengecil, trus dibekali banyak gadget sama Profesor Agasa, tapi nggak berarti semua pembunuhan dan penyidikan berlangsung pakai gadget kan? Ada triknya, rahasianya, dan semua itu lumayan realistis, keren deh. (kalau komik aku lebih suka QED/Quod Erat Demonstrandum, daripada Conan sih. Lebih realistis soalnya)

    Batasi Mbak kemampuan karakter-karakternya. Biar pembaca yg orang “normal” bisa mengasosiasikan dirinya dgn para karakter. Ini kan bukan cerita superhero XD

    Atau mgkin Mbak udah terbiasa punya karakter omnipotent macam Lucifer dan St Michael? Jadi pas garap karakter manusia biasa malah blunder? @_@

    a. Misal nih, Kevin si Dr. Forensik. Nggak perlu dia punya 6th sense yg bisa detect masa lalu mayat. Gambarin aja dia cerdas, teliti. Kalau mau bikin dia tetap spesial, bikin aja dia punya kepekaan indra seperti mata atau hidung yang peka dengan bau dan jenis bahas kimia yg bisa aja jadi alat pembunuhan atau nyantol di tubuh mayat.

    Atau misal hidunya peka sama darah. Bisa cium darah dari jarak ribuan meter. Macam2 lah. Kasih dia kesempatan untuk memamerkan kemampuan forensiknya. Bukan sebagai cenayang XD

    b. Trus penyidik yang bisa baca pikiran orang itu. James ya namanya? Hmmm… Praktis sekali ya kalau dia bisa diduplikat ke semua kepolisian. Hehehe

    Nah, orang bisa detect orang lain itu bohong atau nggak tanpa jadi esper. Mbak tahu serial Lie To Me? (bukan yg Korea. Yg Amrik). Itu ceritanya soal Dr yang bisa detect kebohongan orang dengan melihat gestur, facial expression, dan micro-expression. Cek di wiki.

    Semua trik yang dipakai sang dokter itu valid. Berdasarkan penelitian aktual. Kenapa nggak pakai trik itu aja? Lebih realistis dan kujamin deh bakal bikin cerita ini lebih canggih πŸ˜€

    Trus, ada dorama Mr. Brain. Hampir sama dengan Lie To Me. Selain dari gestur/ekspresi luar, di deteksi penjahat via cara kerja otak. Pakai science dan ada yg pakai scanner otak sih. Intinya dia bisa berpikir seperti penjahat itu sendiri. Trik itu juga bisa dipakai dan dipelajari.

    Kalau semuanya diselesaikan pakai supernatural, sementara genre-nya bahkan bukan kaya The Last Sacrifice atau Supernatural, plot hole-nya malah jadi banyak. Seakan semua ingin diselesaikan dengan cepat. Sayang sekali kan? :(

    Bersambung di bawah hehehe

    November 27, 2014, 1:11 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Kalau untuk forensik, aku rekomendasikan CSI. Pernah baca komiknya aja sih. Kayaknya serialnya lebih bagus :3

    2. Triknya terlalu terburu-buru Mbak. Rahasianya juga. Baru chapter 2 atau bahkan sebelum itu, aku udah bisa tebak kalau hantu yg ngikutin Lily itu Brian. :( Yaaah…

    Oh y lebih baik Brian bilang alasan dia ngajuin pisau perak sebagai hints. Misalnya Lily nanya:

    “Pisau perak? Kenapa harus pisau perak?”

    Trus hantu itu jawab. “Tidak tahu ya. Tapi pisau perak itu terus menancap di dadaku. Kurasa itu pasti senjata pembunuhnya. Kau mau melihat pisau perak itu? Pasti akan lebih mudah.”

    Lily, “Oh no! Gue kepret lu kalau sampai berani nampakin diri! XD” Hihihi…

    (tambah humor dikit biar ga tegang)

    Soal pisau perak. Lily cuma lihat pisau itu sekilas di visinya kan? Karena itu visi, aku anggap kalau di film scene-nya pasti rada suram dan blur. Terus darimana Lily tahu kalau itu pisau perak yg dimaksud? Apa mata awam bisa membedakan besi berkilat biasa dan perak? Apalagi cuma sekilas

    Aku nggak tahu kalau orang lain. Tapi mataku sendiri nggak tahu apa suatu benda itu besi, baja, atau perak. Sama-sama putih berkilat kan? XD

    Akhirnya kan langsung ketebak :(

    Juga soal dialog Brian dan Gianna. Pas Gianna minta cowok itu nikahin dia biar tuh cowok ga dibunuh. Ngg… Okay, kita tak tahu jalan pikiran psikopat, dia bisa berlaku apa aja.

    Tapi tanggapan Brian yg agak janggal. Pertama, dia bisa bilang, “Hah? Kamu melepaskanku kalau aku mau menikahimu? Nggak salah? Bukannya itu membuatku semakin terjerat olehmu?”

    atau DUA. Brian sebagai lelaki cerdas bisa saja pura-pura mau. Urusan soal hati belakangan. Mempersiapkan pernikahan kan nggak bisa spontan. Abis bebas dia bisa diam2 cari cara buat lapor polisi. Yg penting dia nggak bakal dibunuh kan? Milih mana? Dibunuh atau pura-pura mau dan selamet? Hihihi

    Cowok itu biasanya lebih cerdas lho XD Secara logika. (Yh soalnya kebanyakan yg bisa spot plot hole ceritaku itu teman2ku yg cowok sih hehehe).

    Nah, dari situ bisa berkembang lagi. Misalnya Brian ketahuan pas mau kabur dan lapor polisi. Atau Brian tetap diam-diam nemuin Luciana.

    Cemburu, dibunuh deh Brian. Dan cara ngebunuhnya bisa pakai trik yang “cantik”. Cuma pasca bunuh baru si Brian dimutilasi. Huahahahahahahaha *ketawa setan. Geetoh πŸ˜€

    3. Trus soal Gianna Parker. Okay, walaupun misteri kenapa dia bisa tetap hidup walaupun udah jatuh dari apartemen tingkat 5 (setahuku telekinesis nggak bikin orang bisa terbang deh) itu tetap menarik, tapi ga seru rasanya kalau dia langsung show-off di depan Lily.

    Lagi-lagi tangan takdir berperan sebagai kebetulan yg memperlancar plot. ARRRGGGH

    Kenapa dia langsung terbuka kedoknya??? Pas polisi bilang gadis terakhir yg ada sma Brian yaitu Gianna sudah mati, aku langsung bisa nebak. Oh Gianna pura2 mati doang. Dia masih idup dan dia pembunuhnya tuh.

    Huaaaaa >< Esper sekalipun dlm konsep nyata bukan X-Men kan? Huhuhuhu…

    Pembunuhan jaksa, dan dokter yg terjadi secara beruntun. Hmmm… Oke pembunuhan itu serem. Tapi kurasa daripada pembantaian massal malah lebih bagus kalau mereka mati satu persatu dgn trik yg cantik (ini rencana mw berapa bab btw? Kok kilat amat langsung bante?)

    4. Mark (atau Max ya?) si preman esper. Hayoo di awal2 namanya Davidson lho. Kok di akhir2 jadi Richardson? Satu klan sama Luciana? Hehehe *kadang aku bikin ksalahan yg sama sih. Ayo kita teliti naskah2 kita. Sayangi para editor kita hehehe

    Keberadaan Max ini juga kayaknya sekedar plot device. Jobnya apa, kenapa dia bisa tiba2 ada pas Bryan menghilang? (btw Bryan ngilang bareng satu cewe kan? Tapi di narasinya Mbak, nggak ada keterangan soal cewe itu. Missing? Lupa diketik mgkin Mbak).

    Bikinlah karakter dia dgn lebih serius meskipun nantinya dia akan mati hehehe. Misalnya, dia ngaku punya kekuatan (good). Tapi nggak mau bantu polisi kalau nggak dibayar (Mark/Max cuma nyebelin dalam deksripsi si Luke soalnya. BUkan secara aksi. Aku susah membencinya akhirnya XD). Dia merasa penghasilannya terancam karena ada Lily.

    Trus misalnya dia dipancing Gianna pakai uang, dan kerjasama ama Gianna, biar tuh cewe bisa nyusup ke kntor polisi. Misalnya gitu

    Dan kalau si Davidson ini benar2 dibenci ama Luke dkk, kenapa dia diundang ke pesta pertunangannya si Jaksa? Atau buat dia diundang biar bisa bantu Gianna nyusup? Ini juga perlu dijelaskan.

    5. Wah kritiknya flashback ini alurnya heheh. Balik ke Luke ketemu Lily. Apa Lily kasih Luke smacam ID card gitu? Yg bikin Luke bisa nyari Lily dalam waktu 1 hari? Sbaiknya ini dijelaskan juga.

    Dan…apakah seorang polisi umumnya akan menyerahkan file orang hilang (yg mnurutku classified), ke seorang mahasiswa, di kantin kampus yg ramai? Lebih logis kalau mereka ke tempat yg sepi atau Lily dipanggil ke kantor polisi aja sekalian. Kalau alasan adegan ini biar si Gianna bisa ngintip, yaaa…buatlah trik yg bikin Gianna bisa nyusup ke kantor polisi tanpa ketahuan hehehehe

    Ini ada beberapa konsep yg bisa dibrowse u/ bikin cerita misteri:

    KNOX's Ten commandments, Chandler's Law, Twenty Rules.

    Seniorku yg belajar soal 3 hal di atas buat skripsinya nyaranin aku untuk cari buku di bawah ini:

    The Poetics of Prose

    Udah diterjemahkan sama Kemendikbud jadi "Puitika Prosa, Prosa, dan Penelitian Baru Atas Cerita"

    Heheh dowo yo? Maap XD

    Wassalam dulu deh. Ciao

    November 27, 2014, 1:49 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Kenapa komenku selalu kepotong? Arrrgh GWP??? *kedawan paling yo *errgh

    Yg kepotong itu kritikku soal Gianna. Slama 2 tahun dia ngilang dan ternyata dia masih berkeliaran di lokasi pembunuhannya: New Orleans. Kenapa polisi bisa ga tahu? Apalagi ga dijelaskan giman cara Gianna lolos. Misalnya dia operasi plastik. Nyuri identitas orang lain (yg udah mati tapi ga ketahuan atau yg dia bnuh), dan hidup sbagai orang itu.

    Misal, dia pura2 mati. Apakah dia ga punya keluarga? Bagaimana upacara pemakamannya? Cara dia lolos dari kubur? Kalau nggak punya keluarga sekalipun, jenazahnya akan berakhir di kulkas mayat RS/polisi lho. Salah2 malah jadi kadaver buat praktek mahasiswa kedokteran @_@

    Trus, si Jaksa itu kematiannya udah ketahuan kan sebabnya? Ketimpa lampu gede di kepala. Kurasa ga perlu diotopsi lagi. Otopsi tim forensik hanya u/ menyelidiki dan memastikan cara kematian mayat.

    Kalau kematiannya terjadi di depan mta gitu, maka yg akan diteliti bukan mayatnya. Tapi lampu gantung yg nmpa dia. Untuk memastikan apakah itu kecelakaan atau ada sabotase tangan manusia

    CMIIW

    November 27, 2014, 2:01 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Terima kasih utk 3 bintangnya..pdhl aku sll memberimu 5 bintang loh hiks :'( 5 bintangku cm dibalikin 3 bintang ma Gusti huwaaa T__T *pelit* jadi gak semangat nulis nih klo cm dibalikin 3 bintang aja (pointku cm bertambah 3). Yasudah lah, Michael, km gk ku lanjut ya, toh cm dhargai 3 bintang aja nih *nangis guling2*
    aku emk terinspirasi dr Supranatural dan aku pun gk mw berlama2 klo bikin crta. lbh cpt selesai lbh baik, males pnjg kyk ular spt sinet. ambil intinya. inipun bab 9 uda tamat. gak prlu pke lama…

    November 27, 2014, 8:35 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Maaf ya aku gk bls smw komenmu,,mndadak males stlh liat km hny mengembalikan 5 bintangku cuma 3 bintang aja. ku jawab singkat aja : iya, nm ada yg salah ketik. soal Gianna Parker akan dijelaskan di bab 8. aku emk gak mw membahas soal seluk-beluk forensik, jalur penyelidikan, ets coz itu bkl pnjg gk kelar2, persyaratanny hanya 3-4 bab kan? ini aja krn ada yg request khusus mnt ditamatin makany kutamatin special bwt dy. but still, aku bkn org yg suka pke lama..lsg ke inti dan akhiri.klo pgn lama, rinci & jelas beli novelny aja, gtu…terima kasih πŸ˜€ November Rain dan The Burning aja tamat di bab 5. see? gak pke lama kan? πŸ˜€

    November 27, 2014, 8:43 am
kaman kaman

wah satu bab 1 halaman, full dialog πŸ˜€

November 21, 2014, 3:05 pm
Arian Arian

semangat mbak lili :), saya ngikutin yang ini sama bloody lily, lumayan buat bacaan gratis, hehe…
nggak papa kan? πŸ˜‰

November 21, 2014, 11:30 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Terima kasih Mas Bro Arian. Selamat membaca πŸ˜€ ini uda ku update smpe chapter 7,,Happy Reading. Terima kasih sudah berkunjung πŸ˜€

    November 26, 2014, 8:16 pm
Dimas Joko Dimas Joko

Hei, Liliana!

Km produktif sekali dlm berkarya. Pantas saja menduduki posisi wahid bulan ini.

Sdh sy vote. Semangat ya!

November 17, 2014, 9:09 pm
    Liliana Tan Liliana Tan

    Terima kasih ^.^ Kehormatan bagiku.

    November 17, 2014, 9:27 pm
Stephanie Chandra

VOTED !! 5 stars for this amazing story..
tapi aku gak mau deh punya kemampuan kayak gitu. Ngeri jie. bisa ngeliat hal2 yng gak seharusnya diliat, trz melukis wajah orang yng sdh mati lage plus diikutin hantu kmn2.
Hadoh.. kagak mau dah! jadi orang biasa jja he8 =)
btw, aku serasa membaca Fear Street,
gaya bercerita jie2 mirip ma R.L Stine,
feelnya dapet, dan bikin reader ikut terhanyut dalam ceritanya.
Just like I said, soul jie2 kayaknya emank di Thriller deh.
lagi enak2nya baca, yahhh, uda habis aja..
More please..
jangan blg cmua story jie2 brenti di bab 4 T___T
aaarrggghhh…. NOOOO!!!!

November 12, 2014, 11:46 am
    Liliana Tan Liliana Tan

    Hi Steph, thank you once again for your 5 stars ya ^.^
    ya bersyukurlah km gk pny kemampuan kyk gtu, ngeri mah klo smpe punya hehehe =)
    jadi orang biasa aja enak xixixi ^.^
    iya, kan ak emk fansny Fear Street dulu wkt msh kecil.
    kayakny sih emk stop di chapter 4 smw pgnnya, coz kata adminnya kan cuma potongan naskah aja,
    klo naskah utuh ya gak perlu dibimbing kan?
    jadi ya kmgkan kyk gtu smw deh hehehe =)
    tp yg ini kan kurang 1 bab, tar ku tmbh 1 lagi hehe,,,

    November 12, 2014, 1:01 pm
Wiwin Setyobekti Wiwin Setyobekti

vote…
5 stars….
lunass,,,,
hahahaha…..

November 11, 2014, 7:39 pm
    Liliana Tan Liliana Tan

    mbk wiwin,, sipp.. ada story baru? aku kesana skrg.. makasih =)

    November 11, 2014, 7:49 pm
Rio S. Pambudi rio

Ini kayaknya keren. sudah saya jadikan koleksi.

sudah saya vote juga. vote balik tulisan saya ya πŸ˜€

November 11, 2014, 2:29 pm
    Liliana Tan Liliana Tan

    siip bro.. thank you πŸ˜‰ ya tar aku vote balik..

    November 11, 2014, 2:50 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama