Ingat saya
Cover



penulis : Antsomenia
dibuat : Wednesday, 15 March 2017 3:20 pm
diubah : 1 tahun yang lalu
vote cerita :
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, rata-rata: 0.00 dari 5)
Anda harus masuk untuk memberikan rating cerita ini.
Loading ... Loading ...
  Tag


  Kategori

FrankFurt

Back to the First Year

SINOPSIS

Enam kali pergantian tahun menggoreskan masa. Silih berganti wajah mahasiswa keluar dari pintu besar gedung Sudarto. Hiruk pikuk mahasiswa yang telah menuntaskan masa pembelajaran di Universitas Diponegoro. Ramai. Sanak keluarga, sahabat, kerabat, teman sepermainan datang memeriahkan perayaan wisuda setiap mahasiswa yang kini dengan bangga mengenakan toga di pucuk kepala mereka.

Bagi Axel, puncak kebahagiaannya tak seirama dengan apa yang dirasakan mahasiswa lain. Dia bahagia, jelas, karena berhasil menyelesaikan masa kuliahnya yang telah dilaluinya selama enam tahun. Namun di sisi lain, bobot kebahagiaannya jelas terpaut jauh dibandingkan orang lain yang saat ini melewati masa wisuda bersama orang-orang tersayang. Tidak bagi Axel. Hanya ada sang ibu yang menemaninya. Sebenarnya ada satu orang teman yang datang. Itu pun hanya sebentar dan kebetulan berada di sana dan tak sengaja bertemu Axel. Teman-teman kuliahnya yang lain? Kebanyakan sudah lulus. Segelintir yang masih berjuang di kursi perkuliahan tidak pergi ke acara perayaan itu dan lebih memilih mengirimkan sejumput kalimat basa-basi melalui pesan singkat, “Selamat, ya, atas kelulusannya, Bro!”

Kenyataannya, Axel tidak punya teman. Nilai akademiknya pun tidak terlalu bagus. Dia hanya menelan derita dan kesepian selama enam tahun terakhir. 

Saat matahari punah, dan rembulan menggantikan, lelap pun menjemput Axel. Entah mimpi atau kenyataan, seseorang yang Axel tidak bisa menggambarkan wujudnya secara pasti, menawarkan pilihan: ingin menjalani kehidupan saat ini atau kembali ke masa enam tahun yang lalu.

Tanpa ragu, Axel menjawab, “Aku ingin mengulang masa kuliahku.”

Saat terbangun, Axel mendapati dirinya berada di kamar kos lamanya. Kamar kos yang dia tempati pada tahun pertama dia kuliah. Lidah yang terasa sakit saat dia gigit barusan membuktikan bahwa yang dialaminya adalah realita. Axel mengulang masa remajanya. Axel ingin memperbaiki apa yang dia anggap seharusnya dia lakukan selama enam tahun terakhir.



   0 komentar     |        185 views

Untuk melaporkan cerita ini kamu harus masuk dulu.

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk untuk meninggalkan komentar


komentar :

  
Powered by Gramedia Pustaka Utama