Ingat saya
Cover



penulis : Balter
dibuat : Sunday, 16 November 2014 3:14 pm
diubah : 3 tahun yang lalu
vote cerita :
6 votes, average: 4.67 out of 56 votes, average: 4.67 out of 56 votes, average: 4.67 out of 56 votes, average: 4.67 out of 56 votes, average: 4.67 out of 5 (6 votes, rata-rata: 4.67 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Brink of The 4th

SINOPSIS

“Rad, menurutmu Hesiodos lahir di mana?”
“Mana kutahu. Kenapa kau ingin tahu?” bila aku tidak melihat kesungguhan dari sinar matanya, mungkin aku tidak akan ingin tahu kenapa dia ingin tahu.
“Tidak, aku …” tangan kecilnya mencengkram buku tebal kisah mengenai dewa-dewi itu hingga jarinya memutih. Cengkraman itu turut menahan ucapannya agar tidak mengalir keluar.

Bila ada yang menulis tentang legenda Herkules, tentunya ada yang pernah melihat Herkules. Rad Algrim adalah seorang pemuda yang berambisi untuk mencari jawaban dimana Hesiodos dilahirkan. Pencarian tersebut membawanya terperosok ke dalam rangkaian misteri politik yang tampaknya menyembunyikan rahasia mengenai planet yang disebut “Bumi”.

Dari seorang detektif lepas, menjadi seorang buronan, Presiden Gardner menginginkan dia mati. Seluruh dunia ingin kepala Rad demi jutaan dollar. Satu-satunya pilihan bagi Rad adalah bergabung dengan Sekte Genesis, yang pada akhirnya menjadi jawaban bagi segala peristiwa yang menimpa Rad.

Yang keempat pun datang dengan singkat dan cepat, seperti bintang jatuh.

… bintang yang jatuh membawa kehancuran … 

 

Hilda, Hesiodos lahir di Bumi. Tapi mungkin kita tidak akan pernah menemukannya.



   22 komentar     |        912 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :
Dhia Citrahayi Dhia Citrahayi

Uhm, jadi ini nggak ada lanjutannya lagi? ._.

January 7, 2015, 10:56 pm
Dhia Citrahayi Dhia Citrahayi

Idenya menariiik. Saya suka dengan cerita sci-fic seperti ini. Apalagi dengan ‘bau-bau’ masalahnya, mengingatkan saya dengan hunger games :3

Cuma, ada beberapa hal yang agak menggangguk saya. Yang pertama adalah mengenai penggambaran dunianya. Saya lumayan masih bingung dan absurd untuk memetakan seperti apa wilayah-wilayah di dunia ini. Untuk tempat tinggal Rad saja saya sedikit kesulitan membayangkannya. Kadang syaa berpikir kalau tempat tinggal Rad adalah sebuah mal berlantai banyak yang tiap lantainya ada rel kereta api (-__-)a

Kemudian, mengenai Hilda. Ehm…, ini science fiction campuran fantasi ya. Sekilas saya mengira Hilda mungkin seorang mutan, seperti di film X-men. Tapi dengan penyebutan mengenai mitologi-mitologi yang diulang terus di bagian awal, saya terpikir, kalau Hilda bisa jadi adalah seorang penyihir. :s

Selain itu, keluhan saya, penjelasannya seperti tumpang tindih. Ehm, gimana ya, maksudnya dalam satu paragraf itu bisa tersebut beberapa nama baru yang unik. Penjelasan yang singkat kadang membuat saya kembali ngawang-ngawang dalam membayangkannya. Terus di chapter pertama, sepertinya ada penggambaran yang kurang pas, yaitu ini >> “pria botak berpunggung tebal”

ini maksudnya bapak-bapaknya gemuk gitu? (.__.)

Ini settingnya masa depan kan? Agak aneh denger kata singkong, AK47 XD
Tapi dari keseluruhan, ini cerita yang bagus. Keep writing. Maaf kalau saya kebanyakan protes >.<

November 23, 2014, 10:12 pm
    Balter Balter

    Terima kasih banyak, Dhia!
    anda baik sekali mau membaca seluruhnya dan mencoba memahaminya, sehingga berhasil membuat saya mengerti apa yang kurang dalam tulisan ini. ^_^

    nanti akhir pekan saya berharap bisa berkunjung balik ke lapak anda untuk “balas dendam” :p

    November 26, 2014, 12:11 pm
    Balter Balter

    1. saya belum pernah baca Hunger Games,
    2. ini “adik”nya AK47, AK 74 ^_^;

    November 26, 2014, 12:12 pm
    Dhia Citrahayi Dhia Citrahayi

    @Balter, penggemar novel-novel misteri dan thriller ‘kah? Kalau Hunger Games cenderung distopia sih 😀

    O, ya, jadi, settingnya ini seperti apa? 😮

    December 1, 2014, 4:42 pm
    Balter Balter

    kalau literatur, saya penggemar Murakami sebenernya. kalau scifi, saya lebih suka nonton film atau main gamenya karena alasan visual.

    ini settingnya di masa depan. buatku daripada dystopia, ini lebih kepada cyber-punk (pemahamanku, cyber-punk itu mengacu pada rebelious youth). saya akui, banyak terpengaruh dari game JRPG tahun 90-00 seperti Final Fantasy atau Xenogears.

    tapi mungkin naskah ini mau kujadikan graphic novel aja, publish internet ^_^

    December 4, 2014, 12:34 pm
D Sukm@ David Sukma

Hai, akhirnya aku menyempatkan diri untk mampir ke tulisan u..
huwah.. banyak sekali istilah2 barunya, baik dari nama, tempat, masalah. Q sendiri kesulitan utk cari2 nama maupun masalah yg unik dn nama2 yg keren. tp ini bagus.. tulisan u sangat imaginatif.

November 21, 2014, 11:49 am
    Balter Balter

    hi david. thx for reading my piece.

    November 21, 2014, 1:08 pm
Liliana Tan Liliana Tan

bro, aku banyak yang gak mudeng nih =( sekte genesis, BSL itu apa ya? sambil menunggu penjelasanmu, aku titip bintang aja dulu ya hehehe ^.^

November 18, 2014, 5:21 pm
    Balter Balter

    terima kasih sudah mampir dan vote, Liliana Tan ^_^

    sebelumnya mohon maaf bila gaya bercerita saya gak cocok. gaya bercerita saya itu menjelaskan secara implisit. jadi kalau terus baca … gak perlu buru2, nikmati saja kalimat per kalimat, diharapkan pembaca bisa menyimpulkan sendiri maksudnya apa. maklum … saya penggemar chekov gun ^_^

    sekali lagi terima kasih votenya yah.

    November 19, 2014, 7:23 am
Tia Widiana Tia Widiana

Tidak berhubungan sama naskah… tapi ini yang suka ngisi review di Fikfanindo bukan ya?

November 17, 2014, 10:08 pm
    Balter Balter

    bukan…

    November 18, 2014, 8:10 am
    Tia Widiana Tia Widiana

    Ah, I see.. lupa2 ingat juga namanya…
    Masukin ke koleksi dulu… 😀

    I finished the polisi desa and grave robber story, tho… and I love it… ga diterusin ya yang itu? *ternyata gagal move on* x)

    November 18, 2014, 9:30 pm
    Balter Balter

    mungkin maksud anda “Luz Balthazar” ? ^_^;

    terima kasih banyak krn sudah baca yang sebelumnya, dan maaf karena harus saya hentikan. ceritanya yang ini gak jauh berbeda dengan yang kemarin, cuma di “reformasi” sudut pandangnya dengan harapan lebih mudah ditulis dan dibaca.

    November 19, 2014, 7:21 am
mikancchi

Have I told you that I love this? Because I reeeeallyyy love this. Suka suka sukaaa >< kerasa banget universe-nya dan plotnya udah matang dan terstruktur. Banyak istilah2 asing dan gue bahkan belum paham ini universe-nya gimana tapi cara nulisnya bikin gue terima aja as it is dan menganggap semuanya sesuatu yang wajar, terus penjelasan soal teknologi dan geografinya natural banget tanpa terlihat 'dipaksa' disisipkan, gue menikmati bacanya sambil super penasaran nungguin penjelasan lebih lanjut soal universe-nya dan apa hubungannya sama universe kita.

Semangat nerusinnya yaa \m/

November 16, 2014, 8:20 pm
    Balter Balter

    osh! ^^

    November 17, 2014, 7:56 am
mikancchi

WAH KOK KEREN PREMISNYA. Wah aku suka. Wah tata bahasa&gaya tulisannya juga oke, segelintir yang menguarkan bau ‘quality content’ gini di sini. Typonya cuma satu. Ditunggu chapter-chapter berikutnya, semoga eksekusi berikutnya juga tetep oke :3

November 16, 2014, 5:49 pm
    Balter Balter

    typonya di “ke empat” itu ya?
    thx ya…

    November 16, 2014, 7:06 pm
    mikancchi

    Bukan, typo spasi di “dimana Hesiodos lahir”, harusnya ‘di mana’. Kalau yang ‘kedua’, ‘ketiga’, ‘keempat’ udah bener kok nulisnya gitu. Kalau pake angka baru dipisah pake setrip jadi ‘ke-3’ gitu.

    WAH chapter 1-nya udah ada xD otw baca~

    November 16, 2014, 7:51 pm
Arian Arian

ini mau di ceritain ulang ya?

November 16, 2014, 3:16 pm
    Balter Balter

    iya, yang kemaren udah jadi benang kusut.

    November 16, 2014, 3:19 pm
    Arian Arian

    oke de. Semangat broo :))

    November 16, 2014, 3:46 pm

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama