Ingat saya
Cover



penulis : Gusti A.P.
dibuat : Thursday, 01 January 2015 3:26 pm
diubah : 3 tahun yang lalu
vote cerita :
46 votes, average: 4.30 out of 546 votes, average: 4.30 out of 546 votes, average: 4.30 out of 546 votes, average: 4.30 out of 546 votes, average: 4.30 out of 5 (46 votes, rata-rata: 4.30 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Cold Ice Baby

SINOPSIS

 

COLD ICE BABY 

“When humanity is questionable, what is the point of being human?” 

 

  

From the author of Runeblood Saga: The Heir of Erilaz, Magic Shop Magic Butterfly, and

OTA-KATA (The Way of Otaku)

 

Now she’s taking a risk to try a new breakthrough in her literary writing

Hope you could enjoy her first attempt in writing a sci-fi tale.

Any constructive criticism is heavily encouraged

*****

 

Gejolak kehidupan seorang gadis justru baru dimulai…

…setelah dia dibangkitkan kembali dari kematian…

 

     Natalia Kusuma, suatu hari terbangun dari tidur panjang dan mendapati dirinya sudah berubah menjadi cyborg! Cyborg adalah istilah untuk mendefinisikan hasil rekayasa teknologi tercanggih yang membuat manusia jadi setengah robot. Otak Natalia sudah dimodifikasi dengan teknologi Cyber Brain, demi mencegah kematian batang otak setelah ia koma selama belasan tahun. Beberapa organ lain seperti jantung, hati, dan lain-lain sudah dimodifikasi dengan rekayasa genetika, hasil kloning, atau diganti dengan mesin.

     Gadis itu adalah salah satu dari sedikit korban yang berhasil selamat dari wabah penyakit menular belasan tahun yang lalu. Akibat penyakit itu, tubuh asli Natalia sudah rusak begitu parah. Sehingga untuk menyelamatkannya, para ilmuwan memutuskan untuk memodifikasi Natalia menjadi cyborg.

    Tidak main-main Natalia termasuk dalam proyek percobaan senjata humanoid: NATAKU PROJECT. Bayangkan jika dirimu koma sebagai remaja biasa, dan bangkit lagi sebagai senjata tempur. Apa yang akan kaurasakan? Kaget? Marah? Benci?

        “Biasa saja,” Itu tanggapan Natalia. “Seperti digigit nyamuk.” selorohnya dengan wajah beku. “Kita sudah punya Super Man dan Super Woman, jadi kenapa tidak ada Iron Woman?”

         Tidak heran, karena saat masih jadi manusia saja Natalia sudah dikenal sebagai cewek dingin yang tak punya hati. Simpati dan empati adalah dua kata paling asing dalam kamusnya. Hidup Natalia sepenuhnya adalah topeng berlapis yang disamarkan dengan istilah “proses adaptasi”. Ada teman atau tidak, kecil pengaruhnya buat dia. Diubah jadi cyborg pun hanyalah satu fase kehidupan baru bagi seorang Natalia. Seperti melewati masa puber.

      Mungkin karena karakternya yang demikian, dalam NATAKU PROJECT, Natalia dijagokan sebagai salah satu produk unggulan. Dibandingkan “produk percobaan lain”, tubuh Natalia memiliki daya penerimaan terhadap modifikasi yang paling besar.

         Sebagai cyborg tempur, Natalia harus menjalani pendidikan akademi militer khusus bersama “orang-orang yang bernasib sama. Di sana, selain ditempa untuk bertempur dan jadi mesin pembunuh, kestabilan emosi Natalia dimonitor dengan ketat. Karena bagaimanapun proyek ini masih dalam taraf percobaan.

          Dalam sebuah lingkungan yang didesain khusus dengan konsep life simulation, para cyborg saling berinteraksi dengan sesama dan juga dengan para instruktur yang manusia biasa. Sisa-sisa kemanusiaan mereka dijaga agar nantinya bisa tetap bersikap alami ketika disusupkan ke dalam masyarakat secara rahasia. Demi menjadi mata-mata pelacak pemberontak separatis.

          Kilasan-kilasan ingatan masa lalu Natalia yang hanya berupa gambaran samar-samar sedikit demi sedikit akan terkuak. Kehidupan yang pernah dijalaninya sebelum wabah melanda. Keluarganya yang sebagian besar kemudian menjadi korban wabah, orang-orang yang sempat keluar dan masuk dalam kehidupannya, jati diri Natalia, juga rahasia kalangan pemerintahan. Natalia juga disibukkan dengan persaingan antarkadet sesama cyborg di akademi tersebut.

          Apa yang terjadi kalau ternyata instruktur yang bertugas mendampingi Natalia adalah Nathan Kuncoro, cowok geek yang dulu berkali-kali ditolak olehnya? Hanya saja cowok itu kini sudah tumbuh dewasa, lebih tinggi, dan menjadi peneliti di pusat lembaga penelitian pemerintah. Intinya si Nauseating Nerdy Nathan sudah bermetamorfosis menjadi cowok yang ehmm…sedikit keren. (Natalia lebih baik dimatikan lagi daripada harus mengakui lompatan kuantum kekerenan, Nathan).

          Mungkinkah kecurigaan Natalia kalau cowok itu berniat balas dendam dengan membuatnya jadi cyborg benar adanya? Mengapa Nathan yang sekarang benar-benar berubah 180 derajat dari yang dulu?

        Bagaimana cara Natalia menjalani kesempatan hidup untuk kedua kalinya ini? Apakah Natalia dapat menerima takdirnya sebagai mesin pembunuh alat pemerintah? Bagaimana wabah mematikan itu bisa menjangkiti dunia? Apa sebenarnya tujuan kaum pemberontak?

           Menjadi cyborg tidak berarti kehilangan kemanusiaan seratus persen. Mereka pun punya perasaan, kenangan, juga harapan. Namun, agaknya lambat laun pemerintah menganggap semua unsur itu bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan proyek. Terutama karena beberapa humanoid weapon cyborg malah membelot dan bergabung dengan pemberontak.

         Menjalani kehidupan barunya, Natalia dihadapkan dengan suatu pemikiran yang sebelumnya tak pernah terlintas di benaknya. Apa itu manusia, dan apa artinya menjadi manusia.

 

“Aku berperang demi perdamaian.

Jika semua orang berpangku tangan, di dunia ini takkan ada keadilan.

Jika kamu bertanya tentang alasan. Ya. Aku berperang demi kemanusiaan!”

(Natalia Kusuma) 

 

“Ironis ya. Kamu baru kepikiran untuk belajar jadi lebih manusiawi, setelah kemanusiaanmu sudah direnggut?”

(Nathan Kuncoro, instruktur Natalia dalam NATAKU PROJECT)

 

 

Woaow!!! Cold Ice Baby! Hot Sexy Lady! Suteki!”

(Naoe Tadashi Kuriyama, the pervert mechanical engineering expert)

 

 

Author’s Note:

 

Ya ampun, Thanks Readers. Berkat taburan jempol penuh cinta kalian, aku dapat kejutan awal bulan! Sekarang aku termehek-mehek membaca referensi sci-fi yang bisa kucerna. Mau tidak mau, terpaksa kulanjutin deh cerita impromptu ini. Dunia, kenapa? >,< (Kenapa dulu aku sering kabur waktu pelajaran IT?)

 

Sambil menunggu cerita ini diupdate dan dikonsep dengan maksimal, bagaimana kalau kalian mengunjungi naskah-naskahku yang lebih matang? Runeblood Saga (The Heir of Erilaz dan Return to Mannaz), Magic Shop Magic Butterfly, dan OTA-KATA (The Way of Otaku). Serta masih banyak naskah-naskah kesepianku yang mendamba belaian kasih sayang kalian *halah XD

Happy Reading.

 

UPDATE: Chapter 1 has been developed. Please enjoy!

 

 



   150 komentar     |        4,262 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Yuni Oktavia Yuni Oktavia

Hai kakak, salam kenal…
saya baru saja mengunjungi blog nya kakak.
saya suka selera humornya. naskah jatuh tak jauh dari author nya ternyata yaa….hihi
saya masih baru di GWP, dan semoga bisa termotivasi dengan tulisan kakak yang keren…

February 8, 2017, 8:29 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Halo, Mbak Yuni. Thanks apresiasinya. Eh? Mampir dari blog? Di postingan yang mana? xD Ahahahahaha XD

    Selamat bergabung di rimba GWP, ya. Sukses

    February 13, 2017, 1:44 pm
Alcala Alcala

Halo kak, salam kenal, saya newbie disini baru hari ini bikin account πŸ˜€

Suka ceritanya kak, apalagi unsur komedinya.Tapi kesan saya, bagian awal itu agak datar, kalau memang mau dibawa jenaka, mungkin unsur tsb. bisa dibumbui dari awal supaya pembaca betah melanjutkan cerita. Semoga berkenan kak, keren ceritanya!

May 14, 2015, 7:34 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Halo. Selamat datang di GWP :) Cari teman yang banyak ya. Hehehe… Situs ini berguna banget lho buat tes tulisan dan dapat masukan πŸ˜€

    Baru posting Mei ini yak? Aku tertarik sama dua cerpenmu karena judulnya nih. Semoga sempet baca dan komen selama Mei masih berlangsung ya πŸ˜€

    Hehehe, naskah ini memang naskah “kecelakaan”. Awalnya aku cuma iseng. Ternyata ditanggapinya lumayan. Akhirnya terpaksa lanjut deh huhuhu…

    Masih harus banyak belajar nih. Naskah yang kuseriusi di sini baru yang OTA-KATA. Soalnya plot ceritanya udah kebayang sampai epilog Season 2 segala. Semoga kita tetap konsisten menekuni dunia menulis ya :)

    May 26, 2015, 2:27 pm
Ikhzi Rasputri

Gusti mana lanjutannyaaaah *bawa obor* *siap-siap mentransfer Perang Api di mari*

February 1, 2015, 8:25 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Ahaha, materinya masih dimasak Mbak Rasputri :) Februari aq bertapa dulu deh XD Plng cuma ngereview aja ntar XD

    Yea kobarkan api aruna!

    February 4, 2015, 2:01 pm
aya wijaya ayawijaya

Duh… gw udah baca ini dr kapan tau, mana nih lanjutannya… Dijenguk bolak-balik kok blm ada tambahannya jg
*kompor2in biar dilanjutin*
hihihihi….

January 31, 2015, 2:57 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Ahahah kompor yg panas. Pasti merknya Rinai XD

    Masih pemanasan otak nih. Huah… Moga Februari bisa dilanjut. Huhu

    ioh ya, aq bru main ke Batas Senja :)

    February 1, 2015, 12:09 am
Muchtar Prawira Sholikhin muchtarps

Kalo sekelas Tante, kayaknya ini masih perlu pembenahan. Terutama menurutku di plot. Deskripsi di awal kurang nyaman. film-film sci-fi jadul pun banyak yang pake ginian. Komentar Mas Dimas dan lainnya kayaknya udah banyak termasuk deskripsi-deskripsi yang malah nurunin emosi ketika baca. Jadi aku itu aja. XD

Oiya, sama adegan bayi enggak nangis, sebagai dokter sebahagia apapun kayaknya gak bakal ngelupain prosedur medis, apalagi laki2. Kalau gak salah prosedur pertama langsung nepuk2 punggungnya ya? πŸ˜€

January 27, 2015, 12:34 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Mm… tunggu updatenya pas Februari deh. Moga lebih baik. Aku pusing coz kudu bagi ke fokus ke banyak cerita. Sooo OTA-KATA dulu. *moga aja yg ini juga bisa.

    Deskripsi-deskripsi yg nurunin emosi itu kayak gimana? Kasih contoh dong. Kayak Mas Dimas ih, rada ga detail pas ngritik, ga jelas bagian mana XD *kudu baca ulang kan jadinya >_<

    Iya soal bayi ga nangis aku tanda tanya. Jadi jelas akan diubah lagi adegan ini XD huahahah

    thanks Mo XD

    January 27, 2015, 1:27 am
Tika TIka

‘Bangsal ibu-ibu yang sudah selesai melahirkan’? Hahaha…
Awalnya aku mau kasih saran untuk memilih istilah yang lain, tapi nggak jadi deh. Kupikir itu lebih menarik justru karena polosnya.
Lanjut Gusti!

January 22, 2015, 7:04 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Oh NO! Habis ini aku konsultasi ama Mbak di FB ya hauhauhauhau

    January 22, 2015, 7:15 pm
Dimas Joko Dimas Joko

Utk bab satu, sy lbh suka memulai dr tamparan dan dialog berupa makian. Ini jauh lbh kuat dan menarik. Imo.

January 21, 2015, 9:06 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Bab 1 memang masih deng dong banget >< *sigh… Ini juga mau dirombak total dan ditambahi bab prolog sebelum itu. *biar kesannya nggak terlalu mulur dari awal

    Sigh… sepertinya mulai Februari nih. Entahlah. Ini benar-benar ide yang tidak sengaja dan terpaksa harus dikembangkan. Tapi yaa akhirnya belajar juga XD Hehehehe

    January 22, 2015, 12:07 pm
Dimas Joko Dimas Joko

Soal author note, baiknya sy inbox saja via fb. Terlalu privasi. >> ini yg kedua.

January 21, 2015, 8:57 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Ahahaha boleh-boleh, saya tunggu Mas, PMnya XD

    January 22, 2015, 12:05 pm
Dimas Joko Dimas Joko

Utk sinopsis, terlalu panjang dan tdk menarik. Ada bbrp klmt yg kuat, tp justru km kaburkan dgn statement yg tdk perlu. Pdhal sinopsis itu kemasan atau bungkus jualanmu. >> ini yg pertama.

January 21, 2015, 8:53 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Waa Mas Dimas akhirnya keluar juga jurus kritiknya XD

    Memang sih daripada sinopsis saya semacam brainstorming di sini huahahaha *ngeles tingkat akut

    Akan saya perbaiki setelah editan naskah lain selesai >< *hauhauhauhau

    January 22, 2015, 12:05 pm
Mita Putri Indrayanti Mita Putri Indrayanti

Baru sempet baca bagian sinopsisnya dan aku sudah terbuai. :3 pengen baca lagi dan lagi, tapi belum sempat. imajinasinya sangat menarik!
Salam kenal, Kak. πŸ˜€
Mampir tempatku ya, Kak. Masih penulis pemula saya, jadi masih amatir. :3

January 20, 2015, 11:36 pm
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Halo Mbak Mita πŸ˜€ Hehehe, aku sempat ngintip pagenya bentar sih. Ternyata pengarang (ehem) Peter vs Bulu Ketek itu ya XD *errr…

    Aku masih editing naskah nih. Jadi belum bisa banyak-banyak keliling dulu. Tapi setelah beres, aku usahakan mampir ke sana πŸ˜€

    Tetep akan mempersiapkan karya u/ bulan-bulan berikutnya kan? FIGHTING!

    Thanks juga sudah berkunjung kemari ya :3

    January 21, 2015, 2:15 am
    Mita Putri Indrayanti Mita Putri Indrayanti

    Oke.. hehehe,
    What’s wrong with “Petir Vs Bulu Ketek”? :p πŸ˜€
    Pastinya dong.. :)
    Aku tunggu saran dan kritikmu di tulisanku ya.. πŸ˜€

    January 23, 2015, 7:35 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Huahahaha aku kesetrum! Bzzzzttt XD Doakan editingku lancar nih XD Biar bisa main ke naskah orang lagi XD

    January 23, 2015, 5:10 pm
Eka Herlyanti Herlyanti

Tetep keren ceritanya Gus, meskipun kamu bilang ini iseng. kalimatnya efektif dan dialognya oke punya. typo-nya juga dikit: hipotesa–hipotesis. dan jumlah halamannya juga terlalu dikit wkwkwk. mgkn karena iseng ya?
ditunggu kelanjutannya ya :)

January 20, 2015, 12:29 am
    Gusti A.P. Gusti A.P.

    Hahaha, iya. Lebih tepatnya “panik”. Bab 1 langsung kuketik spontan begitu tahu waktu itu Cold Ice Baby tiba-tiba ada di posisi 1. Hiks. Bener-bener ga siap ><

    Tapi aku udah dapat referensi cerita proses kelahiran yang cukup menegangkan dari temanku. Sooo… yah. Ntar diketik ulang setelah aku selesai edit OTA-KATA XD

    January 20, 2015, 1:23 am
1 2 3

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama