Ingat saya
Cover



penulis : GorillArt79
dibuat : Thursday, 01 March 2018 1:53 am
diubah : 6 bulan yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

BURUNG

SINOPSIS

 

Sejujurnya, gua ga akan ngomongin tytyd disini. karena arti burung tuh banyak banget, seperti simbol merpati untuk perdamaian, simbol elang untuk kekuatan, dll..

  Gua gaakan ngomongin simbol-simbol burung juga, jadi yang gua maksud dari burung adalah kebebasan. gak aneh kan? karena menurut gua burung tuh hewan yang bebas, dia bisa pergi kemana aja tanpa hambatan, ya hambatan sih ada saat dia lelah, tapi lu pernah bayangin ga sih? lu lagi terbang gitu, bebas terus mempir kerumah doi dan memandang manja wajahnya, atau kerumah mantan gitu lu liat dia ama pacar barunya terus lu berak gitu diatas kepala mereka berdua, dan lu puas gitu sambil ketawa jahat, atau lu hinggap di jendela dirumah nenek yang sudah tua, dan giginya tinggal dua, sumpah lu bisa jadi inspirasi lagu anak-anak.
Kalo lu bete, lu bisa terbang ketempat yang tenang sambil melihat senja di pucuk pohon, dan dengan nafas panjang kalian rasakan kharisma senja, dan kemudian berbisik “Huftt…tytyd gua miring.”

  Burung terbang untuk hidup, bukan untuk bersenang-senang seperti yang kita bayangkan tadi. Bila mereka ingin makan mereka harus mencari sambil terbang, karena ancaman dunia bawah sangatlah besar, dan mereka menghidupi keluarga mereka dengan sayap mereka, burung saat masih “piyik” pun dipaksa terbang agar dia bisa hidup dan bertahan dengan terbang.

  Umumnya burung memiliki dua sayap.. ya gua belum pernah liat sih burung yang punya satu sayap atau lebih dari dua sayap, tapi gaada yang ga mungkin. bila kita melihat sayap itu adalah pelindung, cinta, kekuatan, tanggung jawab, karena begitu pentingnya sepasang sayap bagi seekor burung, ya walaupun ada burung yang ga bisa terbang.
  Oke kita sudut pandangkan sayap seperti yang gua bilang, kita punya dua sayap nih ceritanya, dan kedua sayap itu untuk melindungi seseorang, satu sayap untuknya dan satu sayap kita untuk terbang, ya itulah cinta kata Bung Karno, seperti burung yang mengepakkan sayapnya, bila satu sayap tidak mengepak, maka burung tersebut tidak bisa terbang.

  Kita ga perlu empat sayap untuk terbang, karena dua sayap saja sudah cukup, tapi namanya cinta pasti beragam ceritanya, ya kita ambil contoh orang ketilu atau orang ketiga. emang agak basi sih, kenapa sih selalu orang ketiga yang salah?
  Oke kita ambil perspektif begini. Sayap tersebut akan melindungi dua orang, karena ada satu orang lagi yang datang, dan kedua sayap itu dipakai untuk melindungi, dan tidak ada sayap yang bisa dia gunakan untuk terbang. mereka yang dilindungi pun akan pergi nantinya, karena mereka tidak bisa berdiam diri saja tanpa bisa terbang dan bila iya mencoba terbang dia akan kelelahan sendiri, karena tidak ada sayap yang mengepak dia yang menjaga akan jatuh tanpa perlindungan yang akhirnya merugikan dirinya sendiri bagai bom waktu. salah siapa? pernah kalian mendengar atau melihat opini berikut?

 “Tamu tidak akan masuk, jika tuan rumah tidak membukakan pintu.”

Tapi gua kurang setuju dengan itu, karena mana ada orang yang ingin mengambil sesuatu dengan cara yang sopan? awalnya gua berpikir demikian, tapi alter ego gua berkata lain. jadi ia pura-pura jadi tamu, lalu dia masuk kerumah dan menghancurkan apa yang ada didalamnya, dan ternyata seperti itu. dan perspektif lain muncul, yaitu seorang tamu yang membuat seisi rumah menjadi rapih dan nyaman dari sebelumnya, dan bila itu yang terjadi seutuhnya bukan salah orang ketiga.

 



   0 komentar     |        152 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama