Ingat saya
Cover



penulis : Dimas Joko
dibuat : Saturday, 06 December 2014 12:48 am
diubah : 3 tahun yang lalu
vote cerita :
25 votes, average: 4.64 out of 525 votes, average: 4.64 out of 525 votes, average: 4.64 out of 525 votes, average: 4.64 out of 525 votes, average: 4.64 out of 5 (25 votes, rata-rata: 4.64 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

[CERPEN] PENGANTIN PERAWAN

SINOPSIS

Srikandi baru saja menikah dengan lelaki idaman hatinya.

Kedua orangtuanya rela menempuh jarak ribuan kilometer demi menghadiri pernikahan agung itu. Seorang gadis Jogja menikah dengan pemuda asli Batak. Sebuah pesta perkawinan yang sangat meriah, lantaran hampir semua orang yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya hadir. Suguhan demi suguhan budaya yang menarik, khas dan kolosal dipersembahkan. Semua demi Srikandi!

Profesi sebagai seorang bidan sekaligus mantri kesehatan menyebabkan Srikandi sangat dikenal dan disegani banyak orang.

Orang-orang mengatakan, selain sakral, perkawinan itu sangat mengagumkan. Kedua mempelai laksana matahari dan rembulan yang bersanding di pelaminan. Kesamaan impian dan harapan telah mempertautkan hati dua insan yang asal-muasalnya dipisahkan jarak, pulau, selat dan budaya ini. Hati banyak orang tiba-tiba sahaja patah. Tidak laki-laki, tidak pula perempuan.

Semestinya, usai pesta resepsi berlangsung, dengan segala kemeriahannya, keduanya memasuki kamar pengantin. Melewatkan malam pertama dengan memalang pintu bilik, menemaramkan lampu dan mengusutkan seprai dan selimut.

Barangkali bangun kesiangan.

Saat melangkah ke sumur, sang ibunda akan mencubit pinggang seraya menanyakan bercak-bercak kemerahan di selembar cita. Kain itu akan dibungkus dengan ritual tertentu dan doa-doa dipanjatkan. Semoga Allah memberkahi perkawinan mereka dan segera menurunkan anugerah maha besar berupa keturunan nan saleh, pintar, berbakti dan bermanfaat bagi sesama.

Namun, itu semua tidak pernah terjadi.

Malam itu, saat perkampungan di tepi Danau Toba sempurna dibungkus halimun, suami Srikandi harus pergi. Sebuah kawat yang diterima terlambat memberi kabar sangat penting. Lelaki bermata elang, berdada bidang, bertubuh tinggi, berotak cerdas dan berwajah bak Arjuna itu mesti kembali ke kampung halamannya. Jarak 100 kilometer lebih harus ditempuh. Menyeberangi Toba. Menyusuri bentang alam yang tak ramah.

Sang ibunda sakit keras.

Detik demi detik terus berlalu. Tiga kali sudah Srikandi menerima purnama di berandanya. Selama itu pula, ia terus-menerus bertukar kabar dengan suami nun jauh di seberang. Melabuhkan rindu yang dipisahkan secara kejam oleh garis takdir bernama birrul walidain, melalui lembaran-lembaran kertas. Setiap kali menerima surat baru, Srikandi akan membacanya belasan kali. Mendekap kertas-kertas itu di dada sembari membayangkan suami tercinta. Berharap, sang ibu mertua lekas sembuh dan mereka bisa bersatu kembali.

Namun, itu tidak pernah terjadi. Sekali lagi, harapan Srikandi terbentur fakta pahit nan menyakitkan.

Bagaimana Srikandi mesti mempertahankan cinta sejatinya di tengah gempuran amarah orangtua yang mengidamkan kehadiran cucu, sebagai penerus silsilah keluarga besar? Bagaimana Srikandi mesti mengobati gelombang rindu yang membuat hatinya menyerpih?

Cerpen ini memakai dua POV, aku dan kau. Latar waktu pada 1980an.

*****

Selamat menikmati.

Terima kasih.

DJ



   8 komentar     |        2,442 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
muhammad burniat muhammad burniat

5 stars for all of your writing kak :)

December 19, 2014, 9:25 pm
Adit Pramuditya Adit Pramuditya

kereeeeen. semangat terusss

December 17, 2014, 7:27 pm
Ayu Kristiana Ayu Kristiana

siip kak Dim :)

December 12, 2014, 9:41 pm
Tia Nana

meski ini ‘not my cup of tea’ , tapi saya suka cara mas dimas merangkai kata. semangat berkarya. vote :)

December 6, 2014, 3:41 pm
Ken Hanggara Ken Hanggara

Vote 5 bintang.

December 6, 2014, 1:58 pm
Latrina Vee Fitri Manalu

Beberapa penggunaan kalimat berbahasa batak blm tepat:) Mgkn bisa digali lagi:) Selebihnya menarik :)

December 6, 2014, 8:26 am
hensa Hendro Santoso hensa

saya tidak ragu lagi vote 5 stars. Salam sukses Mas Dimas. Produktif dengan karya-karyanya.

December 6, 2014, 7:06 am
Andi Andi

5star for this story

December 6, 2014, 6:40 am

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama